Rabu, 12 Juni 2013

 Berikut jenis Ikan air tawar (payau) yang hidup disungai dan rawa-rawa desa Tuana Tuha :






Ikan Ruan (Ikan Gabus)


Ikan Kasung


Ikan Sepat



Ikan Sepat Siam


Ikan lele (pannang)


Ikan Puyu

PANGILAR KALLI (PERANGKAP IKAN LELE)

Perangkap ini terbuat dari kawat bangunan,namun oleh masyarakat dengan kreatifnya dibuat sebagai perangkap ikan lele.Teknik pembuatannya cukup rumit.Untuk dapat membuat perangkap semacam ini butuh praktek langsung dari ahlinya.Dalam 1 pc kawat bangunan dapat dibuat skitar 10 perangkap saja.Alat ini biasanya dipasang pada sungai-sungai kecil atau rawa-rawa air payau.Untuk pemasangannya yaitu dipadang rumput dengan kedalaman air sekitar 80% dari tinggi perangkap.Kemudian diberi umpan dari buah kelapa sawit yang sudah masak.Setelah dipasang perangkap ditinggalkan selama 24 jam untuk diperiksa keesokan harinya.
Ikan lele gemar sekali memakan buah tersebut.Jika penempatan perangkap tersebut tepat pada daerah yang memang banyak ikan lelenya,1 perangkap dapat terisi sampai puluhan kg lele dalam berbagai ukuran.

Untuk lebih jelasnya tentang bentuk perangkap ikan lele,perhatikan gambar berikut.
mudah2an saja pembaca yang berminat dapat membuat sendiri tanpa harus belajar dari ahlinya..










Senin, 20 Mei 2013

Alay

All About A L A Y …

======================================================

Sebelumnya saya informasikan bahwa fakta-fakta yang akan saya paparkan berikut adalah termasuk kategori rahasia tingkat tinggi . Saya bahkan membahayakan keselamatan saya sendiri demi mengungkapkan fakta ini . Tapi saya mengambil resiko tersebut karena biar bagaimanapun kenyataan ini harus disebarluaskan kepadamasyarakat luas dengan harapan agar selalu waspada dan terutama menjaga keluarganya dari ancaman ALAY.

=====================================================

I. PENDAHULUAN (SEJARAH DAN FAKTA ALAY)
Hingga kini masih gelap sejarah dan fakta tentang kaum ALAY , namunpara sejarawan sepakat bahwa keberadaan kaum ini sudah ada sejak berabad-abad yang lalu . Gelapnya keberadaan kaum ini menurut para ahli karena hampir seluruh perdaban manusia enggan membicarakanmereka dikarenakan hanya akan membuang-buang waktu dan sebagian malah menganggap berbicara tentang kaum ALAY adalah tabu dan aib , sebagian lagi malah menganggap mereka menjijikkan sehingga tak ada yang pantas untuk dibicarakan.

Oleh karena itu hingga saat ini bisa dikatakan tidak ada bukti sejarah atau naskah-naskah tertulis tentang ALAY, disamping tentu saja para ahli memang malas menulis tentang mereka …” ngapain ? kurang kerjaan amat ?! ” . Saya sendiripun sebenarnya malas menulis tentang kaum ALAY ini , kalaupun saya bersedia melakukannya itu lebih dikarenakan dorongan hati nurani agar fenomena menjijikkan ini tidaksemakin meluas.

II. DEFINISI ALAY
Menurut susunannya , kata ALAY adalah terdiri dari 2 suku kata yaitu A dan LAY , Sebagian orang mengartikan ALAY sebagai Anak jabLAY . Adajuga yang mengartikan Anak LebAY , sementara sebagian lainnya mengartikan ALAY sebagai Anak LAYangan – sebagai sebutan untuk anak kampungan atau anak ndeso katro . Namun dari hasil penelitian lebih lanjut dapat disimpulkan bahwa kata ALAY adalah semacam sindiran atau ejekan yang berarti Amit-amit LA Yaw !!! Ini membuktikan bahwa sebenarnya masyarakat pun sudah jijik dengan keberadaan kaum ALAY ini.

III. KLASIFIKASI ALAY
Meskipun tak banyak fakta yang bisa diungkap dari kaum ALAY ini . Namun dari hasil riset beberapa peneliti independen selama bertahun-tahun , dapat dijelaskan sedikit tentang ALAY sebagai berikut :

1. Dalam teori evolusi yang diperkenalkan oleh Charles Darwin , dikenal adanya “the missing link “ yaitu fase yang hilang diantara proses evolusi dari primata menjadi manusia . Diperkirakan kaum ALAY inilah yang dimaksud dengan the missing link tersebut . Oleh karena itu memang agak susah mengkategorikan kelompok ALAY ini , apakah mereka manusia ataukah monyet ???

2. Dalam strata masyarakat di India dikenal adanya kasta-kasta mulai dari brahmana, satria, sudra dan paria . Namun sebenarnya ada satu lagi kasta yang paling bawah “yang namanya tak boleh disebut “ karena dianggap bukan manusia . Kasta itu adalah ALAY yang kalau di India disebut ALAJ.

3. Menurut fisikawan , ALAY terjadi karena proses aksi-reaksi dimana semakin keras aksi maka akan timbul reaksi yang sama kerasnya. Ya …bisa dibayangin gimana kalo mobil ngebut menghajar tembok … hasilnya pasti remuk , peot-peot dan bengkok di sana-sini ( mirip si ALAY )

4. Menurut para botanist , ALAY adalah hasil persilangan dari pohon tomat , bambu dan batok kelapa . Makanya tak heran kalo para ALAY ini lembek ganjen , rai gedhek ( wajah anyaman bambu ) karena gak punya malu dan sekaligus keras kepala . Udah tau jelek dan menjijikkan masih maksa aja.

5. Menurut UFOlogist , kelompok ALAY ini datang dari planet lain . Namun mereka bukan dari kelompok ras yang berteknologi tinggi melainkan produk-produk cacat diantara para alien itu. Di planet asalnya kamu ALAY ini diburu dan dibunuh , namun sebagian dari mereka berhasil menyelematkan diri ke planet-planet lain termasuk bumi. Namun karena tidak menguasai teknologi tentu saja mereka tidak mengendarai UFO melainkan dilontarkan dengan alat semacam ketapel raksasa. Hanya sebagian yang selamat dengan transportasi tolol semacam ini. Yang bisa bertahan hidup kebanyakan menjadi idiot ….. ( sekarang tahu kan kenapa ALAY lebih mirip orang bego ? )

6. Menurut pakar konspirasi , kaum ALAY ini adalah hasil mutasi dari sperma orang-orang yang onani di kamar mandi lalu mengalir ke got-got dan membuahi sel-sel telur binatang-binatang betina yang hidup dalam air comberan tersebut . Hal ini pernah ditayangkan dalamsalah satu episode serial The X File yang terkenal itu . Tak heran kan , jangankan melihat si ALAY , baca tulisannya pun sudah bikin mual dan muntah.

7. Salah satu petinggi KPK pernah mengatakan bahwa ALAY itu sama bahayanya dengan koruptor, mafia pajak dan makelar kasus . Karena ALAY ini jelas-jelas mengkorupsi dan mengkorosi nilai-nilai kemanusiaan dan estetika manusia.

8. Dalam segi seni dan budaya pun kaum ALAY juga merambah . Tahukah anda jenis karya seni abstrak dan surealis yang pletat-pletot , aneh , ruwet dan gak jelas ? itu sebenarnya mengacu kepada ALAY .

9. Dalam waktu dekat pemerintah berencana menyusun undang-undang peringatan tentang ALAY kepada masyarakat luas , sebagaimana yang terdapat pada bungkus-bungkus rokok . Bunyinya demikian : “ ALAY dapat menyebabkan gangguan kesehatan , kanker , tumor , stroke , impotensi , keguguran , cacat pada janin , wasir , kudisan , katarak bahkan kebutaan !!! “

10. Menurut futurologist , ALAY itu adalah serangan gelombang pertama dari mesin-mesin masa depan . Sudah nonton film The Terminator 1,2 dan 3 ? Nah … meurut para ahli masa depan itu , para ALAY adalah prototype awal dari robot-robot yang akan menghancurkan umat manusia . Dan tentu saja karena masih proyek uji coba maka bentuknya masih peot-peot nacur-ancuran semacam itu . Tapi jangan khawatir , karena para ALAY ( atau robot generasi pertama ) ini otak dan kemampuan berpikirnya masih belum berkembang jadi tak ada yang perlu ditakuti dari mereka . Satu-satunya senjata yang anda perlukan jika berhadapan dengan mereka hanyalah kantung muntah.
11. Sebenarnya masih banyak klasifikasi yang lainnya , namun tidak saya teruskan karena saya lihat diantara yang membaca thread ini sudah mulai ada yang mual-mual , sebagian rupanya sudah muntah sejak tadi.

IV. PENUTUP
Masih banyak yang akan ungkapkan , namun saya tidak punya banyak waktu untuk itu selain sejak tadi saya sebenarnya sudah lemas , gemetar , mata berkunang-kunang dan muntah beberapa kali , harap dimaklumi . Yang terakhir tulisan ini tidak bermaksud mendiskreditkan golongan atau kelompok tertentu . Jika sejak tadi saya berkali-kali saya menulis kelompok ALAY harap dimaklumi ( baca lagi poin III . 1 , ALAY menurut evolusionis ) . Selain itu saya hanya ingin mengingatkan sebagaimana pada nenek moyang kita berwanti-wanti tentang kelompok ALAY ini . Seperti yang terdapat dalam peribahasa “ karena nila setitik – rusak susu sebelanga “ . Karena segelintir ALAY – rusak seluruh peradaban manusia !

NB : Jika tulisan saya ini telah sampai kepada anda , maka keberadaan dan keselamatan saya pun sudah tidak bisa diketahui . Namun yang paling saya takutkan adalah jika mereka menangkap saya lalu membuat diri saya menjadi seperti mereka …. Ooohh …. Mereka telah datang …….. t….oooo….looo….n….gg

=====================================================

LANGA BINTANG (MINYAK BINTANG)

MINYAK BINTANG (Minyak Sambung Nyawa)"

Adakah di antara Anda yang pernah mendengar nama "langa bintang(MINYAK BINTANG)" ? Mungkin bagi masyarakat pulau Kalimantan tidaklah asing mendengar kata itu.

MINYAK BINTANG, sebuah minyak ajaib yang berasal dari suatu daerah di daratan pulau Kalimantan, adalah minyak kedigdayaan atau minyak kesaktian yang sangat ampuh karena dapat dipergunakan untuk mengobati luka-luka berat seperti patah tulang, tulang remuk, luka bacok, bahkan dipercaya oleh masyarakat setempat bahwa MINYAK BINTANG dapat dipergunakan untuk menghidupkan kembali orang yang sudah mati ,karena terbunuh.Keampuhan MINYAK BINTANG dalam menyembuhkan orang yang mengalami luka-luka parah seperti tersebut di atas, bekerja dalam waktu relatif singkat, yaitu berkisar antara setengah malam saja dibawah sinar bintang.

Sudah lama saya ingin menuliskan hal ini, akan tetapi dengan berbagai pertimbangan terbatasnya sumber terpaksa saya urungkan.

Kali ini saya menuliskan hal ini dengan meng-copas dari sebuah blog.Hanya share,tidak ada maksud sedikitpun untuk menjiplak,promosi ataupun menuansakan rasis, ataupun mengkilas balik sebuah tragedi memilukan sekaligus memalukan di negeri ini. Tapi jadikanlah sekelumit bagian dari kekayaan kisah-kisah unik yang dimiliki negara Indonesia dan tak dimiliki oleh negara manapun.Yukk kita ikuti ceritanya!

Kisah bermula saat aden berada di pulau Kalimantan, tepatnya Pada awal tahun 2001, saat terjadi Kerusuhan Tragedi Sampit, kebetulan aden berada di antara kerusuhan itu, kejadian yang mendadak berlangsung secara tak terduga, membuat aden panik namun naas, saat aden berusaha untuk menjauh dari kerusuhan, namun tanpa terduga, aden tersambar tombak yang terlempar dari seseorang di antara yang terlibat dalam tawuran, tepat pada bagian dada sebelah kanan dan mengakibatkan luka robek menganga dan juga menggores tulang dada sepanjang satu jengkal, aden terkejut dan menjerrit kesakitan, aden bertanya dalam hati, mengapa aden ikut jadi sasaran, sedangkan aden bukanlah target dari fihak-fihak yang bertikai.

Merasakan sakit yang luar biasa, tiba-tiba aden ambruk tak sadarkan diri.

Sejurus kemudian, aden tersadar, namun aden melihat sekeliling gelap gulita dan yang ada hanyalah pondok kecil terbuat dari kayu seadanya dan pepohonan.
Nampaknya aden telah dibawa kedalam hutan oleh sekelompok orang Dayak hingga malam, aden meraba dada sebelah kanan yang terluka tadi siang menjelang sore, sungguh ajaib, luka aden telah hilang, hanya menyisakan seperti bekas luka yang sudah menahun.
Aden melihat sekelompok orang yang sedang memanggang sesuatu, lalu aden pun memanggil dengan bahasa Banjarmasin,
"maap mang, ulun di mana ini kah ?"
"ikam tenang haja mas, ikam ada sama kami, tadi siang ikam kana timpas tombak kawan akuh, tapi ikam kami sembuhakan lawan minyak bintang"

Aden terperanjat !
"apa ?"
"tenang haja mas, ikam kada menelanya, cuma dioles haja, kami minta maap"

Aden kembali meraba dada seakan tidak percaya dengan apa yang terjadi, "lukaku hilang...?" aden berkata dalam hati.

Seminggu lamanya aden berada dalam persembunyian orang-orang bertelanjang baju dan berikat kepala merah, sesekali aden ditinggal dalam kesendirian ditinggal entah kemana oleh mereka, akan tetapi sebongkah daging rusa bakar hasil buruan mereka, cukup untuk mengganjal perut yang kelaparan beberapa hari.

Mengenai keajaiban penyembuhan luka yang aden alami secara misterius, aden pun penasaran ingin tau lebih jauh, apa itu MINYAK BINANG.

Singkat cerita, dengan bantuan seorang sahabat di antara mereka dari suku Dayak Asli yang kemudian aden ketahui bernama Alban, aden dibawa ke suatu daerah asing jauh di tengah hutan, melalui perjalanan yang menyusuri sungai dengan sampan kecil tak bermesin, dan memakan waktu hingga dua hari dua malam, ditambah dengan perjalanan kaki selama sehari penuh.

Sampailah aden pada sebuah pemukiman kecil, dan Alban memperkenalkan aden pada seorang ahli MINYAK BINTANG bernama Datuk Maluna.

Secara kebetulan, pada saat itu sedang ada ritual penyembuhan dengan metode MINYAK BINTANG terhadap dua orang yang masing-masing mengalami luka bacok cukup dalam di punggungnya dan seorang yang mengalami patah tulang kaki akibat kecelakaan kerja di sebuah penambangan emas ilegal di daerah sekitar, konon katanya, tanpa disadari saat sibuk menambang, sebuah bongkahan batu granit sebesar drum menggelinding tak terkndali dari atas lubang galian dan menimpa kaki, dan mengakibatkan tulang betisnya patah dan mencuat keluar dari kaki.

Dikarenakan sedang ada ritual penyembuhan, aden dipersilahkan menginap lagi di sebuah pondokan kecil yang terbuat dari kayu, berpagar kulit pohon meranti dan beratap sirap daun lontar, yang berdekatan dengan acara ritual penyembuhan itu bersama Alban.

Obrolan kecil dengan bahasa Banjarmasin bercampur Indonesia bersama Alban pun jauh kesana kemari sambil sesekali melirik beberapa orang yang tampak menari-nari sambil sesekali berjingkat-jingkat mengelilingi sesosok tubuh manusia yang digantung terbalik dan sesekali dihujam dengan tombak hingga darahnya mengucur ke sebuah wadah yang diletakan tepat di bawahnya. Sebuah ritual yang lain di luar dari prosesi penyembuhan.

Kebetulan langit malam itu cukup cerah, dan banyak bintang-bintang bersinar.

Karena asyik mengobrol dengan Alban, adenpun hingga melewatkan waktu tidur meskipun badan terasa sangat lelah setelah menempuh perjalanan yang amat sangat melelahkan.

Akan tetapi berada di tempat yang sangat asing dan primitif membuat aden tak memiliki selera untuk tidur.
Matahari bersinar, terlihat seseorang keluar dari dalam salah satu pondok yang terpisah dari pondok utama milik Datuk Maluna.
Seorang yang kemarin sore nampak terkapar bersimbah darah dengan luka menganga di punggungnya, kini nampak segar bugar tanpa bekas luka sedikitpun, itu artinya lukanya telah sembuh.
Beberapa menit kemudian muncul lagi seorang bernama Suryono yang kemarin sore menggelepar-gelepar kesakitan karena tulang kakinya mencuat keluar , kini sudah bisa berjalan walau sedikit agak tertatih.
"itulah kehebatan minyak bintang" ucap Alban.

***
Dengan bahasa Banjarmasin bercampur bahasa Indonesia (karena aden tak mengerti bahasa Dayak),Datuk Maluna mendekat, Sungguh aneh ! Datuk Maluna mengendusi aroma tubuh aden dengan penciumannya seperti seeekor anjing yang sedang mengenali daerah teritorialnya. Aden merasa gemetaran panik dengan ketidak mengertiannya atas apa yang sedang dan akan dilakukan Datuk Maluna
"musang pandan" tiba-tiba Datuk berkata.
Jantung ini dag dig dug terasa hendak copot rontok, karena disamping Datuk Maluna adalah seorang yang asing bagi aden dan berpakaian adat khas Dayak lengkap dengan senjata Mandau terhunus di tangan.

Aden tambah tak mengerti apa yang dimaksud dengan perkataan Datuk, dengan rasa takut adenpun bertanya,
"narai maksud datuk ?' (apa maksud datuk)
"ikam bukan musuh kami, tapi ikam dari bubuhan nang kami hormati" (kamu bukan musuh kami, tapi kamu berasal dari bangsa yang kami hormati)
Aden merasa lega mendengar ucapan Datuk yang menganggap aden demikian.

Kemudian Datuk menyuruh Alban sesuatu, setelah sejurus kemudian aden mengetahui, ternyata Alban diutus untuk mempersiapkan air ke dalam bak mandi yang terbuat dari kayu dan menyuruhnya aden untuk membersihkan badannya di bak itu.
Sudah nampak di sana, banyak kaum wanita bertelanjang dada berkumpul memegang dedaunan di tangannya mengelilingi bak itu, sungguh suatu situasi yang membuat aden seolah seperti tak sanggup untuk bergeming dengan rasa tak menentu, namun atas anjuran sang Datuk yang nampak sebuah keharusan untuk aden lakukan saat itu, aden pun ahirnya menyelupkan badannya dan perlahan aden membersihkan badan di dalam bak yang berisi air dan bermacam-macam dedaunan tadi.

Mandi selesai, nampak kontan saja para wanita-wanita tadi menggunakan sisa air mandi dari tubuh aden untuk menyirami tubuhnya, aden pun menggelengkan kepala tak mengerti.
Nampak Alban telah membawakan satu set pakaian Dayak untuk aden kenakan, kini aden telah nampak seperti orang suku Dayak seperti mereka.

Berkumpul di pondok kayu bersama Datuk Maluna,
Banyak kisah yang diceritakan beliau mengenai MINYAK BINTANG dari proses pembuatan, khasiat, asal usulnya hingga bahayanya bagi pemilik dan penggunanya.

Satu Minggu Berselang, aden belum diizinkan untuk meninggalkan tempat itu dikarenakan masih ada banyak bahaya di luar yang sedang masih ada konflik yang melibatkan sukunya dengan suku lain di Sampit dan merambah ke mana-mana.

Konon ceritanya, MINYAK BINTANG
terbuat dari otak manusia , yang didapat dari musuh yang berhasil dipenggal kepalanya saat pertarungan, darah burung tertentu yang di patahkan kakinya secara berkali-kali hingga hitungan hari tertentu secara bertahap saat masih berada di atas sarangnya, dan ramuan-ramuan rahasia lainnya. Proses pembuatannya pun tidak mudah, uniknya minyak yang dikemas dalam botol sekecil jari kelingking ini tidak akan habis meski dipake berulang-ulang, selama cara pemakainnya benar, yaitu dengan cara menyelupkan sepotong lidi khusus ke dalam botol tersebut dan tidak boleh membalik posisi botol sehingga mulut botol menghadap ke bawah, dan mengoleskan minyak yang menempel pada lidi tersebut pada luka yang ingin disembuhkan, menurut Datuk Maluna.

Jika MINYAK BINTANG sampai ditelan seseorang, lanjut Datuk, maka orang tersebut tidak akan bisa dibunuh meski tubuhnya terkoyak senjata tajam, tertembak, atau terpotong-potong tubuhnya, maka pada malam hari pada saat bintang di langit bersinar, orang tersebut akan bangkit dengan tubuh utuh sembuh total tanpa luka dan bekasnya. Bahkan, jika ada keinginan untuk membangkitkan terbunuh, minyak bintang cukup diteteskan sedikit saja ke dalam mulut si mayat, maka ketika ada bintang bersinar di malam hari, dipercaya si mayat akan akan bangkit kembali sebagai manusia hidup. Ini mengapa MINYAK BINTANG juga biasa disebut dengan Minyak Sambung Nyawa. Akan tetapi "si mayat hidup" itu akan mengandung efek dendam kesumat terhadap si pembunuh dan selalu berkeinginan untuk membalas bunuh, fikiranya terganggu bayang-bayang wajah si pembunuh hingga menyusahkan hidupnya, dikatakan, ini tidak akan berhenti setiap hari , fikiranya tidak akan tenang sebelum ia dapat membalas untuk membunuhnya. hmm,, sangat berbahaya ! gumam aden dalam hati.

Di tengah obrolan, aden melihat dua orang memikul sebuah karung yang terbuat dari serat pohon, nampak kemerahan dan menetes, nampaknya karung berisi mayat dari salah satu anggota suku.
"taruh saja di situ, kaina hidup lagi inya"
(taruh saja di situ, nanti juga hidup lagi dia) kata Datuk.
Mereka pun mengeluarkan bungkusan mayat dengan leher terkoyak cukup dalam.
***
Aden bertanya, apakah MINYAK BINTANG dapat dibawa keluar pulau ?
"kawa" (bisa) jawab Datuk Maluna, asalkan dengan cara dimasukan kedalam buah-buahan dan dibalut dengan tanah asli dari daratan pulau Kalimantan, agar tidak hilang khasiatnya saat menyeberangi lautan, terang Datuk. Akan tetapi, lanjut Datuk memberi peringatan,
Pemilik MINYAK BINTANG, akan kerap kali mengalami luka meski dalam waktu yang jarang, dan akan selalu menggunakan minyak tersebut. Luka yang dialami akan semakin meningkat, dari luka yang kecil, hingga luka-luka yang jauh lebih parah, dan akan selalu dapat disembuhkan dengan mudah, dengan menggunakan MINYAK BINTANG. Mengerikan ! Kata aden begidik dalam hati.
"kenapa kaya itu Datuk?' tanya aden
"karena MINYAK BINTANG mengandung suatu kekuatan ghaib yang menginginkan untuk dipergunakan. Pemilik minyak ini bisa menjadi Tabib (penyembuh) bagi orang lain. Jika pengguna MINYAK BINTANG dengan cara ditelan, maka orang tersebut akan langsung memiliki kesaktian luar biasa yaitu, menjadikan dirinya Tidak bisa dibunuh dengan mudah, jika mengalami luka senjata tajam seperti luka sayat, bacok, patah tulang, tembak, bahkan jikapun tubuhnya terpotong-potong, tetap akan bisa hidup kembali pada malam harinya saat ada bintang bersinar tanpa bekas luka sedikitpun. Tapi itu artinya ajal pengguna MINYAK BINTANG dengan cara ditelan, akan dipersulit ajalnya, dan ketika takdir sampai pada waktunya, dipercaya roh pengguna MINYAK BINTANG dengan cara ditelan tersebut akan menjadi hantu gentayangan yang disebut dengan hantimang (hantu kepala dan isi perut, tanpa tangan dan kaki yang melayang-layang di udara).

Menjelang malam, saat bintang-bintang mulai bersinar, aden menyaksikan suatu pemandangan yang amat sangat mengerikan, betapa tidak, seonggok mayat dengan leher terkoyak itu, tiba-tiba menjulurkan lidahnya dan semakin memanjang seperti ular, dan terlihat menjilat-jilat lehernya yang terluka, ajaib ! dengan sekali jilat saja lehernya kembali menyatu, dan ujung lidah itu terus bergerak-gerak mencari bagian-bagian tubuhnya yang terluka, termasuk ke bagian perutnya yang terkoyak, lagi-lagi perut yang terbelah itu kembali menutup, hingga akhirnya bangkit dari "tidur"nya, segera saja sang Datuk memberikan segelas air minum dan menyuruhnya untuk beristirahat.
***

Dua Bulan Berselang aden hidup di tengah masyarakat Dayak, dengan kehidupan yang serba primitif dan berkali-kali menangis karena tak tahan dengan keterasingan yang melanda, namun disisi lain, aden merasa sangat dihormati dan dilayani bak seorang raja.
"Datuk, memangnya ada apakah di luar sana hingga ulun kada dibulihakan bulik ?" tanya aden suatu hari.
"suku kami sedang ada perang, di luar, suku kami sedang diganggunya, kami sedang baku bunuh dengan, tetaplah di sini, ikam aman kala, kaina ikam jua mahu kami bulikakan jua,?"
"perang.....?"
"hi'ih"(iya)
"kenapa ulun kada dibunuhnya Datuk?"
"ikam lain nang kami cari,"
"apa masalahnya Datuk?"
"mustinya ketika ikam di mana bumi berpijak langit nang ikam junjung, mun pun ikam nang macam-macam kaya bubuhannya, ikam nang kami timpas, kami bunuhnya" (jika pun kamu yang macam2 sama kami, tentunya kamu yang kami tebas, kami bunuh)

Jawaban-jawaban Datuk Maluna cukup singkat dan penuh makna, aden menyimpulkan bahwa, di mana pun kita singgah, harus menghormati adat istiadat setempat kalo mau selamat.
"kapan, ulun kawa bulik Datuk?" (kapan saya bisa pulang Datuk?"
"kaina mun sudah habis musuh kami bunuhnya,"
***

Tiga Bulan Sudah,
Datuk Maluna dan Alban serta kawan-kawan dan puluhan warga suku mengadakan upacara kepulangan aden, tak terasa air mata menetes di pipi, betapa terharu aden mendapat suatu perlakuan yang teramat sangat berlebih menurut aden, tapi itulah mereka, aden salut. Diberinya aden sebuah kalung adat dan sebuah Mandau Batu (pedang sepanjang satu meter yang bersifat elastis dan sangat tajam hingga mampu memutuskan paku yang ditancapkan pada sebatang kayu). Berhias rumbai-rumbai dari tulang-tulang kecil, hmmm.. Sangat indah.
Diantarnya aden ketepi sungai pada sebuah sampan yang berjejer, lambaian tangan dari warga suku laki-laki dan perempuan membuat airmata aden kembali berlinang haru.

Diiringi tiga sampan aden dibawa menyusuri sungai yang cukup panjang, di sepanjang menyusuri sungai, aden selalu mendengar kicauan burung-burung yang bercicit dengan suara indah, namun aden merasa aneh, sepanjang sungai kicauan burung itu selalu saja terdengar seperti terus mengikutinya, kurang lebih dua jam berselang kami tanpa obrolan, namun dengan rasa penasaran akan suara burung yang terus mengikuti itu, aden pun membuka obrolan dengan bertanya pada Alban,
" utuh, suara burung apa itu kah, kaya nang mangikuti haja lawan ulun?'
(abang suara burung apakah itu, yang seperti terus mengikutiku?)
"itu lain burung mas, tapi kawan ulun"

Lalu Alban mengambil semacam peluit yang terbuat dari semacam bambu kecil dari dalam kantong kecil di pinggangnya dan segera meniupnya, sangat indah suara tiupan dari mulut Alban dan sama persis bunyinya seperti yang ada di atas pohon-pohon itu, sejenak Alban menujukkan telunjuknya ke atas pohon di pinggir sungai, aden tersenyum, nampak seseorang sedang bertengger di atas dahan dengan busur panah dan lengkap dengan gendongan anak panahnya, seraya melambaikan tangannya.
Aden menyimpulkan, betapa banyak para peniup itu, sepanjang pesisir sungai yang aden lalui. Tidak terlihat. hmmm benar-benar persembunyian yang sangat sempurna, kata aden dalam hati.

Menjelang sore sampan berhenti sejenak di pinggiran sungai untuk sekedar istirahat. Aden diperlihatkan sebuah pohon cabe raksasa yang menakjubkan, nampak sama persis dengan pohon cabe berukuran sangat besar, rimbun dan penuh dengan buah cabenya yang ranum dan berbuah sangat lebat hampir sama banyak dengan dedaunannya, ditengah kekagumanya aden bertanya kepada Alban,
"wah, hebat sekali, bujur itu adalah pohon cabe kah, aneh, kayapa pang kawa kaya itu????"
"bujur, itu pohon cabe, tapi cabe nang kada kawa dimakan mas, itu buah cabe beracun, monyet jua kada mahu mamakannya, mun dimakannya ikam kawa mati"
***

Sepanjang malam aden berenam kembali berlayar menyusuri sungai,
Hingga tertidur.

Hingga pagi hari aden terbangun karena mendengar panggilan Alban, memberitahukan bahwa jika ingin melihat sebuah pulau ajaib bangunlah.
Aden diperlihatkan sebuah pulau kecil nun berjarak lumayan jauh, namun masih nampak bentuk-bentuk pohonnya, nampak pula beberapa orang wanita yang berdiri memandangi kami meski jaraknya lumayan jauh, Alban dan kawan-kawan segera berdialog dengan bahasa Dayak yang aden tak mengerti.
Diberitahukan bahwa itu adalah sebuah pulau aneh yang angker serta ajaib, karena hanya bisa muncul dan terlihat setiap sembilan bulan sekali, sebuah pulau yang dihuni oleh semua penduduknya wanita, konon katanya, jika ada laki-laki yang berani singgah ke sana, tidak akan selamat alias dicincang-cincang dan dimakan oleh para wanita itu. Hmmm aden penasaran akan hal yang satu ini.

Menurut Alban, pulau itu bernama Pulau Kelabang, dinamakan kelabang karena bentuk pulau yang memanjang dan nampak bergerigi dan berbentuk seperti seekor kelabang jika dilihat dari atas udara, dan dihuni oleh para wanita sihir. Mereka akan menjadikan laki-laki yang kebetulan terdampar di sana sebagai pejantan untuk meneruskan keturunannya selama sembilan hari dan kemudian dibunuh serta dimakan oleh mereka, lalu wanita-wanita yang berhasil hamil akan menunggu kelahiran anaknya, konon katanya, jika bayi yang terlahir adalah laki-laki, maka akan langsung dibunuh dan dimakan, akan tetapi, jika bayi yang terlahir adalah perempuan maka akan dibiarkan hidup, karena mereka hanya menginginkan jenis kelamin perempuan saja.
***
Sampailah aden pada sebuah ceruk sungai pada sore harinya lagi, dan menginap di sebuah perkampungan kecil yang di huni sekitar limabelas orang saja, dan semuanya laki-laki, dipondokkan kecil aden tertidur hingga pagi bersama Alban.

Hingga pagi harinya aden melakukan perjalan menyusuri hutan hingga sekitar jam dua siang, sampailah aden disebuah pangkalan ojeg dan diantarnya hingga ke daerah yang bernama Kereng Pange, sepanjang perjalanan ojeg, aden menyaksikan hampir seluruh kampung telah hancur berantakan, dan bekas rumah-rumah terbakar di mana-mana, hmm Kalimantan membara, ucap aden dalam hati. Setelah menempuh perjalanan kurang lebih dua jam.
Aden sangat lega dapat berkumpul dengan seorang sahabat sesama suku, dan langsung dibelikan tiket kapal menuju Pulau Jawa.
***

Esok harinya, aden menuju Pelabuhan Sampit dan menunggu kapal datang,
***
Tak terduga, beberapa menit dalam labuhan kapal, petugas kapal mengadakan razia senjata tajam, seluruh barang-barang bawaan penumpang digeledah, dan barang siapa ketahuan membawa senjata tajam ke atas kapal maka ditangkapnya, menyadari hal itu, aden bertindak cepat, cepat-cepat aden mengambil Mandau pemberian Datuk Maluna dan aden membawanya berlari keluar kapal dan dengan perasaan sedih tak menentu, aden membuangnya ke laut. Maafkan ulun Datuk, Mandaunya ulun buang,,,, hikz,,, dan yang tersisa hanyalah sebuah kalung antik yang hingga kini aden simpan sebagai kenang-kenangan.
Sampailah aden di tanah Jawa dengan selamat.

Demikian sahabat, sebuah kisah yang aden alami di Pulau Kalimantan pada tahun 2001, dan sulit untuk terlupa.
Terima kasih sudah sudi menyimak. Dan aden TEGASKAN bahwa ini hanya sebuah kisah, dan isi di dalamnya perihal Minyak Bintang, aden tidak menyarankan untuk mempercayainya. semuanya terserah kesimpulan Anda, tetaplah dalam keteguhan iman dan Islam, laa haulaa walaa quwwata ilaabillaah..
Thanks

=====THE END =======
Diposkan oleh Ishaqul Huda di 11.45
Tidak ada komentar:

POSTED BY : Andy Suprianto II

Sabtu, 30 Maret 2013

KULAT ALUNG (JAMUR HUTAN)

kulat alung (jamur hutan) adalah sejenis jamur yang tumbuh liar dihutan-hutan tuana tuha pada musim hujan.
Kemunculan jamur ini biasanya ditandai dengan hujan yang turun berturut-turut sampai beberapa hari..
Secara umum jamur ini tumbuh pada gundukan tanah tinggi yang biasa disebut warga temposo..
jamur ini terkenal sangat enak dan tidak beracun,namun sayang sampai sekarang tak seorang pun tahu cara pengembang biakannya..






Kamis, 28 Maret 2013

LANGA KUYANG (MINYAK KUYANG)



Langa Kuyang atau minyak kawiyang/minyak kuyang adalah salah satu bentuk pesugihan ilmu hitam di kalimantan berupa minyak didalam cupu (guci) kecil yang mempunyai sejarah panjang mengiringi peradaban suku-suku di tanah kalimantan.Minyak ini masih banyak diburu orang untuk berbagai keperluan.Karena termasuk ilmu hitam,minyak ini hanya beredar dikalangan tertentu saja.

Di tanah Kalimantan,Langa Kuyang atau kawiyang sangat terkenal,sampai-sampai banyak orang yang mencari benda langka ini kepelosok-pelosok pedalaman.Selain sebagai pesugihan,Langa Kuyang ini juga ditengarai dapat membuat pemiliknya awet muda dan beberapa kegunaan lainnya.Apabila kita memiliki langa kuyang asli para pencari itu sanggup membeli dengan harga sampai miliaran rupiah.
Minyak kawiyang memiliki nama berbeda disetiap wilayah kalimantan, ada yang menyebutnya Langa Kuyang, ada juga yang menamainya sebagai minyak sumbulik.hingga saat ini, asal Langa Kuyang tidak diketahui, karena tiap wilayah di kalimantan memiliki “produksi” sendiri. Yang terkenal adalah “produksi” dari pegunungan kinabalu (pedalaman kalimantan utara, malaysia timur), walaupun terdapat juga di banyak wilayah kalimantan timur.

Ada cerita yang melatar belakangi asal muasal Langa Kuyang ini.Ketika jaman dahulu pernah hidup seorang janda cantik dengan empat orang saudaranya, dengan nama CAMARIAH, DANDANIAH, TAMBUNIAH dan URANIAH. Paras wanita ini semakin lama semakin bertambah cantik, namun tidak ada satupun para lelaki yang langgeng membina rumah tangga dengan mereka. Karena setiap kali dinikahi, tak berapa lama pasti akan bercerai.Ketika Janda Cantik ini hendak meninggal dunia, datanglah 99 lelaki yang pernah menjadi suaminya.Para suami tersebut menangis dan merasa bersalah karena telah bercerai dan meninggalkannya.

Ketika suasana sedih tersebut, ada suara gaib yang membisikkan bahwa wanita yang akan meninggal memiliki cupu alias guci kecil yang berisi minyak untuk dibagi-bagikan kepada 99 orang lelaki tersebut untuk kenang-kenangan.Suara gaib tersebut membisikkan juga bahwa minyak dalam guci tersebut memiliki khasiat.Setelah itu, 99 lelaki tersebut membawa minyak dalam guci kecil tersebut ke kampung mereka masing-masing dan akhirnya tersebar kemana-mana hingga kini.
MINYAK DALAM CUPU TERSEBUT KEMUDIAN OLEH PENDUDUK DINAMAKAN LANGA KUYANG,MINYAK KAWIYANG, MINYAK SUMBULIK ATAU MINYAK KUNYANG.
Langa Kuyang tersebut memiliki lima macam warna dan berbeda juga khasiatnya. Langa Kuyang pertama berwarna hitam,khasiatnya untuk ilmu kebal,tahan terhadap tebasan benda tajam atau tertembak peluru musuh.Khasiat lainnya,adalah pemiliknya dapat menghilang dengan cepat dan tanpa jejak.

Langa Kuyang kedua berwarna merah,khasiat yang dimilikinya adalah untuk ilmu meringankan tubuh, dapat berlari cepat secepat kilat,dan dapat memanggil dan memerintahkan para jin untuk mengikuti perintah yang diberikan si empunya Langa Kuyang merah ini.
Langa Kuyang ketiga berwarna hijau,dengan khasiat dapat membuat dan mengirimkan ilmu santet, teluh, atau parang maya kepada orang lain yang dikehendaki.
Minyak berwarna hijau ini juga dapat dipakai sebagai minyak untuk awet muda.Minyak ini pula yang dipakai oleh PAJET NANGELAN (hantu kuyang/leak/palasik) untuk memotong leher,memisahkan kepala dari tubuhnya lalu terbang dengan usus yang terburai untuk mencari mangsa.

Langa Kuyang keempat berwarna kuning,khasiatnya sebagai pelet untuk memikat/menundukkan hati lawan jenis supaya dapat jatuh cinta dan mengikuti keinginan si pemilik Langa Kuyang ini.Caranya cukup dengan mengoleskan ke ujung jari,kemudian digosok-gosokkan ke telapak tangan,untuk selanjutnya dikenakan kepada wanita yang dimaksud.
Langa Kuyang kelima berwarna putih,khasiatnya sebagai pelarisan alias sebagai sarana untuk mendatangkan uang secara gaib.
Caranya,uang yang hendak dibelanjakan terlebih dahulu dioleskan minyak tersebut. Ketika sudah dibelanjakan, secara gaib uang tersebut akan kembali lagi kepada pemiliknya.Agar mendapatkan uang yang banyak,biasanya uang yang telah dioleskan uang tersebut dibelanjakan untuk membeli emas.Uangnya kembali dan emasnya dapat dijual kembali.

Semua jenis Langa Kuyang tersebut dijaga oleh jin masing-masing. Konon, Langa Kuyang berwarna hitam dijaga oleh jelmaan jin wanita janda. Sementara, minyak-minyak lainnya dijaga oleh jin jelmaan saudara wanita janda yang masing-masing bernama camariah, dandaniah, tambuniah, dan uraniah.

Selain itu, setiap waktu tertentu, biasanya setiap tahun,Langa Kuyang tersebut harus diberi makan berupa sesaji sesuai fungsinya masing-masing.
Langa Kuyang berwarna hitam tiap tahun harus makan darah ayam hitam atau cemeni dan nasi ketan.
Langa Kuyang berwarna merah dan hijau selalu menginginkan darah yang berasal dari jari manis manusia dan air tebu merah.
Kalau Langa Kuyang berwarna putih dan yang berwarna kuning setiap waktunya akan meminta serbuk emas.

Tempat meletakkan Langa Kuyang ini pun tidak sembarangan, karena harus diletakkan dalam ruangan yang tidak terdapat cermin atau kaca dan harus ada lubang besar terbuka.Langa Kuyang biasanya ditempatkan dalam wadah sebuah guci kecil yang dikenal dengan nama cupu.Cupu ini pun bukan sembarang cupu, karena harus cupu yang retak seribu alias cupu yang telah berusia puluhan tahun.Minyak ini jika diambil oleh seseorang tanpa izin pemiliknya,maka pada malam hari pasti akan kembali ketempat semula.Konon langa kuyang ini wujudnya seperti lendir.Jika kita tuangkan pada tempat lain maka ia akan keluar tetapi tidak terputus/terpisah dari cupu asalnya.Oleh karena itu Jika kita ingin meminta atau sang pemilik mau membagi langa kuyang ini,maka untuk memisahkan dari cupu asalnya,saat dituang harus dipotong dengan pisau atau gunting yang terbuat dari emas murni.

Adakah diantara pembaca yang memiliki langa kuyang??,,jika ada syaratnya harus asli..bersiaplah anda bakal kaya….

Sabtu, 23 Maret 2013

HANTU HUTAN YANG MENJADI MITOS DI TUANA TUHA



Bengsi
  Bengsi merupakan sosok hantu wanita yang konon menurut cerita orang tua zaman dulu merupakan hantu yang berdiam dalam hutan-hutan tertentu.Ada pun asal-muasalnya makhluk ini adalah manusia biasa yang meninggal dalam keadaan masih hamil,dikubur dalam hutan tanpa nisan dari suku-suku yang memang berdiam dalam hutan.Mereka sebelumnya hidup primitif dan tak mengenal agama.Tidak semua orang yang meninggal dalam keadaan hamil jadi bengsi,peristiwa semacam itu hanya terjadi pada zaman dulu.Jenis hantu bengsi memangsa manusia dengan cara mencabik-cabik lalu mengisap darah korbannya.Hantu Bengsi masih ada hingga kini dihutan-hutan pedalaman yang jarang dijamah manusia.Penggambaran sosok bengsi seperti wanita telanjang yang membawa bayi.Anehnya bayi itu tidak digendong,melainkan masih melekat di rahimnya dengan tali pusat yang menempel pada bayi itu..
 
  Jika bertemu manusia,maka bayi itu akan dicabut lalu dilemparkannya.Bila mengenai sasaran/tubuh korbannya maka bayi itu akan lengket dan berpegangan dengan sangat kuat,hingga tak bisa dilepaskan.Saat itulah si ibu (bengsi) akan menarik korbannya dengan tali pusat yang berfungsi sebagai tali tadi,lalu memangsanya.
 
 Berbeda dengan hantu-hantu pada umumnya,kemunculan makhluk ini tak mengenal siang atau malam.Beberapa saksi yang pernah bertemu langsung atau hanya sekedar mendengar cekikikan tawanya lebih sering terjadi pada siang hari.Tidak semua orang yang masuk hutan biasanya bertemu bengsi,hanya orang-orang yang bernasib sial atau memang sengaja menantang/berlagak angkuh atau melanggar pantangan.
 
 Menurut cerita bila kita masuk hutan lalu ketemu darah-darah yang berceceran diatas daun kering merupakan tanda  bahwa bengsi ada disekitar tempat itu.Sebagaimana layaknya orang yang baru melahirkan kemana pun pergi darah pastinya akan menetes dan berceceran.Bengsi akan sangat malu jika ada manusia yang melihat darahnya itu.Untuk keamanan bila kita kebetulan menemukan darah tersebut segera menutupinya dengan daun.Bagi yang membiarkan maka orang itu pasti akan jadi korbannya.Selain itu juga keberadaan bengsi dapat di ketahui dari suara tawa melengking seperti wanita menjerit.Itu semua merupakan peringatan agar kita tidak melanjutkan perjalanan lebih jauh kedalam hutan tersebut,karena merupakan daerah kekuasaanya.
 
 Konon orang-orang tua zaman dulu jika akan memasuki hutan selalu membawa rokok dan api,atau buah kemiri sebagai perlindungan jika ketemu dengan makhluk tersebut.Adapun fungsinya api dan rokok merupakan barang yang ditakuti bengsi,karena orang yang sedang merokok bagi bengsi seperti orang yang memakan api,sehingga ia akan menjauh pergi.Lain halnya dengan buah kemiri,bila kebetulan kepergok bertemu bengsi dan tidak ada kesempatan melarikan diri maka langkah terakhir adalah melemparkan buah tersebut kearah bengsi.Bengsi akan sangat senang dan akan bermain main dengan buah itu,bengsi sendiri menganggap kemiri bukan sebagai buah,tetapi terkesan merupakan buah pelir laki-laki.Saat bengsi sedang asyik bermain itulah kesempatan bagi seseorang untuk kabur.

Cerita yang menarik dari dari almarhum nenekku,.
“Suatu ketika ada orang tua yang akan mengambil rotan dalam hutan.Letaknya cukup jauh dari perkampungan.Saat memasuki jauh kedalam hutan orang tua tersebut menemukan darah-darah yang berceceran didaun-daun kering,namun ia membiarkanya saja.Beberapa saat kemudian terdengar olehnya suara tawa cekikikan yang nyaring.Tak berapa lama makhluk itu muncul tidak jauh dari hadapannya.Karena sangat takut maka orang tua itu pun memalingkan badan untuk berlari,namun kalah cepat dengan bengsi yang sudah menarik bayi dari kemaluanya dan melemparkan kearah orang tua tersebut.Beruntung lemparan tersebut mendarat pada BERANGKA (keranjang rotan sikut) yang dibawa oleh tua tadi dan melekat dengan sangat kuat.Terjadilah tarik menarik antara bengsi dan orang tua itu.Karena kewalahan akhirnya orang tua itu melepaskan berangkanya.Karena sangat kuatnya tarikan,bayi  dan berangka itu bersamaan terlempar kedalam sungai kecil,tenggelam didalam air.Si ibu berusaha menariknya namun bayi itu keburu m
 Dari cerita tersebut dapat kita simpulkan bahwa bengsi mungkin adalah sejenis makhluk hidup yang juga membutuhkan udara untuk bernapas dan bisa dibunuh,.Makhluk itu satu nyawa dengan bayinya,jika salah satu mati,maka yang lain juga akan mati,..






Hantu Besar

   Hantu besar adalah sebutan warga Tuana Tuha untuk jenis hantu yang berdiam didalam hutan yang ukuran tubuhnya tinggi dan sangat besar.Dalam bahasa tuana kata “besar” berarti “sangat besar”,sdangkan untuk menyebut sesuatu dengan ukuran besar normal biasanya disebut “pore” yang artinya “besar” saja.



  Hantu besar digambarkan sebagai sosok yang menyeramkan,dengan tubuhnya berbulu lebat seperti orang utan,mempunyai 2 buah taring dimulutnya.Selain itu hantu besar juga memakan manusia.Hantu besar merupakan jenis hantu yang dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan,misalnya ketika berada dihutan belantara yang ditumbuhi pohon-pohan tinggi,maka hantu besar akan setinggi pohon-pohon itu,namun jika berada disemak belukar,maka ia persis seperti tinggi manusia biasa.Hantu besar juga dapat berubah rupa seperti pohon,orang tua,bahkan anak kecil.

  

  Tidak setiap hutan ada hantu besarnya,dan juga tidak semua orang dapat bertemu dengan hantu besar itu.Hantu besar umumnya tinggal pada hutan lebat yang belum pernah terbakar.Ada pun orang-orang yang bertemu hantu besar,bisa karena sial atau  hanya karena mereka melanggar pantangan,misalnya bersiul dalam hutan,atau memang sengaja menyebut-nyebut hantu besar.

  Menurut cerita orang kemunculan hantu besar lebih sering pada malam hari,atau menjelang sore hari.Bila didalam hutan tiba-tiba tercium bau seperti pohon lapuk terbakar,sedangkan kita tak melihat adanya asap atau api,berarti disekitar tempat itu ada hantu besar.Kedatangannya sering kali tak terduga,dan tiba-tiba saja berdiri melangkahi kita.Apabila kita melanggar pantangan biasanya kedatangannya ditandai suasana lengang,tak ada suara-suara binatang,lalu terdengar  suara seperti pohon-pohon roboh.Dalam sekejap saja sesuatu yang hitam,tinggi dan berbulu akan berdiri diatas kita.

  Hantu besar paling takut dengan api.Oleh karena itu orang-orang tua zaman dulu kalau masuk dalam hutan tidak lupa membawa rokok dan api.Ada juga mantra tertentu yang biasanya digunakan untuk mengusir hantu besar.




       Banyak cerita yang berkembang dimasyarakat tentang keberadaan hantu besar ini.Dan berikut merupakan salah satu cerita dari ibuku.
    
   “Diceritakan pada suatu sore seorang kakek pulang dari memeriksa perangkap ikan berupa bubu disebuah rawa yang luas,saat itu musim air surut,sehingga perahu kecilnya seringkali susah didayung Karena harus melewati lumpur yang sedikit airnya,terpaksa perahu kayu itu pun ditarik dengan susah payah.

   Ketika suasana hampir gelap tercium bau seperti batang pohon lapuk yang terbakar,dalam sesaat telah berada didepan orang tua itu seorang anak kecil.Sebagai orang yang sudah tua,si kakek dapat menduga dalam hati bahwa yang dihadapannya bukan manusia biasa,melainkan hantu besar,dan mustahil juga ada anak kecil di rawa-rawa yang jauh dari kampung itu pada sore hari,namun demikian si kakek berusaha tenang,tidak perduli dan tetap menarik perahu kecinya.Sampai akhirnya anak kecil itu menawarkan diri untuk membantu si kakek menarik perahunya,si kakek hanya mengangguk.
    
   Tanpa banyak bicara lagi anak kecil itu menarik perahu dengan sangat kuatnya hingga perahu itu seakan melesat melewati tanah berlumpur hingga sampai ditempat yang diinginkan si kakek.Semakin yakinlah si kakek bahwa anak kecil itu adalah hantu besar.Ketika si kakek memasukkan beberapa ekor ikan untuk dibawa pulang tak lupa dia menawarkan pada anak kecil itu,si anak tadi menggeleng lalu berbicara,”kek bolehkah saya mengemut kepala kakek yang gundul ini,sejak tadi saya pengen,kelihatannya manis sekali”katanya sambil sesekali lidahnya keluar.Sikakek terperanjat dan ketakutan.Mulailah si kakek mengeluarkan rokoknya,lalu berkata “boleh saja,tapi kakek mau merokok dulu,setelah selesai silakan kau kulum kepala kakek”

   Dengan sedikit gemetar sikakek menyulut rokoknya dengan api,menghisap asapnya dengan santai.Melihat semua itu anak kecil tersebut terperangah,mulai mundur…”wahhhh kakek hebat sekali berani makan api tapi tak terbakar”,katanya sambil berlari menjauh,.

Saat itu si kakek dapat menyaksikan dengan jelas makhluk tersebut berlari seakan tidak kelihatan karena sangat cepatnya,namun padang rumput yang dilewatinya anak kecil itu seperti tergusur.Ketika mencapai pepohonan,terdengar seperti suara dahan-dahan patah dan pohon tumbang dikejauhan.Seakan dilewati sesuatu yang  amat besar”.



   Pesan dari orang tua zaman dulu bahwa kalau kita ke hutan harus membawa api,karena hantu-hantu yang ada dalam hutan paling takut dengan nyala api.Kalau kita pikir-pikir ada benarnya juga masuk hutan membawa api,karena dalam hutan banyak bintang buas dan nyamuk,makhluk-makhluk itu juga akan menjauh bila ada asap atau api..





Hantu Belau

Hantu belau atau disebut “Belau” saja,oleh orang Tuana Tuha,termasuk jenis hantu hutan.Belau bukanlah hantu pemangsa manusia.Belau senang bermain-main dipinggir sungai atau rawa sambil mencari ikan sebagai makanan pokoknya.Menurut cerita belau senang mandi sambil bermain-main air layaknya anak kecil.Oleh karena itu bila kita menemukan jejak kaki di pinggir sungai berpasir atau rawa-rawa yang berlumpur seperti kaki anak-anak,maka dapat dipastikan itu adalah jejak kaki belau.Apalagi jari-jari kakinya hanya ada empat saja.Tidak seperti manusia betis belau menghadap kebelakang.



Dari penelusuran penulis pada cerita orang tua-tua,Belau adalah hantu nakal yang kerjanya menyesatkan manusia jika berada dalam hutan.Hingga saat ini dipercaya warga hantu belau masih ada dihutan-hutan pedalaman.Wujud belau sebenarnya seperti anak kecil berumur 5 tahun namun mempunyai wajah seperti orang yang sudah tua dengan rambut berwarna merah.Makhluk ini ada yang sendirian,ada juga yang berkelompok.Biasanya ia mempunyai banyak teman bermain sesamanya.Terdiri atas laki-laki dan perempuan layaknya manusia.Oleh karena itu ada yang menyebut belau ini sebagai jenis manusia kerdil(kurcaci).Namun demikian Belau dapat merubah wujud seperti manusia biasa.Untuk membedakannya dari manusia biasa dapat dilihat dari garis dibawah hidungnya.Bila tidak punya garis selayaknya manusia,itu berarti hantu belau.Hal inilah yang sering membuat orang tertipu karena belau dapat menyerupai orang-orang yang kita kenal.Lalu mengajak untuk masuk jauh kedalam hutan hingga orang yang diajak benar-benar tersesat.

Apalagi kalau si orang tersebut memang tersesat maka akan tambah disesatkan kearah berlawanan dari asal datangnya.Sering belau ini meniru suara seseorang dengan menyahuti jika orang yang tersesat memanggil-manggil nama temannya yang terpisah.Makin sering memanggil dan berteriak,belau pun makin sering menyahut seakan meminta agar menyusuri arah suara,sehingga orang yang tersesat tambah sesat dan berhari-hari berputar ditempat itu-itu juga.

Tidak hanya didalam hutan,belau juga bisa menyesatkan orang yang ada diperkampungan,korbannya kebanyakan anak kecil.Biasanya belau akan berubah wujud menjadi ayah,ibu,kakak,adik,atau orang yang dikenal oleh si anak.Lalu ia akan mengajak anak tersebut untuk masuk dalam hutan.Biasanya kejadian semacam ini terjadi pada sore hari.Si anak akan dibujuk masuk hutan dengan alasan mencari burung atau buah.Setelah masuk jauh dalam hutan sampai malam belau tidak akan mengantarnya pulang,tetapi meninggalnya sendirian disebuah pokok pohon besar sampai si korban ditemukan orang-orang yang mencarinya.Entah mana yang benar,Cerita lain menyebutkan,korban sebenarnya dikembalikan oleh belau,tapi disembunyikan dibalik pintu,dikolong tangga atau tempat tersembunyi lainnya.Korban yang ditemukan dari “penculikan” belau sering kali seperti orang yang kehilangan kesadaran.Dalam beberapa saat ia tidak mengenali orang tua mau pun saudara-saudaranya,dan sangat ketakutan.Seluruh tubuh korban penuh dengan lendir yang konon merupakan jilatan belau.Jari-jari tangannya seperti dianyam,namun dapat dikembalikan seperti mula setelah di rendam dengan air hangat.Bila dalam 3 hari orang yang disembunyikan tidak ditemukan maka akan selamanya hilang dibawa belau kealamnya.Oleh karena itu hingga sekarang orang tua menakut-nakuti anaknya agar tidak bermain-main pada sore hari saat keadaan remang-remang,khawatir dilarikan atau disembunyikan  belau kedalam hutan.


Sebuah cerita dari ibuku tentang korban yang pernah di culik belau….
“Suatu sore seorang anak kecil bermain petak sembunyi (petak umpet) dengan teman-temannya.Keadaan waktu itu sudah hampir gelap.Ketika permainan berakhir anak-anak pun pulang kerumah masing-masing.Ketika itu seorang ibu panik karena anaknya hilang entah kemana.Semua teman sepermainannya pun ditanyai.Salah satu anak berkata bahwa ia melihat anak tersebut setelah selesai bermain diajak kakaknya kehutan.Anehnya si kakak yang dimaksud saat itu masih ada dirumah.

Beberapa warga yang ikut dalam pencarian itu memperkirakan bahwa si anak kemungkinan besar dibawa pergi oleh belau.Akhirnya pencarian kedalam hutan pun dilakukan oleh keluarga anak tersebut bersama warga lain.Semalam suntuk mereka mencari keberadaan si anak.Mereka berteriak didalam hutan malam itu sambil memanggil-manggil namanya.Namun sampai jauh kedalam hutan tidak ada jawaban juga.Bahkan sampai pagi hari pencarian itu dilakukan,tidak juga membuahkan hasil.Walau masih dalam suasana sedih kehilangan pencarian pun dihentikan.

Karena masih belum puas juga pihak keluarga si anak pun melakukan pencarian sendiri.Sampai tengah hari si anak tidak ditemukan.Akhirnya tanpa sengaja dengan terkejut ibu dari si anak menemukan anaknya itu dibalik pintu.Tubuhnya kotor,berlendir dan gemetar menggigil ketakutan.Bahkan ayah dan ibunya sendiri pun tak dikenalinya.Ramailah orang-orang berdatangan.Tak ketinggalan juga dukun kampung.Oleh dukun kampung itu si anak dimandikan air hangat untuk menghilangkan lendir ditubuhnya.Kemudian dibacakan mantra-mantra tertentu hingga si anak benar-benar sadar.
Setelah sadar si anak menceritakan bahwa kemarin sore ia diajak oleh kakaknya untuk mengambil buah dihutan.Setelah itu ia tidak ingat apa-apa lagi.

Menurut tetua kampung saat itu bahwa yang menyerupai kakak dari si anak tersebut diyakini sebagai hantu Belau.Masih menurut cerita mereka,apa yang dilakukan belau itu umumnya “terbalik”.Dalam arti Korban seperti dibawa kedalam hutan,padahal tidak.Biasanya korban hanya disembunyikan di balik pintu,lemari,kolong tempat tidur atau dibawah tangga rumah…


Nb:
Penulis menyadari sepenuhnya tidak bisa menjamin kebenaran cerita ini karena ada banyak versi yang berkembang.Percaya atau tidak,yang pasti cerita semacam ini sejak zaman dahulu sudah ada ditengah-tengah masyarakat pedalaman,dan diturunkan dari generasi kegenerasi berikutnya.
Tentang kapan waktunya,penulis tidak tahu,..