Rabu, 30 Oktober 2019

Dongeng

Asal usul kucing selalu mengubur kotorannya sendiri
Menurut legenda ada salah satu pusaka Nabi Sulaiman yang cukup hebat. Yaitu sebutir mutiara berwarna pink ( dalam dongeng lain dikatakan berwarna putih ). Mutiara tersebut adalah kunci yang bisa membuat bangsa binatang mengerti, mampu, serta bisa menjawab bahasa manusia. Sehingga para binatang bisa berkomunikasi dengan bangsa manusia selama masa kekuasaan Nabi Sulaiman.
Namun sayangnya, di saat-saat akhir masa kekuasaan Nabi Sulaiman, terjadi sebuah pemberontakan besar oleh bangsa Jin Ifrit sehingga perang pun meledak.
Seperti yang kita dengar selama ini, Nabi Sulaiman memiliki pembantu Istimewa bernama Hud-Hud dari bangsa burung, juga penasehat dari Bangsa Semut merah. Namun ada yang luput dari pandangan kebanyakan orang, mengenai seseorang ( ups, maksudnya seekor 😁) pelayan istana, bernama Kucing ( dongeng di majalah bobo tahun 98 mengatakan kucing tersebut berwarna abu-abu dari ras persia ).
Saat perang besar terjadi, Istana kacau balau, semua porak-poranda dan yang hidup berusaha menyelamatkan dirinya masing-masing. Tak terkecuali pelayan dapur dari golongan Kucing ini.
Dalam sebuah kejadian, disaat-saat yang genting, si Kucing diberikan kepercayaan untuk menyelamatkan pusaka kerajaan berbentuk mutiara, dimana selama mutiara itu masih bersinar, maka binatang akan mengetahui bahasa, berperilaku, berperadaban seperti manusia dan jin.
Sayangnya, bangsa jin yang serakah mengetahui jika mutiara tersebut dibawa lari oleh si kucing untuk disembunyikan. Si Kucing pun mendapat pengejaran membabi buta oleh bangsa jin. Dia mati-matian menyelamatkan pusaka kerajaan, sampai akhirnya terpojok, lalu jatuh terhanyut ke dalam sungai yang sangat deras.
Si Kucing hampir tewas tenggelam, walaupun akhirya diselamatkan oleh seekor binatang perenang bernama "Musang / Berang-berang air". Tragedi inilah yang membuat Kucing ketakutan tiap melihat air, karena nenek moyang mereka pernah nyaris terbunuh saat hanyut di sungai.
Musang pun berusaha menyelamatkan nyawa sang kucing. Ia berusaha memberikan pertolongan sekuat tenaga, sampai pada cara-cara mengeluarkan air dari paru-paru si kucing. Mungkin saat itu belum ada teknik nafas buatan, namun yang jelas, si musang memang menggunakan cara-cara yang mirip, sehingga tindakan tersebut secara tidak sengaja membuat air yang dimuntahkan kucing sebagian tertelan oleh si musang.
Setelah sadar dari pingsan, Sang Kucing menceritakan mengenai pelarian serta misinya untuk menyelamatkan mutiara pusaka kerajaan dari jarahan para jin. Kucing pun tak lupa mengakui jika mutiara tadi telah ia telan.
Dari penuturan sang kucing, si musang pun ketakutan, bisa jadi saat mengeluarkan air dari mulut si kucing, dia malah menelan mutiara kerajaan yang sangat berharga itu.
Sejak pertemuan mereka berdua, terjadilah dua kebiasaan unik yang terus mereka lakukan baik saat mereka masih hidup, kemudian dilanjutkan oleh para keturunannya.
Kucing akan selalu mengubur kotorannya, karena dia takut jika mutiara ajaib tadi ikut keluar bersama kotoran, maka bangsa jin bisa menemukannya dan menguasai semua binatang yang ada di dunia.
Musang sendiri berusaha mengorek dan merusak kotorannya sendiri, dengan harapan, barangkali saja dia memang secara tak sengaja menelan mutiara tersebut dan mengeluarkannya bersama kotoran.



Asal usul anjing bermusuhan dengan kucing
Dongeng ini dibawakan oleh - Safira, Pendongeng Cilik.
Suatu hari, anjing dan kucing sedang berjalan jalan di tepi hutan. Sedang asyik mereka berjalan jalan, tiba tiba mereka melihat seekor monyet yang sedang memanjat sebuah pohon. Si Anjing berkata “guk...guk..guk........lihat lah, betapa lincahnya monyet itu memanjat pohon! Aku ingin sekali bisa memanjat seperti dia!”. Si kucing dengan heran memandang kepada anjing seraya berkata “ meong ...meong.... xi...xii... Mana mungkin kamu bisa memanjat pohon. Kamu kan tidak punya cakar yang kuat! Kita berdua ini, sudah ditakdirkan oleh Tuhan untuk hanya bisa berjalan di atas tanah” Merekapun kemudian bersepakat untuk meminta kepada Tuhan agar diberikan cakar yang kuat sehingga bisa memanjat seperti monyet.
Tapi karena Tuhan hanya bisa memberikan kekuatan kepada salah satu diantara mereka, akhirnya anjing dan kucing sepakat untuk berlomba lari secepat mungkin ke rumah Tuhan.
“Hai kucing...saya tantang kamu untuk lomba lari ke rumah Tuhan besok pagi. Siapa yang lebih duluan sampai, maka dialah yang bisa diberi kekuatan cakar utk memanjat pohon” Anjing merasa dirinya yang akan lebih cepat sampai ke rumah Tuhan, karena larinya lebih kencang dari si kucing.
Karena kucing ingin bisa memanjat pohon juga, maka dia menerima tantangan tersebut. “meong .....meong...heemmm siapa takut! , aku terima tantanganmu. Besok tepat pukul 6 pagi, kita mulai lombanya”
Nah... si anjing ternyata mempunyai sebuah rencana yang hebat agar dia bisa menjadi juara dalam lomba tersebut. Dia tahu bahwa si kucing suka dengan semangkuk susu. Maka dia berencana akan menaruh mangkuk susu di tepi jalan menuju rumah Tuhan.
“aku akan meletakkan mangkuk susu yang lezat ini di tepi jalan, sehingga si kucing akan berhenti untuk meminum susu ini...hemmm yummy sekali susu ini! Pasti si kucing akan suka dan lupa dengan lomba lari ke rumah Tuhan. He...he...he...”
Namun si kucing ternyata juga memiliki sebuah rencana yang tak kalah hebat dengan si anjing. Dia tahu kalo anjing suka sekali dengan tulang. Maka si kucing juga akan meletakkan sebatang tulang yang sangat lesat di tepi jalan.
Malam harinya, si kucing mulai menjalankan aksinya.“meong.... aku letakkan di sini saja tulang ini. Besok pasti si anjing akan memakan tulang ini dengan asyikya.” Setelah meletakkan tulang, maka si kucing pulang ke rumah dan tidur. Sebelum tidur, tak lupa dia menyetel alarm agar tidak terlambat bangun pada pukul 6 pagi.😂😂
Sementara itu di tempat lain, si anjing juga sedang meletakkan semangkuk susu di tepi jalan. “guk..guk.. aku letakkan saja di sini susu yang sangat lezat ini, besok pasti si kucing akan berhenti dan minum susu yang sangat lezaaatt ini.” Lalu si anjing pulang kerumahnya. Tetapi sesampainya di rumah, si anjing tidak langsung tidur. Tapi dia malah nonton teve sampai tengah malam.🤣🤣🤣
Pagi harinya si kucing terbangun karena alarmnya berbunyi. “ kring..kring........../ kring..kring......./kring..kring..... “ huamm ... “oh.... rupanya sudah pagi ya! “ Aku sarapan dulu pagi ini dengan semangkuk susu yang sangat lezaat...”
Dengan lahap si kucing mulai meminum susu tersebut............”slurp...slurp.... “ si kucing meminum susu tersebut sampai habis! Dan kemudian menuju ke tempat lomba lari. Sementara itu, si anjing masih tertidur dengan pulasnya karena menonton tv sampai larut malam. Suara ngorok “ ngoookkk...ngooook..ngrokk....! Padahal waktu sudah menunjukkan pukul 6 pagi dan si anjing masih belum bangun dari tidurnya.
“Tok...tok.....tok.... 2x“ Hey..bangun...! bangun..! bangun..! hari sudah siang dan waktunya untuk lomba lari” Teriak si kucing membangunkan anjing. Karena kaget, si anjing pun terbangun . Sambil mengusap matanya yang masih merah dia berkata” Wah.... saya telat bangun rupanya!” kata anjing.
“Iya.. ayo kita segera mulai perlombaan lari menuju rumah Tuhan".Kata kucing.
Merekapun berdua segera menuju ke lapangan tempat perlombaan. Di sana sudah banyak binatang-binatang lain yang menunggu perlombaan tersebut.
Kita hitung sama-sama... satu...dua ....tiga..... Anjing dan kucing segera berlari secepatnya menuju ke rumah Tuhan. Namun ketika sedang berlari, si kucing melihat semangkuk susu yang sangat lesat di tepi jalan.
“wow...apaan tuh!!... sepertinya susu itu sangat enak dan lesat untuk diminum!”kata kucing dalam hati.
Tapi karena dia sudah sarapan tadi pagi, maka dia terus berlari tanpa memperdulikan semangkuk susu tersebut.
Sedangkan si anjing, dia langsung berhenti ketika melihat sebuah tulang di tepi jalan. “ guk..guk..guk... wah... ada tulang yang sangat lezat tuh! Sayang kalo tidak dimakan!” Si anjing berhenti lari dan mulai makan tulang tersebut dengan asyiknya.
Akhirnya si kucing berhasil sampai terlebih dahulu di rumah Tuhan. Lalu Tuhan memberikan kekuatan cakar yang hebat sehingga si kucing bisa memanjat pohon seperti si monyet. Sedangkan si anjing yang masih asyik dengan tulangnya tidak dapat menyelesaikan lomba dan Tuhan tidak memberikan kekuatan seperti yang dimiliki oleh si kucing. Nah hal itulah yang membuat sampai sekarang anjing dan kucing tidak pernah rukun, karena si anjing merasa ditipu oleh siasat si kucing.
Kita lanjut lagi ya....😁😁😁
Setelah peristiwa itu anjing benar benar marah kepada kucing. Ia lalu mengejar kucing. Si kucing yang sudah memiliki cakar walau pun tidak secepat anjing berlari dengan mudahnya memanjat pohon untuk menyelamatkan diri. Anjing yang ada dibawah hanya dapat menatap keatas dengan jengkel dan mengancam kelak kalau bertemu kucing akan ia makan sampai kekotorannya.
Sejak saat itulah kucing yang ketakutan mengajari semua keturunannya agar kotoran mereka selalu dikubur supaya tidak ditemukan dan dimakan anjing...
Itulah asal usul mengapa kucing selalu mengubur kotorannya..😃😃😃





Tikus dan Jebakan
Seekor tikus mengintip di balik celah di tembok untuk mengamati sang petani dan istrinya, saat membuka sebuah bungkusan. Ada mainan pikirnya. Tapi dia terkejut sekali, ternyata bungkusan itu berisi perangkap tikus. Lari kembali ke ladang pertanian itu, tikus itu menjerit memberi peringatan, “Awas ada perangkap tikus di dalam rumah, hati-hati ada perangkap tikus di dalam rumah!”
Sang ayam dengan tenang berkokok dan sambil tetap menggaruki tanah, mengangkat kepalanya dan berkata. ‘Ya, maafkan aku Pak Tikus. Aku tahu memang ini masalah besar bagi kamu, tapi buat aku secara pribadi tidak ada masalah. Jadi jangan buat aku sakit kepala lah.”
Tikus berbalik dan pergi menuju sang kambing. Katanya, “Ada perangkap tikus di dalam rumah, sebuah perangkap tikus di dalam rumah!”
‘Wah aku menyesal dengan kabar ini.” Si kambing menghibur dengan penuh simpati. “Tetapi tidak ada sesuatu pun yang bisa kulakukan kecuali berdo’a. Yakinlah, kamu senantiasa ada dalam do’a-do’aku!”
Tikus kemudian berbelok menuju si lembu.
‘Oh! Sebuah perangkap tikus?” jadi saya dalam bahaya besar ya?” kata lembu sambil ketawa, berteleran air liur.
Jadi tikus itu kembalilah ke rumah dengan kepala tertunduk dan merasa begitu patah hati, kesal dan sedih, terpaksa menghadapi perangkap tikus itu sendirian. Ia merasa sungguh-sungguh sendiri.
Malam tiba, dan terdengar suara bergema di seluruh rumah, seperti bunyi perangkap tikus yang berjaya menangkap mangsa. Istri petani berlari melihat apa saja yang terperangkap. Di dalam kegelapan itu dia tak bisa melihat bahwa yang terjebak itu adalah seekor ular berbisa. Ular itu sempat mematok tangan istri petani itu. Petani itu bergegas membawanya ke rumah sakit.
Si istri kembali ke rumah dengan tubuh menggigil, demam. Dan sudah menjadi kebiasaan, setiap orang sakit demam, obat pertama adalah memberikan sup ayam segar yang hangat. Petani itupun mengasah pisaunya, dan pergi ke kandang, ,mencari ayam untuk bahan supnya.
Tapi, bisa itu sungguh hebat, si istri tak kunjung sembuh. Banyak tetangga yang datang membesuk dan tamupun tumpah ruah ke rumahnya. Ia pun harus menyiapkan makanan, dan terpaksa kambing di kandang itu dijadikan gulai.
Tapi itu tidak cukup, bisa itu tak dapat taklukan. Si istri mati, dan berpuluh orang datang untuk mengurus pemakaman, juga selamatan. Tak ada cara lain, lembu di kandang itupun dijadikan panganan untuk puluhan orang dan peserta selamatan.
Kawan, apabila kamu dengar ada seseorang yang menghadapi masalah dan kamu pikir masalah itu tidak ada kaitannya dengan kamu, ingatlah bahwa apabila ada “perangkap tikus” di dalam rumah, seluruh “ladang pertanian” ikut menanggung resikonya.
Sikap mementingkan diri sendiri lebih banyak keburukan daripada kebaikannya.
Sumber: kisahinspiratif.info



Anjing dan Petani
Dikisahkan, di sebuah dusun tinggallah keluarga petani yang memiliki seorang anak masih bayi. Keluarga itu memelihara seekor anjing yang dipelihara sejak masih kecil. Anjing itu pandai, setia, dan rajin membantu si petani. Dia bisa menjaga rumah bila majikannya pergi, mengusir burung-burung disawah dan menangkap tikus yang berkeliaran di sekitar rumah mereka. Si petani dan istrinya sangat menyayangi anjing tersebut.
Suatu hari, si petani harus menjual hasil panennya ke kota. Karena beban berat yang harus di bawanya, dia meminta istrinya ikut serta untuk membantu,agar secepatnya menyelesaikan penjualan dan sesegera mungkin pulang ke rumah.
Si bayi di tinggal tertidur lelap di ayunan dan dipercayakan di bawah penjagaan anjing mereka.
Menjelang malam setiba di dekat rumah, si anjing berlari menyongsong kedatangan majikannya dengan menyalak keras berulang-ulang,melompat-lompat dan berputar-putar, tidak seperti biasanya.
Suami istri itu pun heran dan merasa tidak tenang menyaksikan ulah si anjing yang tidak biasa. Dan Betapa kagetnya mereka, setelah berhasil menenangkan anjingnya…astaga, ternyata moncong si anjing berlumuran darah segar.
'Lihat pak! Moncong anjing kita berlumuran darah! Pasti telah terjadi sesuatu pada anak kita!' teriak si ibu histeris, ketakutan, dan mulai terisak menangis. 'Ha…benar! Kurang ajar kau anjing! Kau apakan anakku? Pasti telah kau makan!'
Si petani ikut berteriak panik. Dengan penuh kemarahan, si petani spontan meraih sebuah kayu dan secepat kilat memukuli si anjing itu dan mengenai bagian kepalanya.
Anjing itu terdiam sejenak.
Tak lama dia menggelepar kesakitan,
memekik perlahan dan dari matanya tampak tetesan airmata, sebelum kemudian ia terdiam untuk selamanya.
Bergegas kedua suami istri itu pun berlari masuk ke dalam rumah. Begitu tiba di kamar, tampak anak mereka masih tertidur lelap di ayunan dengan damai. Sedangkan di bawah ayunan tergeletak bangkai seekor ular besar dengan darah berceceran bekas gigitan.
Mereka pun segera sadar bahwa darah yang menempel di moncong anjing tadi adalah darah ular yang hendak memangsa anak mereka. Perasaan sesal segera mendera. Kesalahan fatal telah mereka lakukan.
Emosi kemarahan yang tidak terkendali telah membunuh anjing setia yg mereka sayangi. Tentu, penyesalan mereka tidak akan membuat anjing kesayangan itu hidup kembali. Sungguh mengenaskan. Gara-gara emosi dan kemarahan yang membabi buta dari ulah manusia, seekor anjing setia yang telah membantu dan membela majikannya, harus mati secara tragis.
Saya rasa demikian pula di kehidupan ini. Begitu banyak permasalahan, pertikaian, perselisihan bahkan peperangan, muncul dari emosi yang tidak terkontrol. Sungguh, kita butuh belajar dan melatih diri agar disaat emosi, kita mampu mengendalikan diri secara sabar dan bijak.
Dari cerita ini kita belajar janganlah ceroboh dalam bertindak karena penyesalan selalu datang terakhir dan sayangi selalu hewan peliharaan anda karena hewan itu ternyata lebih setia daripada manusia. (by: anonim)
Sumber: kisahinspiratif.info



Asal Usul Durian
Zaman dahulu kala, Raja Baron Mai berkuasa disebuah kerajaan di Filipina. Raja memiliki permaisuri yang masih muda dan sangat cantik. Akan tetapi, permaisuri tidak mencintainya karena Raja sudah tua dan buruk rupa.
Tentu saja Raja sedih. Dia lalu mencari bantuan seorang pertapa di Gunung Ipu. Setelah berhari – hari menempuh perjalanan yang berat, akhirnya beliau sampai di Gunung Ipu. Disana ia bertemu seorang pertapa.
Sang pertapa mendengar cerita Raja dengan takzim, lalu berkata, “ baiklah Paduka. Saya akan membantu. Bawakan saja 12 sendok besar susu kerbau, satu telur burung tabon hitam, dan setangkai bunga dari pohon tipuan.”
Raja kemudian mengerahkanseluruh pengawal dan petani kerajaan untuk tugas ini. Akhirnya, semua telah berkumpul, kecuali bunga dan pohon tipuan.
Raja menjadi sangat sedih karena, ternyata, persyaratannya masih kurang.
Tiba – tiba, malam itu ada seorang peri menampakan diri dan berkata pada Raja, “ Bunga tipuan yang Paduka cari itu ada di hutan, dan dipakai seorang peri dirambutnya. Akan tetapi dia tidak akan memberikan bunga itu dengan mudah. Jika Paduka mengikuti saya, maka saya dapat membantu untuk mendapatkannya,”
Raja kemudian mengikuti peri itu terbang keangkasa. Perjalanan mereka sangat jauh, menuju hutan tempat para peri beristirahat.
Sampai disana, sang peri segera berubah menjadi burung kecil bersayap panjang. Dia terbang menukik dan mengambil bunga yang indah dirambut seorang peri dan membawanya pada Raja.
Raja sangat gembira. Dia kumpulkan ketiga bahan ramuan tersebut, lalu segera membawanya ke gua sang Pertapa.
Sang Pertapa pun mulai bekerja. Ia mengambil sari madu pohon tipuan dan menuangkannya bersama susu kedalam telur. Setelah selesai, ia berkata,”tanamlah ramuan dalam telur ini di tanam dan biarkan permaisuri memakan buahnya,” katanya. “kelak permaisuri akan jatuh cinta pada Paduka. Akan tetapi ingat, Paduka harus mengundang saya saat pesta perayaannya.”
Dengan perasaan tidak sabar, Raja langsung menanam telur itu dikebun istana. Keesokan harinya, telah tumbuh sebatang pohon besar di tempat itu. Buahnya indah, besar – besar, dan tampak lezat.
Raja memetik satu dan memberikannya kepada permaisuri. Tiba – tiba permaisuri langsung jatuh cinta pada Raja. Mantera sang pertapa ternyata ampuh.
Tentu saja Raja sangat gembira. Sebuah pesta besar diadakan. Seluruh rakyat diundang. Mereka bersuka ria selama tujuh hari tujuh malam. Akan tetapi, Raja lupa akan janjinya untuk mengundang sang pertapa. Apa yang terjadi kemudian? Karena marah kepada Raja, ia menutuk buah yang dimakan permaisuri tadi menjadi buah yang berduri dan beerbau tidak sedap.
Begitulah asal-usul durian. Buah berduri yang berbau tidak sedap, tetapi sangat nikmat rasanya. Siapapun yang memakannya akan merasakan dagingnya terasa lembut seperti telur rebus, halus seperti susu, dan manis seperti sari madu..😁😁😁
Sumber cerita: arisvacgundes.blogspot.com


TIMUN KUNDANG
Pada saat itu..
Timun mas sedang dikejar oleh raksasa..
Dan suasana pada waktu itu sangat menyeramkan..
Sepi, sunyi, gelap, dan mencekam...
Tapi suasana itu berubah sejak negara api menyerang..
Dan timun mas pun menghilang...

100 tahun kemudian saya dan sahabat2 pergi ke kutup selatan. Lalu kami menemukan biji mentimun..
Lalu kami memutuskan untuk menanamnya..
Tak lama kemudian saya dan sahabat2 bermimpi di dalam timun tadi ada bayi..
Keesokan harinya kami mencoba melihat keadaan timun tersebut..
Ternyata timun tersebut dicuri oleh kancil, kami pun marah dan kesal terhadap kancil tersebut.
Lalu kami memburu kancil tersebut.
Kancil tersebut tau klo dia sedang diburu krn telah mencuri timun. Lalu kancil tersebut menyusun siasat.
Kancil terkenal dg kepintarannya tapi kalah cerdas dg murid2 zaman now 🤣.
Saat kancil mau membuat jebakan,kami telah memberi racun pada kulit timun tersebut. Belum sempat selesai membuat jebakan kancil lalu tertidur. Yg bisa membangunkan kancil hanya ciuman sang pangeran yg benar2 mencintainya.
Para kurcaci lalu membawa kancil tersebut, sedangkan kami membawa pulang timun itu.
Sesampai di rumah kami mencoba membuka mentimun tersebut.
Dan wow (sambil salto) ada bayi nya.. Keren cuy..😆😆😆😆
17 belas tahun kemudian, si anak timun pun beranjak dewasa.. Dan si timun pun ingin merantau..
Setelah merantau ternyata timun menjadi kaya raya, dan pulang kampung....
Saat sampai di kampung anak timun tersebut pura2 tidak kenal kami krn takut dihutangi..😢😢😢😢
Lalu kami mengutuknya jadi batu..
Lalu petir tiba2 mengelegar di hari yang panas terik..
Anak timun pun berubah jadi batu.
Skr batu itu dijuluki
"Timun Kundang"...😭😭😭😭


JUST JOKE 😁
Asal muasal kenapa itik tidak mengerami telurnya..
Pada jaman dahulu..
cerita ini berawal dari semua hewan pertama kali mendapat keturunan.
Di mulai dari kambing melahirkan, kemudian sapi,
lalu kucing melahirkan, semua hewan mamalia melahirkan anaknya masing2..

Selanjutnya ayam..
pada saat ayam akan mendapatkan keturunan, ayam pun tampak bahagia.
kini giliranku, gumamnya.
Tiba waktunya ayam memperoleh keturunan..
saat ia melihat anaknya, ayam sangat terkejut..
karena tidak seperti hewan mamalia yang mempunyai keturunan yang serupa ayam pun berteriak-teriak.
Seperti yang kita tahu, ayam selalu berkotek setelah bertelur. Petok petok.. petok petok
Kl diartikan dalam bahasa kita,
"Gak cocok gak cocok"..
Karena keturunan yg dilihatnya tidak serupa dg dia.
berbentuk bulat seperti batu.. Ayam sangat kecewa
Lalu ayam mengadu kepada Tuhan.
Tuhan... kenapa anak ku tidak serupa dg aku??
Lalu Tuhan mengumpulkan semua unggas..
Lalu berkata: hai para unggas jika kalian ingin anak2 kalian serupa dg kalian maka eramilah telur2 yg telah kalian keluarkan/lahirkan. Berdiamlah dan bersabarlah sampai mereka menetas
Itik yg punya karakter suka ngomong tidak memperhatikan.
itik sibuk mengoceh sendiri, ngomong sendiri kwek kwek kwek, persis seperti kalian saat guru menjelaskan di Kelas saat pelajaran berlangsung.😃😃😃😃
Setelah mendapatkan petunjuk para unggas pun kembali ke sarang masing2..
Melihat semua unggas bubar, itik pun pulang. Tetapi ia bingung apa yang disampaikan oleh Tuhan.
Ayam melanjutkan proses berkembang biaknya lalu mengikuti petunjuk Tuhan.. ia pun mengerami telur2nya
Tibalah saatnya itik bertelur..
setelah ia bertelur itik bingung karena anaknya berbentuk bulat.
ia pikir yg ia keluarkan hanya batu.
Lalu ia tinggalkan begitu saja..
Demikianlah yang dilakukan itik hingga saat ini..
Itulah asal muasal kenapa tanduk gajah ada di mulutnya, bukan di atas kepalanya.. 😂😂😂




Mario Tehguk

Asal muasal kenapa itik tidak mengerami telunya..
pada jaman dahulu..
cerita ini berawal dari semua hewan pertama kali mendapat keturunan
Di mulai dari kambing melahirkan, kemudian sapi,
lalu kuncing melahirkan, semua hewan mamalia melahirkan anaknya masing2..
Selanjutnya ayam..
pada saat ayam akan mendapatkan keturunan, ayam pun tampak bahagia.
kini giliranku, gumamnya.
Tiba waktunya ayam memperoleh keturunan..
saat ia melihat anaknya, ayam sangat terkejut..
karena tidak seperti hewan mamalia yang mempunyai keturunan yang serupa ayam pun berteriak...
seperti yang kita tahu, ayam selalu berkotek setelah bertekur. Petok petok.. petok petok
Kl diartikan dalam bahasa kita,
Gak cocok gak cocok
ndak cocok ndak cocok
ora cocok ora cocok
Karena keturunan yg dilihatnya tidak serupa dg dia.
berbentuk seperti batu.. ayam sangat kecewa
Lalu ayam mengadu kepada Tuhan.
Tuhan... kenapa anak ku tidak serupa dg aku??
Lalu Tuhan mengumpulkan semua unggas..
Lalu berkata: hai para unggas jika kalian ingin anak2 kalian serupa dg kalian maka eramilah telur2 yg telah kalian keluarkan/lahirkan. Berdiamlah dan bersabarlah sampai mereka menetas
Itik yg ounya karakter suka ngomong tidak memperhatikan.
itik sibuk mengoceh sendiri, ngomong sendiri kwek kwek kwek, persis seperti kalian saat guru menjelaskan di Kelas saat pelajaran berlangsung.
setelah mendapatkan petunjuk para unggas pun kembali ke sarang masing2..
melihat semua unggas bubar, itik pun pulang. Tetapi ia bingung apa yang disampaikan oleh Tuhan.
Ayam melanjutkan proses berkembang biaknya lalu mengikuti petunjuk Tuhan.. ia pun mengeremi telur2nya
Tibalah saatnya itik bertelur..
setelah ia bertelur itik bingung karena anaknya berbentuk bulat.
ia pikir yg ia keluarkan hanya batu.
Lalu ia tinggalkan begitu saja..
Itulah asal muasal kenapa tanduk gajah ada di mulutnya, bukan di atas kepalanya..
Dari cerita dongeng tersebut dapat kita ambil hikmahnya yaitu,
jika ada sumur di ladang bolehlah kita menumpang mandi
jika ada cewek cantik yang mandi di ladang, kenapa gak kasih tau dari tadi... kan gak ada kamar mandi, pasti ...... (bayangkanlah sendiri)

Mario Tehguk, kwek nya tuh di sini always



Ini kisah yang berjudul Timun kundang
Pada saat itu..
Timun mas sedang dikejar oleh raksasa..
Dan suasana pada waktu itu sangat menyeramkan..
Sepi, sunyi, gelap, dan mencekam...
Tapi suasana itu berubah sejak negara api menyerang..
Dan timun mas pun menghilang...
100 tahun kemudian Om dan sahabat2 om pergi ke kutup selatan. Lalu kami menemukan biji mentimun..
Lalu kami memutuskan untuk menanamnya..
Tak lama kemudian om dan sahabat om bermimpi di dalan timun tadi ada bayi..
Keesokan harinya kami mencoba melihat keadaan timun tersebut..
Ternyata timun tersebut dicuri oleh kancil, kami pun marah dan kesal terhadap kancil tersebut.
Lalu om dan sahabat om memburu kancil tersebut. Kancil tersebut tau klo dia sedang diburu krn telah mencuri timun om. Lalu kancil tersebut menyusun siasat.
Kancil terkenal dg kepintarannya tapi kalah cerdas dg om yg botak.
Saat kancil mau membuat jebakan, om telah memberi racun pada kulit timun tersebut. Belum sempat selesai membuat jebakan kancil lalu tertidur. Yg bisa membangunkan kancil hanya ciuman sang pangeran yg benar2 mencintainya.
Para kurcaci lalu membawa kancil tersebut, om dan sahabat om membawa pulang timun tersebut.
Sesampai di rumah kami mencoba membuka mentimun tersebut.
Dan wow (sambil salto) ada bayi nya.. Keren cuy
17 belas tahun kemudian, si anak timun pun beranjak dewasa.. Dan si timun pun ingin merantau..
Setelah merantau ternyata timun menjadi kaya, dan pulang kampung....
Saat sampai di kampung anak timun tersebut pura2 tidak kenal kami krn takut dihutangi..
Lalu kami mengutuknya jadi batu..
Lalu petir tiba2 mengelegar di hari yang panas terik..
Anak timun pun berubah jadi batu
Skr batu itu dijuluki
"Timun Kundang"
Dan sahabat om gosong kesambar petir tadi
Selamat tidur, mimpi indah..
Tapi rasanya Indah gak mau kalian mimpiin



Selamat berbahagia sahabat2 om yang cantik, yg gak cantik gak diselametin..
Salam supermi 3 bungkus
Sahabat2 om yang baik hatinya, saking baiknya sisa makanan orang dihabisin biar gak mubazir..
Kali ini om akan membahas keluhan para cantiker cantiker yg menjadi permasalahan yg umum yg sering kali dijadikan curhatan, yaitu badan yg terlihat gemuk, berat badan berlebih, dan semacamnya..
Perlu diketahui untuk para cantiker cantiker, sesungguhnya dimata lelaki Big is Beautiful.
Lekaki lebih suka dg yg berukuran besar.
Sebagai contoh lelaki lebih senang naik motor tangki di depan dr pada tangki di dalem.
Lebih senang naik Nmax atau PCX dibanding beat atau mio.
Lebih bahagia pake fortuner, Pajero, TLC dibanding naik ayla atau agya.
Jadi jangan takut gemuk, berbadan besar, krn sesungguhnya lelaki lebih suka yg besar dibanding yg kurus. Krn yg besar/gendut lebih mahal dan lebih elegan dibanding yg kurus.
Janganlah kalian terhasut oleh statemen kurus itu cantik yg dibuat oleh orang2 yg sesungguhnya ingin dibilang cantik.
Stetemen tersebut hanyalah pernyataan hoax.
Para lelaki gak senang melihat model2 eropa yg kurus kering kaya' tengkorak hidup. Tulang yg berbalut kulit. Dada rata seperti papan pengilasan.
Mangkanya pada acara2 modeling2 yg model2nya kurus kering sedikit lelaki yg menonton, walaupun pakaian mereka sexy, atau yg ditampilkan pergaan pakaian dalam.
Itu dikarenakan tiket masuknya mahal..
Jadi cantiker2 jangan takut akan gemuk, jangan takut berat badan naik. Karena yg besar dan gemuk itu mahal..
Lihat lah, yg murah itu byk dan biasa.
Tapi yg mahal itu luar biasa, dan membuat bangga bagi yg memilikinya..
Kesimpulanya gendut = mahal.
Krn pakaiannya selalu lebih mahal dr ukuran standar. Sempaknya aja mahal krn bahannya sama byknya dg bahan yg dipake buat bendera olimpiade..
Mario Tehguk, suka ketik di search genre BBW always as



Selamat apa saja terserahlah buat sahabat2 om yg sedang apa saja terserahlah...
Salam terserahlah...
Kenapa jumlah jomlo dr spesies homosapiens semakin meningkat di jaman skr???
Jaman dulu remaja beranjak dewasa, sdh mulai mencari pasangan hidup, umur belasan sudah menikah walau terkadang lebih byk dijodohkan..
Krn byk pejantan jomlo dr jenis species homosapiens mencari pasangan yang bisa diajak hidup susah..
"Mau diajak hidup susah"????
Krn ambisi atau hasrat, hajat, angan2, alias niat bisa menjadi doa, doa bisa dikabulkan..
Bedasarkan analisyse atau analogise, analgesia, anal sex om, pejantan jomlo dari jenis spesies homosapiens doanya banyak yang terkabul.. dan nyatanya sekarang ini di jaman serba modern ini tidak ada milea milenial yang mau diajak hidup susah..
Berdasakan intuisi om yg sempaktupeler ini lah om menyatakan bahwa penyebab jomlo bertambah banyak dijaman skr ini. Pejantan berharap dan babonnyo gak mau.. jadi sama2 jomlo..
Kesimpulan dari motibasi saat ini adalah cita cita kok hidup mau susah???
Yg masih punya moto, nyari pasangan yg mau diajak hidup susah adalah pemalas sejati.. manusia paling pesimis di dunia, tidak percaya Tuhan bisa memberi rezeki yg luar biasa kalau byk berikhtiar..
Semoga cepat punah spesies spesies seperti itu...
Mario Tehguk, istri tambah byk krn hidup kaya raya always wes sewes 
 
 Prestasi...
Ada yg bilang, apa prestasi kamu ? Kamu kan belom pernah ngalamin, duduki posisi itu?
Kalu kami lah sdh ngejalaninya, lah sudah juga di posisi itu, jadi inilah prestasi kami.
Pesimis oleh pertanyaan dan pernyataan itu gak papa.. asal jangan langsung nyerah, ngaku kalah
Kita liat dulu apa yg dilakukannya di posisi itu.
Hasilnya bagaimana?
Kl hasilnya minus ( - ) prestasi apaan itu namanya??
Si A prestasi nol ( 0 )
Si B prestasi minus 1000 ( -1000 )
Contoh
Si B direktur
Si A cuma manager
Si A memang belom sampe ke Direktur, jadi prestasi dia di posisi itu gak ada alias nol ( 0 ).
Si B lagi jabat posisi direktur, tapi sejak dia jabat posisi itu perusahaan belom pernah ngalami keuntungan. Perusahaan selalu ngeluarke biaya untuk operasional. Walaupun gak kerugian dalam pemasukan, tapi perusahaan jalan di tempat. Sdh rugi waktu. Sd dapat minusnya.. terus pemilik perusahaan mau makan, mau minum, mau jalan2, tapi gak ada keuntungan. Akhirnya pake modal dia di perusahaan itu untuk kebutuhannya. Terus biaya operasional dikurangi. Akhirnya produktifitas berkurang juga. Akhirnya lama2 duet operasional yg dipake untuk kebutuhan tadi abis. Perusahaan gak bisa operasi lagi.. sdh jadi lah, sebatas itu kita sudah ngerti semua apa yg bakal terjadi..
Intinya, biarlah orang bilang kita gak ada prestasi, yg penting kita tetep pesimis, befikiran negatif, dan kecewa. Hahahha
Memang fikiran positif dan optimis penting dan dibutuhkan. Sebagai contoh dg orang yg optimis bisa nyiptakan pesawat, kapal, mobil, motor dll
Tapi orang yg berfikiran negatif dan pesimis juga penting, dia bisa ciptake parasut krn kl saja terjadi susuanu sama pesawat.
Bisa nyiptakan pelampung, krn befikiran negatif dan pesimis , kalau saja kapal itu bocor, sdh tuh tengelem.
Nyiptakan sabuk pengaman samo airbag untuk mobil, ciptakan helm untuk motor. Dll (nyiptakan lagu untuk yg galau) hahahaha...
Tambahan..
Yg dapat prestasi itu atasan atau bawahan?
Bos besar akan mengklaim sebuah prestasi itu adalah miliknya atau usahanya walaupun yg bekerja keras bawahannya. Tapi akan menyalahkan bawahanya klo prestasinya gagal atau traget tidak terpenuhi. Padahal kesalahan bawahan itu krn kesalahan atasan jg krn tidak bisa mengatur, mengawasi bawahannya.
Jadi yg punya prestasi itu cuma atasan, kl bawahan hanya bisa menjilat atasan agar aman.
Jadi sahabat2 om yg mempunyai kegalauan yg sama om mempunyai saran yg tepat untuk kalian
Pertama tidak perlu kalian buat tagar #gantiatasan Krn atasan dipasar 100rb dapet 3, kl mau ganti ya ganti aja.
Yg kedua kl kalian yg jadi atasannya, bisa2 kalian ditinggalin oleh bawahan kalian, bayangkan kl kalian tidak punya bawahan bisa kelihatan operator seluler kalian (dr Telkontel)
Yg ketiga jika kalian sdh bosan menjadi karyawan, mending kalian dagang atasan dan bawahan..
Mario Tehguk, gak terkenal lagi krn kena kasus always as



Ibarat seekor nyamuk yg masuk ke dalam kelambu.
Kisah seekor nyamuk yang masuk ke dalam kelambu.
Malam hari telah datang, seseorang merasa sudah kelelahan krn kesibukan yg ia lakukan seharian akan beristirahat memulihkan kondisinya untuk beraktifitas keesokan hari.
Ia mempersiapkan diri dan perlengkapan lainnya untuk beristirahat dengan nyaman.
Kasur, bantal, seprai disiapkan tidak ketinggalan ia memasang kelambu untuk kenyaman istirahat tanpa gangguan nyamuk. Kenapa ia gunakan kelambu, krn kelambu menurutnya sarana paling sehat untuk mengatasi gangguan nyamuk dibandingkan dg obat nyamuk bakar maupun semprot. Dan nyamuk kl dikasih obat malahan tambah sehat jadinya lebih menggaggu.
Saat masuk kedalam kelambu, seekor nyamuk tanpa sengaja ikut masuk ke dalam kelambu. Nyamuk tersebut tidak langsung menyerang atau mengigit orang tersebut dikarenakan nyamuk tsb belum mencium bau glukosa dalam darah orang tsb. Orang tsb sebelum beristirahat baru selesai mandi jadi bau glukosa dalam darahnya masih tertutupi dg bau sabun.
Saat tengah malam, saat seseorang tsb sudah nyenyak terlelap, dan aroma sabun yg sudah mulai memudar nyamuk tersebut mulai mencium bau glukosa dalam darah orang tsb dan mulai merasa lapar. Nyamuk2 di luar kelambu pun merasa lapar krn mulai mencium bau makanan. Saat mencoba menyerang nyamuk2 di luar kelambu terhalang oleh kelambu. Mereka berusaha sekuat tenaga untuk mendapatkan makanan mereka. Tetapi tetap saja gagal.
Tetapi tidak dg nyamuk yg ada dalam kelambu. Dengan mudahnya ia menikmati makannya sampai ia puas. Dikarenakan hanya ia sendiri yg menyerang dan seseorang tersebut sdh merasa lelah dan terlelap terlalu nyenyak, orang tersebut tidak merasa terganggu dg kondisi tersebut.
Setelah puas menikmati makannya, nyamuk tersebut hinggap di dinding kelambu. Dan ia pun mengejek teman2nya yang tidak dapat menikmati makanan. Sukur, rasain gak dapet makanan, kelaperan kan skr.. hahaha (pake bahasa nyamuk). Tetapi ada rasa yg mengganjal dalam hati nyamuk yg kekenyangan tsb. Ada sesuatu yang sangat aneh dirasakannya tapi ia belum sadar apa itu.
Subuh menjelang, orang tsb kemudian bangun dr istrirahatnya. Memulai aktivitas seperti biasanya. Selesai mandi, orang tersebut akan membereskan tempat tidurnya. Terlihat di dalam kelambu ada bintik hitam agak tebal. Dilihat dari dekat ternyata seekor nyamuk yg kekenyangan. Walaupun tidak dendam dg nyamuk yg telah menghisap darahnya tetapi tetap saja orang tersebut gemes melihat nyamuk yg gemuk tersebut, mencoba untuk menangkap dan memencetnya sampe muncrat..
Sang nyamuk pun sadar kl dia menjadi sasaran dr orang yg telah ia sedot darahnya. Nyamuk pun gelisah, ia coba terbang kesana kemari untuk menjauhkan dirinya dr seseorang tsb. Tetapi ia bingung krn tidak bisa kemana2. Setiap mau menjauh, ia selalu terpojok, tertahan sesuatu hingga ia tidak bisa melanjutkan pelarian dirinya. Tubuhnya pun terasa sangat berat, terbang pun terasa lambat. Dengan mudah orang tsb menangkap sang nyamuk, dan akhirnya terwujudlah cita-cita seserorang tersebut. Crooot..
Dari cerita di atas, sdh didiskusikan dengan ahli gizi dan ahli perbintangan bahwa hikmah dan faedah cerita tersebut tidak ada.
Kesimpulannya :
1. Jika kalian telah membaca cerita tersebut dan telah membaca sampai tulisan ini, kalian luar biasa.... sanggup membaca tulisan panjang yg membosankan ini.
2. Ada beberapa kata yg typo dalam penulisan cerita tersebut. Coba kalian perhatikan kata apa itu?
3. Jika kalian benar2 mencari kata typo tersebut kalian sangat luar biasa. Krn kalian mengulang membaca cerita yg tidak berfaedah tersebut.
4. Dalam cerita tersebut, byk kata tersebut disingkat menjadi tsb, mampukah kalian menghitung jumlah kata tsb didalam cerita itu?
5. Jika kalian benar2 menghitung jumlah tsb dalam cerita di atas, kalian teramat sangat luar biasa. Karena untuk 3 kalinya kalian membaca lagi cerita yg tidak ada faedah dan hikmah yg terkandung di dalamnya.
6. Cerita ini diangkat dari kisah nyata yang dialami nyamuk tersebut.
7. Penulis (pengetik) selama mengetik cerita ini sudah puluhan kali menguap krn mengantuk dan 1 kali tertidur dan disambung kembali mengetik cerita membosankan ini setelah mendengar sendiri kisah nyata ini dari seekor nyamuk yg mengalami kejadian tersebut.
8. Jika menurut kalian tulisan ini bermanfaat dan mendatangkan kebaikan, silahkan dishare krn berbagi kebaikan itu mendapat pahala..
Mario Tehguk, wes sewes

 

DEJAVU


“Sindi apa kabar?”. Tanyanya diujung telepon

“Baik, ma”. Jawabku

Hanya itu yang mampu terucap dalam mulutku. Walaupun tanyanya singkat, tapi raga ini ingin sekali menemuimu. Kangen melihat senyum hangatmu dan menghirup aroma masakanmu.

“Mama apa kabar? Papa sehat?”. Tanyaku sambil menahan rindu dan menahan tangis.

“Mama baik, Papa juga Alhamdulillah sehat”. Jawabnya

“Ma, sindi tutup teleponnya ya? Sindi lagi ngerjain tugas, besok harus dikumpul, lagian udah malam juga. Mama istirahat ya”. Kataku cemas menutup telepon

Maaf ma, bukan maksud anakmu ini berbohong dan kurang ajar, tetapi aku nggak ingin mama khawatir denganku di perantauan. Dan sebenernya pulsa Sindi tinggal 2rb perak 😭😭
Aku berharap mama dan papa baik-baik saja di kampung dan tunggu anakmu ini pulang untuk melepas rindu.

Sudah 2 tahun aku di perantauan dan belum pernah pulang kampung. Bukannya nggak kangen keluarga tapi karena nggak punya biaya. Lagian uangnya jika PP (Pulang Pergi) itu bisa untuk bayar uang kuliah satu semester.

Aku mengerti keadaan ekonomi keluargaku yang serba pas-pasan. Dibilang miskin ya enggak, dibilang kaya juga nggak, ya ditengah-tengah lah. Makanya orang kayak aku ini bingung masuk kategori apa. Mau daftar beasiswa bidik misi katanya orang kaya, padahal mau bayar uang kuliah aja susah. Mau daftar beasiswa berprestasi di kampus nggak pinter-pinter amat. Hadeeeehh.
Karena asik mengeluh dan mengeluh di kamar kos-an ku, tanpa sadar sedari tadi pintu kamar kos ku ada yang mengetuk.

“Siapa?!!”. Tanyaku keras

Nggak ada jawaban sama sekali, tapi pintu kos-an ku terus digedor-gedornya. Membuang rasa penasaran aku langsung membukakan pintu dan aku kaget, di sana tidak ada orang sama sekali sehingga membuatku merinding. Aku liat kanan dan kiri kok dingin sekali hawanya, saking dinginnya wajahku kaku hampir membeku. Aku baru sadar ternyata yang aku buka itu pintu kulkas, pantes kok dingin.

Oke, kali ini aku berlari ke pintu depan ternyata Bandi temen kampus ku yang dari tadi mengetuk.
“Ada apa ban?”. Tanyaku datar

Dia gak menjawab pertanyaanku. Aku tanya lagi

“Kenapa ban? udah malam ni jangan bikin orang takut ah”. Nggak disahut juga sama dia. Eh taunya aku ngobrol sama ban motor tetangga kosku.

Bandi memandangku dengan kesal.
“Sin, pinjem uang dong, laper banget nih, dari siang belum ada makan”. Kata Bandi sambil megang perutnya.

Aku orangnya nggak tegaan dan nggak enakan sama orang, walau aku lagi butuh banget nih uang tapi aku nggak tega kalau nggak ngasih pinjam ke Bandi.

“Berapa? aku nggak bisa ngasih banyak sih. Yaudah nih cukup lah untuk beli nasi padang”. Kataku sambil menyodorkan uang.

“Cukup banget nih, terima kasih ya Sin. Besok kalau ada uang langsung ku ganti” Katanya sambil pergi menaiki motor bututnya.

Kata basa-basi “kalau ada uang langsung kuganti” adalah bullshit. Aku ikhlas uangku nggak kembali. Karena biasanya orang yang pinjam uang sama aku abis itu hilang ntah kemana. Aku jadi merasa kayak Soeharto.

Setelah Bandi pergi, aku masuk kos kemudian mematikan lampu dan beranjak ke kasur untuk tidur.
Sewaktu tidur aku bermimpi aneh, tapi seperti gak mimpi. Kalau orang bilang itu erep-erep tapi kalau aku bilang bukan erep-erep, bingung kan? Iya sama, soalnya aku bisa teriak gitu.

Jadi, waktu tidur walau dengan lampu yang mati aku bisa melihat dengan jelas ada makhluk gede banget merangkak keluar dari lemari baju dan langsung menindih sambil mencekik ku. Aku nggak bisa bergerak dan nggak bisa berbuat apa-apa, semakin ku berontak semakin kuat cekikannya, aku berusaha teriak tapi karena cekikannya sangat kuat yang terdengar malah seperti suara orang ngorok. Sekujur tubuhku sudah basah dengan keringat yang mengucur deras. Aku pun berusaha sekuat tenaga mengambil bantal guling yang disamping kananku.

“Bruukk”. Suara pukulan bantal guling yang berhasil ku raih sampai jauh terlempar mengenai pintu kosku.

Mataku melirik kanan dan kiri tidak ada apa-apa, makhluk itu sudah pergi. Namun, sekelebat bayangan hitam itu muncul lagi dan langsung mencekik dan tiba-tiba aku tersentak buka mata bangun dari tidur.

“Astaghfirullah, cuma mimpi”. Kataku pelan.

Lalu aku bangun dari tempat tidur dan menghidupkan lampu. Ketika lampu hidup aku melihat bantal gulingku sudah berada di depan pintu. Lah kok bisa? Apa aku mengigau dan nggak sengaja melemparkan bantal gulingnya? Mimpi sih tapi kok kayak nyata? Pikiran ku bercamuk saat itu.
Kemudian aku melihat jam sudah menunjukkan pukul 01.00. Biasanya jam segini mama pasti nelpon untuk nyuruh ku Sholat Tahajud. Apa mama lupa? Nggak mau ambil pusing aku beranjak ke tempat tidur lagi dan kali ini lampu tidak aku matikan. Tidak lama aku tidur tiba-tiba handphone ku berbunyi.

“Kring.. kring.. kring”. Suara panggilan handphone ku.

Dengan setengah sadar dan keadaan masih merem aku mengambil hp ku di bawah bantal. Tapi bentar.. ini aneh, hp ku ada di bawah bantal tapi kenapa aku mengambilnya tidak di bawah bantal? Jadi, sewaktu aku mengambil hp seperti ada tangan yang mengasihkan hp di dekat telinga kiri ku dan aku langsung mengambilnya.

Sewaktu aku baru “ngeh” atas kejadian itu, aku cepat-cepat buka mata lebar-lebar dan melihat hp yang dari tadi bunyi. Aku lihat ternyata panggilan dari mama, pasti mau ngingetin aku Sholat. Namun, setelah aku mengangkat teleponnya dan baru menjawab “Hallo”, tiba-tiba badanku seperti ada yang menindih dan leherku dicekik tapi aku tidak melihat apa-apa. Apa ini yang dinamakan Dejavu? pikirku saat itu.

Wajahku memerah, mataku melotot dan aku pun jatuh pingsan.
Pagi pun tiba, aku terbangun dari pingsanku. Ntah aku pingsan sambil tidur, ntah aku tidur sambil pingsan. Pokoknya saat pagi tiba aku terbangun dengan keadaan menyesal karena tidak Sholat Subuh.
Masih tergambar jelas kejadian semalam, aku masih shock pagi itu. Bangun dari tempat tidur aku melihat ada darah dikasur ku, padahal aku tidak lagi menstruasi saat itu. Kemudian aku membersihkannya dengan kain basah lalu aku jemur.

Setelah itu aku ngecek hp, betapa kagetnya aku ada notifikasi 56 panggilan tak terjawab dari mama. Aku pun mencoba menghubunginya balik.

“Hallo ma? Ada apa ya ma?”. Tanyaku

“Iya, hallo. Sindi! Kamu semalem ngapain? Kok semalem mama telepon ada suara desahan laki-laki? Tolong jangan bikin mama khawatir!”. Jawab mamaku penuh amarah.

Aku kaget, tiba-tiba mama marah. Padahal semalem setelah aku ngangkat telepon dari mama aku pingsan. Gimana bisa ada suara laki-laki?

“Nggak ada ngapain-ngapain ma”. Kataku gugup.

“Kalau nggak ngapain-ngapain kenapa ada suara desahan lak...tuuuuuut” Telepon terputus karena pulsa ku habis.

Aku masih menunggu telepon balik dari mama, tapi ntah kenapa pagi itu aku tunggu-tunggu tidak kunjung ditelepon. Apakah mama pulsanya juga habis? Ntah lah.

Pikiranku kacau pagi itu sampai malas sekali berangkat kuliah. Pikiranku berkecamuk menjadi satu, tak ada habisnya pertanyaan-pertanyaan diotakku. Siapa suara laki-laki tadi malam? Siapa yang mencekikku? Ada apa dengan kos ini? Sudahlah, dari pada bingung mikirkan itu, mendingan aku kuliah saja.

Singkat cerita aku menceritakan kejadian ku ini pada Alda temen kampusku. Kata dia kosku itu dulu pernah ada kasus pembunuhan dan mayatnya disembunyikan di dalam lemari.
Mendengar penjelasan dari temen ku, aku langsung bertanya-tanya. Apakah itu di kamar kosku? Soalnya sewaktu aku menempati kamar itu ada lemari yang tidak boleh dipindah dan tidak boleh dipakai sama pemilik kosnya. Kalau itu bener, berarti yang selama menganggu ku adalah....
Sampai akhirnya aku pun meminta tolong sama Alda agar dia mengizinkanku tinggal sementara di kos dia.

Malam hari pun tiba, aku langsung bergegas ke kos temenku itu yang nggak terlalu jauh dari kosku.
Sesampainya di sana, aku seperti tidak asing dengan ruangan kamar kosnya. Hmmm.. Dejavu. Ruangannya sama percis kayak di kamarku, letak tempat tidurnya, lemarinya, meja belajarnya bahkan arah kiblatnya untuk Sholat sama percis. Ehh kalau arah kiblat sih di mana-mana emang sama arahnya, gimana sih aku.

“Sin, aku tinggal bentar ya? Mau ke Indomaret”. Kata Alda meminta izin keluar

“Oke”. Jawabku singkat

“Pintunya kunci aja, ntar kalau ada orang yang ngetuk pintu selain aku jangan dikasih masuk”. Katanya lagi

“Lah, emang kenapa?”. Tanyaku heran

“Udahlah ikuti aja perintahku”. Jawabnya datar.

Setelah nggak lama Alda pergi, mamaku nelpon.

“Iya, hallo ma? Passwordnya? Hehe”. Tanyaku bercanda

“........” Tidak ada jawaban.

“Hallo? Hallo ma? Hallo? Mama masih marah ya sama Sindi? Sungguh ma, sindi nggak ada buat macem-macem di sini. Kalau sekiranya Sindi uda bikin mama marah, khawatir atau sakit hati, Sindi minta maaf”. Kataku cemas

“Mama yang minta maaf sama Sindi, karena tidak percaya sama anaknya. Lagian Sindi kan sekarang sudah besar, anak papa dan mama satu-satunya. Mama percaya Sindi bisa jaga diri di sana. Sindi yang baik di sana ya? Jangan macem-macem. Inget kita itu cuma tamu. Jadi, jangan bikin masalah di kota orang”. Kata mama menasehati

Mendegar itu tanpa sadar air mataku pun jatuh. Sudah lama tidak dinasehati mama seperti ini, kangen sekali rasanya.

“Mama yang baik juga di sana ya? Kirim salam juga sama papa.” Kataku sambil mengelap air mata.
“Tuuuuut... tuuuut”. Panggilan terputus

Lagi sedih-sedihnya kenapa putus sih, apa mama kehabisan pulsa juga? Gini amat dah jadi keluarga yang fakir pulsa.

“Tok..tok..tok”.

Aku dikagetkan dengan Suara ketukan pintu

“Siapa? Alda ya?”. Tanyaku, namun tidak ada jawaban

Aku berlari dan membukakan pintu, kali ini aku memastikan bener-bener yang aku buka ini pintu depan bukan pintu kulkas.

“Hah kok kosong?”. Gumamku

Sial lagi-lagi aku salah buka pintu, malah pintu kamar mandi yang ku buka. Tapi ini kenapa kamar mandi ada di depan sih!

Oke, kali ini aku mengintip dari jendela untuk mengetahui siapa yang ada di luar. Aku lihat tidak ada siapa-siapa di luar. Namun, karena penasaran aku buka saja pintunya, dan betapa kagetnya aku ternyata mama ku. Aku langsung memeluknya.

“Ya ampun ma, kok bisa tau Sindi di sini? Kerja sama ya sama Alda mau bikin suprise? Tapi kan Sindi lagi nggak ulang tahun? Yuk masuk ma, mama dingin sekali soalnya”. Kataku senang

Mamaku tidak menjawab apa-apa, hanya senyum tipis. Malam itu wajah mamaku terlihat pucat sekali, seperti orang yang kehabisan darah.

“Mama duduk dulu di sini ya? Sindi tinggal bentar, mau pipis”. Kataku ke mama

Setelah itu, aku kembali menemui mama, namun yang ku dapatkan malah Alda yang lagi duduk.

“Loh Alda?”. Tanya ku heran

“Kok nggak kamu kunci sih pintunya?”. Tanyanya balik

“Bentar, mama ku mana Al? Tadi dia duduk di sini”. Tanyaku lagi

“Mama siapa? Aku tadi ke sini nggak ada siapa-siapa kok, malah heran aja pintunya nggak kamu
kunci. Tolong jangan bilang ada orang selain aku masuk ke sini tadi”. Kata Alda

“Mama ku Al, tadi dia ke sini”. Kataku panik.

“Sudahlah lupakan sin, itu bukan mama kamu. Logika aja deh, kalau itu beneran mama kamu, pasti sekarang dia masih di sini. Di kosan ini memang sering kejadian seperti itu, makanya tadi aku ngelarang nggak boleh ada yang masuk selain aku”. Kata Alda menjelaskan

“Hah? Jadi ada makhluk yang menyerupai ibu ku?”. Kataku takut

“Iya gitu, tapi lebih baik kamu nggak perlu tau jauh tentang ini. Ntar kamu malah makin takut tidur sini. Yaudah nih minum dulu biar tenang”. Kata Alda sambil melempar minuman teh pucuk dari tas plastik indomaret miliknya.

Kemudian kami tidak membahas hal itu lagi, karena takut mengundang makhluk itu katanya. Dan kami pun memilih tidur.
Seperti biasa alarm hp ku berbunyi tepat 4.30 untuk membangunkanku Sholat subuh. Anehnya mama ku tidak ada telepon untuk menyuruhku sholat tahajud dan subuh. Biasanya pasti dia menelpon, mungkin pulsanya abis, pikirku berpositif thinking.

“Al.. nggak Sholat?”. Tanyaku membangunkan Alda.

“Nggak Sin, wakilin dulu ya”. Jawab Alda seenaknya.

“Dih, kalau kamu masuk surga berarti aku yang wakilin ya?”. Tanyaku becanda

“Ya nggak lah, aku kan masuk neraka, jadi ntar kamu yang wakilin aku”. Jawabnya

“Bangsat juga ya anda”. Kataku memaki

Setelah selesai Sholat, aku pun lanjut tidur lagi.

Pagi telah tiba, aku dibangunkan toa Masjid yang lagi mengumumkan ada orang meninggal. Yang bikin kaget dari pengumuman itu, nama orang meninggalnya hampir sama dengan ibuku, hanya saja nama belakangnya yang beda. Lagi-lagi aku mengalami dejavu, karena suara orang yang di toa Masjid, aku seperti pernah mendengarnya tapi lupa ntah di mana.

Singkat cerita, aku dan Alda pun pergi ke kampus. Setelah sampai kampus aku mendapatkan telepon dari Papa. Wah tumben nih papa telepon, pasti ada yang penting. Memang, biasanya kalau papa nelpon karena ada hal penting saja yang mau diomongin. Beda sama mama yang tiap hari nelpon yang hanya tanya kabar terus. Hehehe

“Hallo Pa? Kenapa?”. Tanyaku

“Sindi lagi di mana?”. Tanyanya balik

“Di kampus pa. Emang kenapa pa?”. Tanyaku penasaran

“Sindi bisa pulang sekarang nggak? Papa sudah transfer ke rekening Sindi”. Kata Papaku yang kayak dari tadi menahan tangis.

“Kok tiba-tiba pa? Emang ada apa sih?”. Tanyaku semakin penasaran

“........” Tidak ada jawaban

“Hallo pa?”

“Mama udah nggak ada Sin. Mama kecelakaan kemarin sore. Tadinya mama kamu koma dan bisa melewati masa kritisnya. Tapi ternyata mama kamu kehilangan banyak darah dan pihak rumah sakit kehabisan stok kantong darah dan Tuhan berkehandak lain Sin. Tuhan lebih sayang mama”. Kata Papaku terisak-isak.

Mendengar itu, aku langsung terdiam seribu bahasa, seperti nggak percaya apa yang baru saja ku dengar. Bagaiman bisa mama koma tapi masih sempat nelpon ku semalam? Jadi siapa yang nelponku? Terus jangan-jangan arwah semalem itu mamaku? Aku menangis tidak karuan hari itu dan Alda cuma bisa menenangkan ku.

Singkat cerita, setelah memakan waktu cukup lama aku pun sampai di kampung halaman. Sudah banyak sekali orang layat berdatangan ke rumah. Tangis ku pecah di sana, seperti tidak percaya apa yang baru saja ku alami. 2 tahun tidak pulang ke rumah, tidak pernah melihat wajahnya kecuali pas video call, sesampai di rumah untuk melepas kangen malah datang untuk berduka.

Mama kecelakan waktu itu katanya habis rekaman. Sekedar info, beliau memang penyanyi, tapi tidak terkenal amat. Kayak penyanyi indie gitu. Cuma dari cafe ke cafe untuk mencari nafkah, sedangkan Papa yang bermain gitar. Papa waktu itu selamat atas kejadian naas tersebut. Hanya Mama yang tidak selamat.


Kalau kalian mau mendengar rekaman dan ingin mendengar suara nyanyian mamaku,
ini dia rekamannya : https://youtu.be/HABrnvKfpkQ

 Sumber Cerita: FP Badarawuhi

Kamis, 17 Oktober 2019

Cinta Beda Dimensi

Gw paling jijik sama orang yang pacarannya udah lama, orang tua udah sama-sama tau padahal hubungannya udah diujung tanduk, tapi masih dipertahanin. Taiii

Kenapa? Gak enak karena udah lama pacaran? Atau males harus mencari pasangan lagi? Ulang dari awal lagi? Beradaptasi lagi? Manja lu! Malah lebih kacau ntar waktu udah berumah tangga, kalo cerai susah, mesti bikin berkas suratnya, bolak balik ke pengadilan belom lagi masalah hak asuh anak dan harta gono-gini. Huuuhh pusing goblok

Astaghfirullah, masih baru mulai udah marah-marah aja gw, maaf-maaf. Sebelumnya kenalin nama gw Nissa gak pake sabyan, temen-temen biasa manggil gw Sasa. Gw mahasiswa tingkat akhir yang udah lama ngejomblo dan gw adalah anak indigo, tolong jangan plesetin indigo jadi indihome, basiiii!

Oke gw mau cerita nih, dengerin yak eh maksud gw baca ya sampe habis, soalnya lumayan panjang, siapa yang gak baca sampe habis PKI!!

*****

Waktu itu gw lagi asyik tidur di ayunan belakang rumah gw, ayunan ini namanya hammock, tau kan ayunan ini? Yang sering dipake anak gunung itu loh, tau dong? Kebetulan gw jual ni, jangan lupa cek ig gw yak! 😂😂

Jadi, ayunan ini gw taruh di pohon belakang rumah gw, iya norak banget emang.

Semilir angin siang membuat gw semakin nyenyak tidur diayunan ini. Tapi gak tau kenapa sewaktu gw tidur seperti ada yang ngayun. “Astaga masih siang gini kok ada aja sih yang iseng” gumam gw
Pas gw buka mata gw dikejutkan oleh lelaki sebaya sama gw yang wajahnya berlumuran darah, iya dia hantu. Namanya adalah Tomi. Laki-laki ini udah sering gangguin gw. Namun, selalu gw hiraukan.

“Lo lagi lo lagi, mau apa lagi sih Tom? Tapi udah gw kasih tau semua kenapa lo bisa meninggal!”. Ucap gw marah

“Tapi masih ada yang ganjil nih Sa, sampe sekarang gw juga belum tau wajah orang yang nabrak gw, bisa mati penasaran nih gw, gw ingin mati dengan damai, tolong Sa, lo kan anak indigo”. Jawab Tomi.

“Iya gw anak indigo tapi gak indigo-indigo banget, ya semi-semi indigo lah”. Balas gw sambil ganti posisi menjadi duduk diayunan.

Sebenernya gw males kalo diminta bantu ginian sama hantu, soalnya bukan satu atau dua hantu aja, banyak cuy! Tapi ntah kenapa nih hantu bolak balik memohon sama gw buat bantuin dia. Gw jadi merasa iba.

“Iya iya gw bantuin lu, tapi gw kuliah dulu ya”. Ucap gw sembari merapikan ayunan.

Singkat cerita, gw kuliah masuk malam waktu itu pas pulang udah hampir tengah malam, maklum nongkrong dulu biar kayak anak gaul Jakarta. Walaupun uang tinggal sedikit yang penting ngumpul aja dulu, uang habis tinggal minta lagi sama ortu ye kan.

Pas gw mau pulang ke rumah, jam sudah menunjukkan pukul 01.00. Waktu itu sebenernya gw mau nginep aja di kosan temen, tapi gara-gara Tomi yang terus maksa gw pulang, akhirnya gw memaksakan diri untuk pulang. “Udah pulang aja Sa, kan ada gw yang nemenin” Ucapnya.
Ditengah perjalanan naik motor udara begitu dingin sekali, mana gak pake jaket lagi, udara dingin membuat perut gw merasa laper, gw memutuskan kalau ada warung yang buka gw akan mampir.
Jalanan ini begitu sepi, beda dari yang biasanya. “Tumben sepi banget ni jalanan“. Bisik gw dalam hati.

Kemudian gw melihat spanduk di pinggir jalan di samping tiang KM 11 bertuliskan “Kuy Mampir”.
Gw mampir dan memarkirkan motor gw yang gak terlalu jauh dari warung itu, tapi si Tomi menghentikan langkah gw. “Jangan makan sini deh, mendingan di rumah aja” Ucap Tomi menghalau gw.

“Idihh, lu sokap kok ngelarang gw?” Ucap gw meghiraukan.

Ketika duduk, gw langsung disambut ibu-ibu dan bapak-bapak pemilik warung itu, sepertinya mereka pasangan suami istri.

“Mau pesan apa mbak?”. Tanya ibu itu sambil tersenyum.
“Air hangat aja bu pakai teh sama gula dikit, kalau bisa yang merk sari wangi. Terus kalau ada makanan ringan kayak roti juga boleh bu”. Jawab gw sambil menaruh kaki kanan ke kursi.

Ibu itu tersenyum kembali dan masuk ke dapur warung membuatkan teh. Menunggu ibu itu membuatkan teh, gw iseng nanya ke bapak-bapak warung itu.

“Warungnya buka 24 jam ya pak?”. Tanya gw berbasa-basi
“Iya mbak, saya bergantian dengan istri saya”. Jawab bapak itu
“Ohh semacam shift lah ya pak”. Balas gw.

Bapak itu mengangguk dan gak lama ibu itu datang menyuguhkan teh dan roti yang gw pesan.

“Ini mbak teh dan rotinya, tapi kok cuma pesan satu teh aja sih mbak? Temennya gak pesen? Padahal tadi saya liat mbak boncengan sama laki-laki loh” Tanya ibu warung itu

Gw kaget ibu ini juga bisa melihat si Tomi, “Eeee.. iiiya bu, temen saya gak laper”. Jawab gw ragu
Gw merasakan ada yang gak beres sama warung ini, biasanya Tomi selalu ngikuti gw tapi abis memarkirkan motor tadi, Tomi pergi ntah kemana.

Gw mempercepat makan roti dan minum teh di warung ini. “Berapa semuanya bu?” Tanya gw sambil mengambil dompet disaku kanan.

“10 ribu aja mbak” Jawab ibu itu datar

Selesai membayar, tanpa babibu gw menaiki motor dan melaju dengan kencangnya kayak Rossi ingin menyalip Marc Marquez.

Sesampai di rumah gw langsung tidur. Seperti biasa jam 4.30 alarm hp gw bunyi dengan kerasnya. Alih alih mau Sholat subuh gw liat ada notif whatsapp dari Faisal, dia emang udah lama mendekati gw, tapi selalu gw cuekin.

“P”
“P”
“P”
“Assalamualaikum Nissa? Jangan lupa sholat subuh ya? Abis sholat jangan lupa doa agar kelak aku bisa jadi imam mu. Xixixi”

Setelah melihat isi pesan whatsapp dari Faisal gw pun mengurungkan niat untuk sholat subuh dan gak gw balas whatsappnya, gw lebih memilih untuk melanjutkan tidur. ‪Jadi, tolong buat laki-laki diluaran sana, kalo lo ngechat gebetan tapi balesnya lama, bukan berarti mereka sibuk, mereka cuma gak tertarik sama lo, udah itu aja jangan berharap lebih, ayo mundur perlahan.‬ Terkadang Kita juga perlu berpikir yang buruk jangan baik mulu.

Pukul 05.30 pagi alarm hp gw bunyi lagi, gw bangun dari tempat tidur dan pergi mandi. Setelah selesai mandi gw ke dapur untuk sarapan. Namun, waktu gw buka lemari makan gw menemukan kertas yang bertuliskan “Mama gak sempat bikin sarapan, Go-Food aja ya Nissa sayang ❤️. From : Mama”

Karena gw anak yang bandel gw gak menuruti perintah mama, gw gak mau gofood gw memilih beli makanan lewat grab food, ada promo soalnya. Bodo amat yang katanya kalo pake grab gak mendukung startup anak bangsa, bagi gw mereka itu sama. Sama-sama kapitalis.

Waktu gw menunggu makanan dateng di ruang tamu, tiba-tiba Tomi muncul dihadapan gw.

“Hallo... gimana jadi bantuin gw nggak?” Tanyanya
“Anjirr.. bikin kaget aja lo!!!! Tapi sebelum gw bantuin, gw mau nanya-nanya lo dulu nih” Ucap gw sambil nabok pipinya
“Mau nanya apa Sa?”
“Lo sebelum meninggal katanya kerja, kerja apaan?”
“Kerja di restoran nasi padang, tapi cuma bertahan 5 bulan abis itu resign, soalnya bukan passion gw”
“Dihh najis, alesan yang paling gak gw suka. Pesyan-pesyen-pesyan-pesyen, lo kalo kerja mah kerja aja goblok! Kerja kok ngikuti passion, kerja mah yang penting uang, kalo uang lo udah banyak dan finansial udah stabil, nah baru boleh ngikuti passion lo tanpa khawatir menganggu finansial lo nantinya. Berpikir yang realistis aja boy! Pantesan lo cepat meninggal”. Ucap gw kesal
“Emang passion lo apaan Sa?”. Tanyanya lagi
“Passion gw tiduran di rumah tapi menghasilkan uang”. Jawab gw seenaknya
“Lah kerjaan apaan tuh?”. Tanya Tomi penasaran.
“Pemilik kontrakan atau kos-kosan. Hehehe”. Jawab gw

Tidak lama kami ngobrol, kang grab pun datang membawakan sarapan yang udah gw tunggu dari tadi.

Sambil makan, Tomi bercerita, dia gak asing dengan Warung yang sempat gw singgahi semalam, ketika gw tanya lebih detil, dia gak inget. Bisa-bisanya hantu amnesia, Astagaaa.

Gw udah mencoba investigasi masalah Tomi ini, tapi gw menemui jalan buntu, karena Tomi kalau ditanyain selalu gak tau dan kurang tau.

Gak terasa karena terlalu bersemangat mengintrogasi Tomi sore hari telah tiba, gw pun bergegas berangkat kuliah menemui dosen pembimbing untuk bimbingan skripsi bangsat ini.

Singkat cerita, setelah selesai bimbingan, gw langsung pulang dan melewati jalan kayak semalem lagi, tapi anehnya setelah gw melewati KM 11 tidak ada warung yang gw singgahi semalam. Apa warungnya digusur? Pikir gw saat itu. Tidak terlalu jauh dari KM 11 gw melihat ada warung nasi goreng, gw pun berhenti di warung itu.

“Mas, nasi putihnya satu ya, tapi nasinya dicampur kecap, bawang, sama cabe terus kasih bumbu nasi goreng dan kalo bisa nasinya digoreng ya mas. Makan di sini”. Ujar gw

“Oke, mbak”. Jawab mas itu
Tidak lama, pesanan nasi yang gw pesan datang dan karena ingin mengusir rasa penasaran membuat gw bertanya pada mas nasi goreng itu.

“Mas, kalau malam sekitar jam 1 jalanan ini memang sepi ya?”. Tanya gw

“Enggak juga sih mbak, soalnya truk-truk bermuatan kalau udah sekitar jam 11 itu diperbolehkan masuk jalanan ini, jadi nggak terlalu sepi sih, emang kenapa ya mbak?” Ucap mas itu.

Gw pun menceritakan kejadian semalam yang gw alami dan mas itu menjelaskan.

“Dulu di KM 11 memang ada warung tapi warung itu sudah hancur ditabrak sama truk yang menewaskan pemilik warung itu, katanya sih yang punya pasangan suami istri. Dan kalau enggak salah, waktu itu truk mengelakkan pejalan kaki yang mau menyebrang namun naas pejalan kaki itu juga ikut tertabrak dan meninggal di tempat”. Ucap mas itu menjelaskan

“Pejalan kaki? Mahasiswa bukan mas?” Tanya gw penasaran.

“Nah, iya bener mahasiswa, soalnya waktu itu dia pake almamater, tapi saya kurang tau sih kampus mana”. Jawab mas itu.

Mendengar penjelasan dari mas itu, gw dan Tomi saling bertatapan.
“Apa itu lo Tom?”. Gw berbisik
“Mungkin”. Jawabnya singkat.

Setelah menghabiskan nasi goreng dan membayarnya. Di tengah perjalanan gw tiada hentinya memikirkan apa yang sebenernya terjadi sama si Tomi ini. Karena besok hari minggu, gw berniat akan menuntaskan misteri ini esok hari.

Singkat cerita, esok hari pun tiba. Masih pagi sekali gw dan Tomi pergi ke KM 11 itu dan bertanya ke orang-orang yang ada di sekitar KM 11.

Untuk mencari bukti yang lebih kongkrit, mau gak mau gw terpaksa harus ke Polsek. Sesampainya di sana gw menjelaskan maksud kedatangan gw dan di sana gw ditanyain cukup lama karena ini kasus udah 3 tahun yang lalu. Pak polisi disitu terus bertanya kenapa, alesannya apa, pertanyaan mereka berbeli-belit seolah tidak ingin kasus ini dilanjutkan kembali. Sampai pada akhirnya gw berbohong kalau kasus ini adalah untuk penelitian skripsi gw.

Kemudian Pak polisi itu menyuruh polisi lainnya mengambil berkas arsip kasus tersebut disuatu tempat. Setelah gw baca dengan teliti ternyata kejadiannya itu malam hari sekitar pukul 08.00. Pengendara truk kabur beserta keneknya, karena tidak cukup bukti dan saksi mata pada waktu kejadian. Supit truk dan kenek belum ditangkap sampai sekarang. Lalu gw melihat barang bukti almamater berwarna biru dan jam tangan yang udah tidak berbentuk. Gw memandangi almamater itu sangat percis yang Tomi gunakan sekarang, hanya saja ini ada logonya sedangkan yang Tomi pakai tidak ada, tapi gw sangat yakin kalau almamater itu milik Tomi dan ketika gw melihat Tomi sambil memegang almamater itu, Tomi mengangguk. Gw juga memandangi jam tangan yang udah tidak berbentuk itu cukup lama, gw seperti pernah melihat jam tangan ini, tapi gw lupa di mana.
Gw bertanya kepada pak polisi itu nama mahasiswa yang tertabrak itu siapa, tapi mereka tidak tau, mereka bilang tidak ada identitas sama sekali, mereka tau hanya kampusnya saja. Namun, pihak kampus juga tidak memberi tau namanya siapa. Pihak kampus hanya menghubungi orang tua korban lalu mereka lepas tangan. Terus gw tanya lagi tentang orang tua korban, katanya sampai sekarang belum ada laporan kalau orang tua korban mau mengambil mayatnya.

“Jadi, mayatnya di kuburkan di mana pak?”. Tanya gw penasaran

“Ayo ikut saya kalau mau tau kuburannya”. Ajak pak polisi itu

Tidak jauh dari kantor gw pun sampai di kuburan yang dipenuhi nisan dengan bertuliskan “Mr X”.
“Ini dia kuburannya... Kamu saya tinggal dulu ya, kalau ada yang mau ditanyain lagi ke kantor aja” Ucap pak polisi itu sambil meninggalkan gw dan Tomi.

“Iya pak, terima kasih”. Jawab gw

Gw merenung dikuburan itu yang hanya bertuliskan “Mr X” dan tanggal wafatnya. Apakah gw nanti mati dalam keadaan seperti ini? Gak ada yang peduli? Bahkan keluarga gw sendiri? Ditengah gw merenung tiba-tiba Tomi bertanya “Sa, lo percaya kehidupan setelah kematian nggak?”

“Percaya nggak percaya sih ya, gw rasa sebaiknya kita pilih apa yang kita percayai supaya bisa menjalankan hidup lebih baik lagi. Yah jangan terlalu dalam lah mencari tau tentang akhirat, yang perlu kita tau yaitu menerima kenyataan bahwa kematian adalah bagian dari hidup. Setelah kita menerima ini, kita akan sadar kalau tak ada yang perlu ditakuti”. Jawab gw

Kemudian gw kembali ke Polsek untuk menanyakan alamat orang tua korban. Gw pun dikasih alamat itu dan pak polisi itu memperingatkan, mereka terakhir ke sana tapi rumahnya kosong.

Setelah gw baca alamatnya, gw seperti gak asing dengan alamatnya, mungkin perasaan gw aja. Perjalanan pun memakan cukup lama, sekitar 1 jam gw baru sampai menaiki motor, anehnya gw gak ada tanya-tanya atau pakai GPS, gw seperti dituntun dan seperti sudah hafal jalanan ini padahal gw ini orangnya buta map.

Yap.. seperti pak polisi bilang, rumah ini kosong. Gw mencoba bertanya tetangga sekitar, katanya mereka udah lama pindah setelah kehilangan anak mereka satu-satunya. Gw tanya lagi di mana mereka sekarang tinggal. Namun, kebanyakan tetangga sini jawab tidak tau.

Gw gak mau putus asa, gw terus mencari, mencari, mencari dan sampai akhirnya gw disuruh ke rumah tukang cilok, katanya kang cilok itu sahabat deket pemilik rumah itu. Ketika gw sampai rumah kang cilok itu, gw disambut dengan ramah. Kang cilok bercerita cukup banyak tentang pemilik rumah itu, sekian banyaknya cerita gw mengambil benang merah dari cerita kang cilok itu.

1. Pemilik rumah itu pekerjaannya adalah supir
2. Ibu pemilik rumah pekerjaanya jual lontong setiap hari minggu
3. Pasangan ini tidak punya anak, tapi mereka pungut anak di panti asuhan

Gila banget ni kang cilok sampai tau aib-aibnya kayak lambe turah aja, pikir gw saat itu.
Setelah bercerita panjang kali lebar kali tinggi, lalu kang cilok memberi alamat baru pemilik rumah itu. Namun, tidak memberi tau nama pemiliknya.

Singkat cerita, gw sampai di rumah itu sore hari dan kali ini gw mencari alamat ini penuh perjuangan karena gw sama sekali tidak tau alamatnya, dan harus tanya-tanya dan pakai GPS.

“Tok tok tok” “Assalamualaikum?” Ucap gw sambil mengetuk pintu.

Cukup lama gw menunggu akhirnya terdengar suara jejak kaki dan membukakan pintu. Terlihat bapak-bapak setengah baya yang gw kenal.

“Pak Badrun?”. Tanya gw kaget
“Loh Sasa? Kok bisa ada di sini?”. Tanya pak Badrun mengenali gw.

Pak Badrun adalah Ayah Diki mantan pacar gw sewaktu SMA dulu. Diki adalah pacar pertama gw dan gara-gara dia gw gak bisa move on sampai sekarang.

Kemudian gw disuruh masuk dan duduk di ruang tamu, lalu gw menjelaskan maksud kedatangan gw dan pastinya dengan alibi skripsi. Setelah gw menjelaskan cukup panjang tiba-tiba Pak Badrun menangis.

“Cukup Sasa, cukup. Tidak perlu dijelaskan lagi, bapak paham. Mungkin kamu sudah tau kalau Diki sudah gak ada.....” Ucap pak Badrun.

Gw sontak kaget, ternyata bener rumor kata tetangga-tetangga yang gw tanyain tadi.

“Karena kamu sudah tau banyak tentang kejadian ini, dan bapak tidak ingin menutupinya lagi. Sakit sa, sakit... Tapi tolong jangan kasih tau siapa-siapa terutama Istri bapak. Bapak mohon”. Ucap pak Badrun sambil terisak-isak.

“Iya, pak Sasa janji tidak akan memberi tau siapa-siapa”. Ucap gw gemetar

Masih terisak-isak Pak Badrun melanjutkan. “Yang kamu jelaskan tadi hampir betul semua. Jadi, sebenernya Bapak adalah korban sekaligus tersangka atas tertabraknya mahasiswa dan pemilik warung KM 11 itu. Mahasiswa itu adalah Diki anak bapak satu-satunya. Istri bapak belum tau sampai sekarang, yang ia tau hanya Diki hilang, padahal udah meninggal 3 tahun yang lalu. Bapak takut sekali masuk penjara Sa, kalo bapak masuk penjara kasian istri bapak pasti dia terpukul sekali, bapak gak ingin melukai dia”.

Gw kaget kedua kalinya seakan tidak percaya apa yang baru saja gw denger. Dan gw melirik sinis ke Tomi, sepertinya ada yang disembunyikan dari dia.
Gw mencoba menenangkan pak Badrun dan karena gak enak sudah membuat pak Badrun menangis gw pun segera pamit pulang.

Sewaktu gw keluar dari rumah pak Badrun terlihat langit sudah hampir maghrib. Lalu di halaman rumah pak Badrun gw menghentikan langkah dan bertanya ke Tomi apa yang sebenernya terjadi.

“Tom... Jangan bilang kalo elo itu Diki”. Tanya gw penasaran.

“Sebelumnya gw minta maaf Sa, gw gak tau lagi cara apa agar gw bisa deket lagi sama lo dan gw juga berterima kasih sama lo, gw jadi tau apa yang sebenernya terjadi, termasuk kenapa keluarga gw gak mau mengambil jasad gw. Sekarang gw lega karena udah tau semua”. Jawabny.

“Nggak gini caranya Dik..” Ujar gw.

“Tapi ada satu hal yang perlu lo tau, gw masih mencintai lo sampai detik ini. Sebelum gw meninggal sebenernya gw mencari alamat lo, katanya lo pindah keluar kota, sampai akhirnya gw tertabrak truk Bapak gw sendiri, mungkin itu ganjaran yang tepat untuk orang yang tukang selingkuh seperti gw. Nggg.. masih inget dengan jam ini nggak? Maaf ya gak bisa gw jaga baik-baik, sekarang malah jadi hancur begini. Sekali lagi Sa.. gw minta maaf atas kelakuan begok gw terhadap lo. Semoga kita bisa jumpa di atas sana. I Love You 9000”. Ucapnya sambil meneteskan air mata.

Setelah menjelaskan cukup panjang, wajah arwah Diki yang sebelumnya berlumuran darah berubah menjadi lebih glowing kayak abis pake skincare dari korea. Gw memperhatikan wajah dia perlahan.

Yap itu memang wajah Diki mantan gw, tidak lama setelah itu Adzan Maghrib berkumandang dan perlahan arwah Diki ikut menghilang seperti Thanos menjetikkan jarinya.

Diki... Semoga cita-cita mu mati dengan damai tercapai. Amin

Sumber: FP Badarawuhi

Petualangan Bima

“Mas Bima kok tumben nyapu kosannya malem-malem”.
Hesti, anak pemilik kos Bu Linda yang lagi duduk di teras rumahnya menyapa Bima yang sedang asyik menyapu kamar kosannya.

Usianya baru menginjak 23 tahun, namun dengan tanktop yang ia gunakan malam itu, kemolekan tubuhnya dan dadanya terlihat begitu tampak matang bak sudah siap untuk dipetik.

“Iya nih, gak tau kenapa tiba-tiba kamar kos ku kok banyak rambutnya”. Jawab Bim.

Setelah selesai, Hesti mendekati Bima yang sedang duduk dan bersender di depan pintu. Kemudian Hesti memberikan sapu tangan miliknya untuk mengelap keringat Bima.

“Mas, nih pakai sapu tangan Hesti aja untuk ngelapnya”. ucap Hesti
Bima tertegun sejenak, lalu dia menjawab sambil menggoda “Nggg.. lap kan juga dong biar mesra, hehehe”.

Tanpa diduga Hesti langsung mengelapkan keringat Bima yang terus menetes dari rambut sampai kedagu. Begitu dekat sehingga Bima bisa merasakan seperti ada sesuatu yang menempel dileher Bima yang ternyata...

... kalung milik Hesti yang terus menggesek-gesek leher Bima setiap kali Hesti menggerakkan kepalanya.

“Di dalam aja yuk”. Kata Bima, seketika meghentikan aktifitas Hesti yang dari tadi asyik mengelap keringatnya Bima.

Hesti mengiyakan ajakan Bima, setelah mereka berdua masuk kamar. Bima mengunci pintunya dan menghidupkan tv dengan volume yang cukup keras.

Bima berdiri menatap mata Hesti yang lagi duduk di lantai. Tampak begitu jelas belahan dada Hesti yang tidak pakai bra saat itu. Karena tak kuat menahannya, sambil tersenyum Bima merogoh celananya, Bima mengeluarkan benda yang tak asing seperti kebanyakan benda vital manusia lainnya. Ya, Bima mengeluarkan iphone barunya untuk dipamerkan kepada Hesti.

“Hesti mau iphone 11 gak?” Rayu Bima ke Hesti
“Mau dong mas kalau gratis”. Jawab Hesti penuh harap

Lalu Bima melemparkan iphone 11 nya ke tempat tidur sambil berkata “Kalau gitu, pijati mas ya? Mau kan?”

Hesti pun mengangguk. Kapan lagi mijati dapat iphone pikir Hesti. Lalu Bima berjalan ke tempat tidur sambil melepaskan bajunya. Hesti juga berjalan ke tempat tidur untuk bersiap-siap mijati Bima yang sedang tengkurap.

Mulai dari memijat leher menuju pinggang, terlihat Bima menikmati pijatan itu dari tangan Hesti yang lembut.

Saat Hesti menunggangi badan Bima sambil membungkuk, sesekali badan Bima tersentuh oleh sesuatu yang Bima sendiri pun tidak asing dengan tekstur kekenyalan yang dapat membangunkan “ucok” para lelaki di mana pun pasti memberontak untuk segera keluar dari sarangnya. Seketika Bima membalikkan badan dari posisi tengkurap menjadi telentang. Bima begitu kaget apa yang ia lihat, ternyata itu...

... Balon yang telah diisi air. Dengan wajah kecewa, Bima bertanya ke Hesti “Kok kamu bawa beginian? Buat apa?”

“Iya mas, kata ibu ini bagus untuk orang yang lagi lelah. Dulu, orang romawi kuno kalau lagi abis perang terus kelelahan mereka pake ini loh mas”. Terang Hesti meyakinkan Bima
Ditengah pembicaraan itu tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu dari luar.

“Hesti! Hesti! Kamu di dalam nak?” Terdengar suara wanita paruh baya sambil mengetuk pintu kamar yang tidak lain tidak bukan ialah ibu Linda pemilik kos tersebut.

Hesti lari dan langsung membukakan pintu yang terkunci itu. Dengan gugup Hesti bertanya kepada ibunya “Mama kok tiba-tiba bisa ada di sini? Bukannya minggu depan baru pulang?”

“Mama mendapat firasat buruk tentang kamu. Mama langsung lacak kamu pakai GPS ternyata benar kamu tidak ada di rumah malah ada di dalam kamar sama lelaki bajingan ini!”. Ucap Bu Linda penuh amarah.

“Ngapain kalian berdua di dalam sini? Hah?!” Tanyanya lagi

“Anu mah... Hesti sama mas Bima lagi bahas silsilah keluarga Spongebob”. Jawab Hesti ketakutan.

“Kalau begitu mama ikut”. Ucap Bu Linda sambil menutup pintu dan menguncinya kembali.

Bima yang dari tadi diam di tempat tidur langsung menghampiri Bu Linda dan mencium tangannya.
“Kok beda ya”. Gumam Bima dalam hati.

Tanpa disangka bu Linda tiba-tiba memeluk Bima. Sontak Bima kaget namun menikmatinya. Hesti terlihat begitu iri apa yang sudah dilakukan ibunya ke Bima. Hesti segera menarik ibunya dari pelukan Bima.

“Mama apaan sih!” Ucap Hesti
“Kamu yang apaan! Menarik seenaknya” Balas bu Linda
Mereka berantem kecil, namun setelah itu mereka berdua berunding dan membuat kesepakatan akan bergantian menggauli Bima. KESEPAKATAN MACAM APA INI!

Tanpa basa-basi bu Linda mencium Bima, tapi dengan sigap Bima menahannya.
“Jangan buru-buru dong bu”. Ucap Bima.

Namun perkataan Bima dihiraukan sama bu Linda. Dalam posisi jongkok, tangan bu Linda mulai berani membuka resleting yang ada di depannya, dengan tergesa-gesa ia membukanya sampai rambut wignya tersangkut diantara resleting celana Bima. Wignya pun terlepas.

Bima nyaris pingsan apa yang barusan ia lihat, ternyata itu Kang cilok yang sering lewat depan kos menyamar jadi bu Linda. Sontak mengageti Hesti juga.

Bima cepat-cepat menutup kembali resleting celananya dan memarahi kang cilok itu “Hoi! Astaga kang! bisa-bisanya ya!! udah 3 kali loh saya tertipu!!”.

Dulu, Bima juga pernah ditipu 3juta sama kang cilok yang ia pikir bu Linda nagih uang kos. Kang cilok ini memang kalau pakai wig mirip sekali denga Bu Linda.
Bima dan Hesti segera mengusir kang cilok itu dari kamar kos tersebut. Sekarang tinggal mereka berdua di kamar itu.

Angin malam mulai masuk dari celah-celah jendela. Dengan lirih Hesti berkata “Dingin ya mas”. Mendengar ucapan itu, tubuh Bima bergetar seperti ada yang merasukinya.

Bima mendorong Hesti ke tempat tidur dan langsung memeluknya sambil berbisik didekat telinga Hesti “Sekarang udah gak dingin lagi kan?”. Mereka berdua menempel erat sekali seperti surat dan prangko. Sehingga Bima bisa merasakan kehangatan dan kekenyalan dada Hesti.
Dada Hesti hampir menyembul ke luar. Dengan insting yang tajam, Bima menebak ukuran dada Hesti “34 D”. ucap dia dalem hati.

Hesti memberontak keluar dari pelukan Bima. “Aku memang kedinginan mas, tapi aku maunya teh, bukan dipeluk. Dasar gak peka ihh”. Ucapnya kesal

Dengan keadaan setengah dongkol, Bima berdiri dari tempat tidur dan membuatkan teh untuk Hesti.
Hesti meminumnya. Terlihat aliran air dari lekukan leher Hesti ketika meneguknya dan sedikit tumpah membasahi bibir Hesti membuat Bima menelan ludah.

“Hesti, mas kok merasa pusing ya? Bisa pijati kepala mas gak?”. Tanya Bima penuh nafsu
“Nih mas pakai kepala Hesti aja, biar gak pusing lagi” Ucap Hesti sambil melepaskan kepalanya.
Sontak Bima pingsan setelah apa yang ia lihat barusan.
——-/——-/——-/——-/——-/——-