Senin, 22 Juli 2013

PUISI KEMATIAN

KEMATIANKU

Kekasih…
Suatu ketika aku akan wafat…
Menyandang bulu dan sayap laksana malaikat
Dan akan segera ku akhiri cerita
Saat sisa nafasku berhenti dibatas waktu…

Bila tiba saat kupergi…
Jangan ada derai air mata kedukaan
Karna ratapmu akan patahkan sayapku

Kepergiaanku menempuh puncak impian,
Ketika sang utusan merengkuh jiwa ini.
Hapuslah air matamu…
Meski terus kau percikan duka atas kepergianku,
Aku tak akan pernah kembali,
Dan sungguh tak ingin kembali.

Biarlah jiwaku tenang berlalu…
Dalam dekapan hangat sayap malaikat
Merengguk anggur kebebasan semu
Diantara setumpuk timbangan perbuatanku

Aku berharap…
Jasad matiku kau balut dengan senyum
Benamkan kebalik tanah penuh ketulusan
Iringi kepergianku dengan doa
Mungkin itu akan meringankan bebanku

Biarlah pusara ini menjadi saksi…
Bahwa aku pernah mengembara melintasi lembah mimpi
Sekejap tersenyum merengguk manisnya dosa duniawi
Yang kini tinggal belulang membujur kaku ditengah sepi…
Akan kunanti dirimu didepan gerbang keabadian…
Mungkin dalam penantian ini…
Masih ada celah
Tuk wujudkan dahaga rindu ditelaga cinta…


KEMATIANKU II

Hening...
Hingga Ia mengetuk pintu subuhku....
Kaki yang selalu menapaki tanah-nya tak berdaya tuk berlari
Mata yang slalu menatap indahnya dunia menutup lembut..

Hening....
Hingga kudengar jerit tangis mereka disisi raga yang melemas
Tangan yang kekar tak mampu menggenggam lagi..

dan ketika masa itu tiba...
kuinginkan seseorang yang benar2 tulus..
sekedar mengulurkan tangannya menggenggam tanganku
dan berbisik "aku takkan melupakanmu"...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar