~Saat kita menolong orang lain » pada saat yang sama kita sedang menolong diri sendiri.
~Apa yg kita lakukan utk orang lain, sebenarnya kita sedang melakukan utk diri kita sendiri.
•Inilah rahasia kehidupan yg tersembunyi bagi banyak orang.
» Bukan krn mereka tidak melihat kebenaran ini, tapi krn mereka tidak mempercayainya.
Krn itu banyak orang lebih berbahagia menerima daripada memberi, lebih suka ditolong daripada menolong.
Hidup hanya berpusat kepada diri sendiri.
Seorang buta sedang berjalan dg tongkatnya di malam hari.
Tangan kanannya memegang tongkat sementara tangan kirinya membawa lampu.
Pemandangan ini cukup mengherankan bagi seorang pria yg kebetulan melihatnya.
Supaya tidak penasaran, pria itu bertanya, "Mengapa anda berjalan membawa lampu?"
Dg heran pria itu bertanya lagi, "Tapi..bukankah anda buta & tetap tidak bisa melihat jalan meski ada lampu penerangan?"
Orang buta itu tersenyum sambil menjawab, "Meski saya tidak bisa
melihat, orang lain melihatnya. Selain membuat jalanan menjadi terang,
hal ini juga menghindarkan orang lain utk tidak menabrak saya."
»Disaat kita melakukan sesuatu utk orang lain, sebenarnya kita sedang melakukan sesuatu utk diri kita sendiri.
Kita diingatkan utk tidak jemu2 berbuat baik.
Ini sebuah rahasia kehidupan utk hidup yg penuh berkah, berkelimpahan & bahagia.
Meski demikian, rahasia kehidupan ini tersembunyi bagi orang2 yg egois,
kikir, pelit & melakukan sesuatu berdasarkan apa yg untung bagi
dirinya sendiri.
"APA YANG KITA LAKUKAN UTK ORANG LAIN, SUATU SAAT PASTI AKAN KEMBALI KEPADA KITA.
.
✵ Gula pasir memberi rasa manis pada kopi, tapi orang menyebutnya kopi manis, bukan kopi gula.
.
✵ Gula pasir memberi rasa manis pada teh, tapi orang menyebutnya teh manis, bukan teh gula.
Seorang laki laki pada suatu hari pergi ke tukang cukur untuk memangkas rambutnya yang sudah mulai menutupi bahu dan telinganya.
Ketika sedang mencukur rambutnya, si tukang cukur mengajukan sebuah pertanyaan iseng kepada laki laki itu.
"Pak, apakah Bapak termasuk orang yang percaya tentang adanya Tuhan
atau tidak?" tanya si tukang cukur dengan maksud menghibur dan
menghilangkan kejenuhan pelanggannya.
"Oh, tentu saja. Tidak perlu diragukan lagi. Saya termasuk orang yang
sangat yakin akan adanya Tuhan yang menciptakan manusia dan makhluk
hidup lainnya," jawab si bapak dengan mantap.
"Kalau saya kebalikannya, Pak. Saya termasuk orang yang tidak percaya dengan keberadaan Tuhan," sahut si tukang cukur.
"Lho, mengapa kamu meragukan keberadaan Tuhan? Apakah kamu pernah
memiliki pengalaman pahit dengan Tuhan?" tanya si pelanggan penasaran.
Sebelum menjawab pertanyaan tersebut, si tukang cukur mengajak
pelanggannya untuk menoleh keluar jendela tempat seorang pengemis kotor
tengah mengais-ngais sisa makanan di bak penampungan sampah.
"Coba Bapak lihat pengemis itu!" pinta si tukang cukur, "Jika Tuhan
memang benar benar ada, mana mungkin Dia membiarkan pengemis itu
kelaparan. Lalu, di mana sifat Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang
itu?"
Si bapak yang tengah dicukur itu agak sulit membantah
penjelasan si tukang cukur yang sekilas tampaknya masuk akal. Dan si
tukang cukur tersenyum bangga dengan penuh kemenangan karena argumennya
bisa mematahkan pendapat pelanggannya itu.
Setelah selesai
memangkas rambut dan membayar ongkosnya, si bapak bangkit dari tempat
duduknya dan melangkah menuju pintu keluar. Namun, tiba tiba ia
menghentikan langkahnya ketika dari balik pintu ia melihat seorang laki
laki yang tidak waras dengan wajah brewokan dan rambut gondrong tidak
terurus. Ia pun cepat cepat kembali menemui si tukang cukur.
"Mas, ternyata saya baru tahu bahwa di dunia ini tidak ada tukang cukur," kata si pelanggan menyindir.
"Baru saja saya selesai mencukur rambut Bapak, bagaimana mungkin Bapak
mengatakan bahwa tukang cukur itu tidak ada," bantah si tukang cukur.
Alih alih menjawab, si bapak mengajak si tukang cukur keluar pintu untuk melihat orang gila yang masih berdiri di sana.
"Kalau memang tukang cukur itu ada, mengapa ada orang yang rambutnya tidak terurus seperti itu?" Si bapak balik bertanya.
"Ha... Haa... Haaa... Bapak ini bisa saja. Itu bukan karena tukang
cukurnya yang tidak ada, tetapi merekanya yang tidak mau datang dan
minta tolong kepada saya," ungkap si pemangkas rambut.
"Kalau begitu, apa bedanya dengan pertanyaan Anda tentang keberadaan Tuhan tadi?"
"Kalau begitu skor kita satu satu ya, Pak!" kata si tukang cukur.
"iya memang sekarang ini banyak orang yang sombong tidak mau mengenal
Tuhannya, tidak mau datang minta petunjuk-Nya dan tidak mau minta
pertolongan pada-Nya" kata Bapak tadi.
LELUCON YANG SAMA
Seorang pria bijak memasuki sebuah cafe dan
mulai menceritakan sebuah lelucon dan membuat semua orang dalam cafe itu tertawa.
Beberapa saat kemudian pria itu mengulangi
leluconnya, namun kali ini hanya beberapa orang saja yang tertawa.
5 menit kemudian pria itu kembali menceritakan lelucon yang sama, dan ternyata tidak ada yang tertawa.
Pria ini pun tersenyum lebar, sambil berkata:
''Bila kita tidak bisa tertawa berulang-ulang pada lelucon yang sama,
lalu mengapa kita terus menangis berulang-ulang pada masalah yang
sama?''
Kesusahan hari kemarin cukuplah untuk kemarin, lupakan dan hiduplah dengan hari yang baru.
MENCARI KEBAHAGIAAN
Alkisah, ada seorang pemuda sedang duduk dengan tatapan kosong
mengarah ke hamparan air telaga. Dia sudah berkelana mendatangi berbagai
tempat, tapi belum ada yang membahagiakan dirinya. Tiba-tiba terdengar
suara sengau memecah kesunyian.
“Sedang apa kau di sini, anak muda?” tanya seorang kakek yang tinggal di sekitar situ.
Anak muda itu menoleh sambil berkata. ”Aku lelah, Pak Tua. Aku sudah
berjalan sejauh ini demi mencari kebahagiaan, tapi perasaan itu tak
kunjung kudapatka
n. Entahlah, ke mana lagi aku harus mencari…” keluh si anak muda dengan wajah muram.
“Di depan sana ada sebuah taman. Pergilah ke sana dan tangkaplah seekor
kupu-kupu. Setelah itu aku akan menjawab pertanyaanmu,” kata si kakek.
Meski merasa ragu, anak muda itu pergi juga ke arah yang ditunjuk. Tiba
di sana, dia takjub melihat taman yang indah dengan pohon dan bunga yang
bermekaran serta kupu-kupu yang beterbangan di sana.
Dari
kejauhan di kakek melihat si pemuda mengendap-endap menuju sasarannya.
Hap! Sasaran itu luput. Dikejarnya kupu-kupu ke arah lain. Hap!
Lagi-lagi gagal. Dia berlari tak beraturan, menerjang rerumputan,
tanaman bunga, semak. Tapi, tak satu pun kupu-kupu berhasil
ditangkapnya.
Si kakek mendekat dan menghentikan si pemuda.
”Begitukah caramu mengejar kebahagiaan? Sibuk berlari ke sana kemari,
menabrak tak tentu arah, bahkan menerobos tanpa peduli apa yang kamu
rusak?”
Si kakek dengan tegas dan melanjutkan, ”Nak, mencari
kebahagiaan layaknya menangkap kupu-kupu. Tidak perlu kau tangkap fisik
kupu-kupu itu, biarkan dia memenuhi alam semesta ini sesuai fungsinya.
Tangkaplah keindahan warna dan geraknya di pikiranmu dan simpan
baik-baik di dalam hatimu.
Demikian pula dengan kebahagiaan.
Kebahagiaan bukanlah benda yang dapat digenggam dan disimpan di suatu
tempat. Ia tidak ke mana-mana, tapi ada dimana-mana. Peliharalah
sebaik-baiknya, munculkan setiap saat dengan rasa syukur maka tanpa kau
sadari kebahagiaan itu akan sering datang sendiri. Apakah kamu
mengerti?”
Si pemuda terpana dan tiba-tiba wajahnya tampak
senang. ”Terima kasih pak Tua. Sungguh pelajaran yang sangat berharga.
Aku akan pulang dan membawa kebahagiaan ini di hatiku..”
Kakek
itu mengangkat tangannya. Tak lama, seekor kupu-kupu hinggap di ujung
jari dan mengepakkan sayapnya, memancarkan keindahan ciptaan Tuhan.
Warnanya begitu indah, seindah kebahagiaan bagi mereka yang mampu
menyelaminya.
Setiap manusia menginginkan kebahagiaan. Tetapi
sering kali mereka begitu sibuk mencarinya, tanpa menyadari bahwa
kebahagiaan sesungguhnya tidak kemana-mana tetapi justru ada di
mana-mana. Kebahagiaan bisa hadir di setiap tempat, di semua rasa, dan
tentunya setiap hati dan pikiran kita yang selalu mensyukuri.
TIGA PRIA BERJANGGUT
Suatu ketika, ada seorang wanita yang kembali pulang ke rumah, dan
ia melihat ada 3 orang pria berjanggut yang duduk di halaman depan.
Wanita itu tidak mengenal mereka semua.
Wanita itu berkata: "Aku
tidak mengenal Anda, tapi aku yakin Anda semua pasti sedang lapar. Mari
masuk ke dalam, aku pasti punya sesuatu untuk mengganjal perut".
Pria berjanggut itu lalu balik bertanya, "Apakah suamimu sudah pulang?"
Wanita itu menjawab, "Belum, dia sedang keluar".
"Oh kalau begitu, kami tak ingin masuk. Kami akan menunggu sampai suami mu kembali", kata pria itu.
Di waktu senja, saat keluarga itu berkumpul, sang isteri menceritakan
semua kejadian tadi. Sang suami, awalnya bingung dengan kejadian ini,
lalu ia berkata pada istrinya, "Sampaikan pada mereka, aku telah
kembali, dan mereka semua boleh masuk untuk menikmati makan malam ini".
Wanita itu kemudian keluar dan mengundang mereka untuk masuk ke dalam.
"Maaf, kami semua tak bisa masuk bersama-sama", kata pria itu hampir bersamaan.
"Lho, kenapa? tanya wanita itu karena merasa heran.
Salah seseorang pria itu berkata, "Nama dia Kekayaan," katanya sambil
menunjuk seorang pria berjanggut di sebelahnya, dan "sedangkan yang ini
bernama Kesuksesan, sambil memegang bahu pria berjanggut lainnya.
Sedangkan aku sendiri bernama Kasih-sayang. Sekarang, coba tanya kepada
suamimu, siapa diantara kami yang boleh masuk ke rumahmu."
Wanita
itu kembali masuk kedalam, dan memberitahu pesan pria di luar. Suaminya
pun merasa heran. "Ohho...menyenangkan sekali. Baiklah, kalau begitu,
coba kamu ajak si KEKAYAAN masuk ke dalam. Aku ingin rumah ini penuh
dengan Kekayaan."
Istrinya tak setuju dengan pilihan itu. Ia
bertanya, "Sayangku, kenapa kita tak mengundang si KESUKSESAN saja?
Sebab sepertinya kita perlu dia untuk membantu keberhasilan panen ladang
pertanian kita."
Ternyata, anak mereka mendengarkan percakapan
itu. Ia pun ikut mengusulkan siapa yang akan masuk ke dalam rumah.
"Bukankah lebih baik jika kita mengajak si KASIH-SAYANG yang masuk ke
dalam? Rumah kita ini akan nyaman dan penuh dengan kehangatan
Kasih-sayang."
Suami-istri itu setuju dengan pilihan buah hati
mereka. "Baiklah, ajak masuk si KASIH-SAYANG ini ke dalam. Dan malam
ini, si KASIH-SAYANG menjadi teman santap malam kita."
Wanita itu
kembali ke luar, dan bertanya kepada 3 pria itu. "Siapa diantara Anda
yang bernama Kasih-sayang? Ayo, silahkan masuk, Anda menjadi tamu kita
malam ini."
Si KASIH-SAYANG bangkit, dan berjalan menuju beranda rumah. Ohho..ternyata, kedua pria berjanggut lainnya pun ikut serta.
Karena merasa ganjil, wanita itu bertanya kepada si KEKAYAAN dan si
KESUKSESAN. "Aku hanya mengundang si KASIH-SAYANG yang masuk ke dalam,
tapi kenapa kamu berdua ikut juga?"
Kedua pria yang ditanya itu
menjawab bersamaan. "Kalau Anda mengundang si KEKAYAAN, atau si
KESUKSESAN, maka yang lainnya akan tinggal di luar. Namun, karena Anda
mengundang si KASIH-SAYANG, maka, kemana pun Kasih-sayang pergi, kami
akan ikut selalu bersamanya. Dimana ada Kasih-sayang, maka kekayaan dan
Kesuksesan juga akan ikut serta.
Sebab, ketahuilah, sebenarnya
kami berdua ini buta. Dan hanya si KASIH-SAYANG yang bisa melihat. Hanya
dia yang bisa menunjukkan kita pada jalan kebaikan, kepada jalan yang
lurus. Maka, kami butuh bimbingannya saat berjalan. Saat kami menjalani
hidup ini."
*_SITUASI_*
Situasi 1
Suatu hari orang kampung berniat untuk melakukan doa memohon Hujan turun.
Waktu mau doa banyak orang yang datang berkumpul tetapi hanya seorang
anak yang membawa payung. Karena dia yakin doanya akan dikabulkan Allah
Itulah yang di namakan *KEYAKINAN*
Situasi 2
Bila anda melambung bayi ke udara, dia ketawa sebab dia tahu anda akan dapat menangkapnya.
Itulah yg di namakan *KEPERCAYAAN*
Situasi 3
Setiap malam ketika kita tidur, tidak ada jaminan kita akan hidup lagi
untuk hari esok tetapi kita tetap set alarm untuk kita bangun pada esok
hari.
Itulah yang di namakan
*HARAPAN*
Teruslah
memasang *_“KEYAKINAN, KEPERCAYAAN dan HARAPAN”_* kepada Allah Yang Maha
Pencipta, Maha Pemberi, dan Maha Penentu segalanya.
--------------------------------
Situasi 4
Bila Anda bertemu seorang wanita cantik dan dari keluarga baik2. Anda
ingin menikahinya, tetapi wajah Isteri anda selalu muncul di pikiran.
Itulah yg dinamakan
*KETAKUTAN....*
😃
😃
😃
Situasi 5
Anda di situasi 4 tapi tetap melamar wanita tersebut
Itulah yg dinamakan
*KEBERANIAN...*
😄
😄
😄
Situasi ke 6
Saat melamar wanita nan cantik itu, tiba2 istri anda muncul
Itulah yg dinamakan
*KETAHUAN*
😀😀😀😀😀
Situasi ke 7
Ketika anda pada situasi 6 istri datang dengan anak serta keluarga
besar mengizinkan acara tersebut tetap berjalan demi menjaga nama baik
anda
Itulah yang dinamakan
*KEAJAIBAN*
situasi ke 8
Setelah anda pulang dan tampak segalanya berjalan dengan baik aman dan
tentram istri anda tersenyum sambil menyuguhkan kopi kesukaan anda lalu
tiba tiba anda tak sadarkan diri
Itulah yang dinamakan
*KERACUNAN*(kopi arabica sianida)
😀
😁
😂😀
😁
😂😀
😁
😂😅
Monyet dan Angin
Seekor monyet sedang nangkring di pucuk pohon kelapa.
Dia nggak sadar sedang diintai oleh tiga angin besar.
Angin Topan, Tornado dan putinbeliung.
Tiga angin itu rupanya pada ngomongin,
siapa yg bisa paling cepet jatuhin si monyet dari pohon kelapa.
Angin Topan bilang, "ane cuma perlu waktu 45 detik"
Angin Tornado nggak mau kalah, "gue 30 detik", katanya.
Angin putinbeliung senyum ngeledek dan bilang,"ente semua kelamaan, klo gue 15 detik juga jatuh tuh monyet"
Akhirnya satu persatu ketiga angin itu maju.
Angin TOPAN duluan,
… dia tiup sekencang-kencangnya, Wuuusss…
Merasa ada angin gede datang, si monyet langsung pegang batang pohon
kelapa, Dia pegang sekuat-kuatnya. Beberapa menit lewat, nggak
jatuh-jatuh si monyet. Angin Topan pun nyerah.
Giliran Angin TORNADO.
Wuuusss… Wuuusss…grasakkkk,,,grassakkk....
Dia tiup sekencang-kencangnya. Nggak jatuh juga tuh monyet.
Angin Tornado juga nyerah.
Terakhir, Angin putinbeliung. Lebih kencang lagi dia tiup.
Whuuusszz… Wuhhuuzzss… Wuhuuzzss… Si monyet malah makin kencang pegangannya.
Nggak jatuh-jatuh.
Ketiga angin gede itu akhirnya ngakuin,
si monyet memang jagoan. Tangguh.
Daya tahannya luar biasa.
Nggak lama, datang angin SEPOI-SEPOI..
Dia bilang mau ikutan jatuhin si monyet. Keinginan itu diketawain sama
tiga angin lainnya. Yang gede aja nggak bisa, apalagi elu yang kecil.
Nggak banyak omong, angin SEPOI-SEPOI langsung meniup ubun-ubun si monyet. Pssssstt…srrrerrss....
Enak banget. Adem… Seger… Riyep-riyep matanya si monyet merem melek. Nggak lama monyet ketiduran, terus lepas lah pegangannya
Alhasil, jatuh deh tuh si monyet. "Gubragz,""""
🙉🙈🙉🙈
PESAN MORAL :
Boleh jadi ketika kita Diuji dengan KESUSAHAN… Dicoba dengan
PENDERITAAN…Didera MALAPETAKA… Kita kuat bahkan lebih kuat dari
sebelumnya…
Tapi jika kita mendapatkan KENIKMATAN… KESENANGAN…
KELIMPAHAN… KEKAYAAN... KEKUASAAN... Disinilah ” sebenarnya Ujian,
cobaan, dera'an, terpaan ” itu terjadi.
Jangan sampai kita terlena…terbuai..
Tetap ”Rendah hati”, “Mawas diri”, “Sederhana”, "Berbuat Amal" karena
bukan KRITIKAN yang membuat anda "JATUH" tapi sanjungan & pujian.
HMMM....
Suatu ketika ada seorang bapak yg kaya raya, berkendara dg mobil mewahnya melintasi jalan perkampungan.
Bpk itu terkejut saat ia sepintas melihat seorang ibu setengah baya sedang jongkok memakan rumput ditepi jalan,
dgn perasaan iba ia menghampiri ibu itu, dan bertanya.
Bpk: "mengapa ibu memakan rumput?"
Ibu: "saya org miskin pak, tak mampu beli beras"
Bpk: "klo begitu mari ikut saya bu"
Ibu: "tapi anak saya ada 3 orang pak''
Bpk: "apakah mereka semua makan rumput jg?"
ibu: "iya pak"
bpk: "ooowhh...baiklah bu tdk apa2, ajaklah anak2 ibu semua"
Lalu diajaklah semua anaknya (cipto, supri, parno) ikut kerumah mewah.
Di dlm mobil ibu itu bertanya,
Ibu: "kenapa bapak baik pada kami?"
Bpk: "aaah tak apa bu, kebetulan rumput di rumah saya sudah panjang semua..!!
Ibu+supri+cipto+parno: &#^]_]*]&];#&@=[&^@=
😧
#kemudianHening
hmmmm....................
Seekor tikus mengintip di balik
celah di tembok untuk mengamati sang petani dan istrinya, saat membuka
sebuah bungkusan. Ada mainan pikirnya. Tapi dia terkejut sekali,
ternyata bungkusan itu berisi perangkap tikus. Lari kembali ke ladang
pertanian itu, tikus itu menjerit memberi peringatan, “Awas ada
perangkap tikus di dalam rumah, hati-hati ada perangkap tikus di dalam
rumah!”
Sang ayam dengan tenang berkokok dan sambil tetap menggaruki tanah, menga
ngkat
kepalanya dan berkata. ‘Ya, maafkan aku Pak Tikus. Aku tahu memang ini
masalah besar bagi kamu, tapi buat aku secara pribadi tidak ada masalah.
masalahmu tak ada hubungannya denganku.Jadi jangan buat aku sakit
kepala lah.”
Tikus berbalik
dan pergi menuju sang kambing. Katanya, “Ada perangkap tikus di dalam
rumah, sebuah perangkap tikus di dalam rumah!”
‘Wah aku menyesal
dengan kabar ini.” Si kambing menghibur dengan penuh simpati. “Tetapi
tidak ada sesuatu pun yang bisa kulakukan kecuali berdo’a. Yakinlah,
kamu senantiasa ada dalam do’a-do’aku!”
Tikus kemudian berbelok menuju si sapi
‘Oh! Sebuah perangkap tikus?” jadi saya dalam bahaya besar ya?” kata sapi sambil ketawa, berteleran air liur.
Jadi tikus itu kembalilah ke rumah dengan kepala tertunduk dan merasa
begitu patah hati, kesal dan sedih, terpaksa menghadapi perangkap tikus
itu sendirian. Ia merasa sungguh-sungguh sendiri.
Malam tiba, dan
terdengar suara bergema di seluruh rumah, seperti bunyi perangkap tikus
yang berjaya menagkap mangsa. Istri petani berlari melihat apa saja
yang terperangkap. Di dalam kegelapan itu dia tak bisa melihat bahwa
yang terjebak itu adalah seekor ular berbisa. Ular itu sempat menggigit
tangan istri petani itu.
Si istri kembali ke rumah dengan tubuh
menggigil, demam. Dan sudah menjadi kebiasaan, setiap orang sakit demam,
obat pertama adalah memberikan sup ayam segar yang hangat. Petani
itupun mengasah pisaunya, dan pergi ke kandang, ,mencari ayam untuk
bahan supnya.
Tapi, bisa itu sungguh jahat, si istri tak kunjung
sembuh. Banyak tetangga yang datang membesuk dan tamupun tumpah ruah ke
rumahnya. Iapun harus menyiapkan makanan, dan terpaksa kambing di
kandang itu dijadikan gulai. Tapi itu tidak cukup, bisa itu tak dapat
taklukan. Si istri mati, dan berpuluh orang datang untuk mengurus
pemakaman, juga selamatan. Tak ada cara lain, sapi di kandang itupun
dijadikan panganan untuk puluhan rakyat dan peserta selamatan,
Kawan, apabila kamu dengar ada orang terdekat yang menghadapi masalah
dan kamu pikir masalah itu tidak ada kaitannya dengan kamu, ingatlah
bahwa apabila ada “perangkap tikus” di dalam rumah, seluruh “ladang
pertanian” ikut menanggung resikonya. Sikap mementingkan diri sendiri
lebih banyak keburukan daripada kebaikannya.
1. Cerita Lucu Di Telinga Nenek
Omas baru
berumur dua setengah tahun, tapi cerewetnya bukan main. Dan namanya saja
anak kecil jadi kalau bicara juga ceplas ceplos (Maklum, Ibunya dulu
ngidam beo panggang).Kadang-kadang ucapannya membuat malu ibunya seperti
kalau sedang ada tamu Omas dengan santai bilang pada ibunya “Bu, Omas
mau kencing” atau “Bu, Omas mau BAB.
Oleh sebab itu lah ibunya
membuat istilah khusus untuk itu, yaitu kalau buang air kecil harus
bilang “Bu, Omas mau siul” dan kalau buang air besar, bilang “Bu, Omas
mau nyanyi.” Hal tersebut sangat diingat oleh Omas sehingga dia sendiri
lupa apa kata asli dari dua hal itu.
Hal ini sudah berlanjut
sampai lebih dari 2 bulan dan tidak pernah sekalipun Omas salah ucap.
Dan si Ibu tidak pernah lagi dipermalukan oleh Omas di depan tamunya.
Pada suatu waktu datanglah Nenek Omas dan berniat untuk menginap di
rumah Omas dengan membawa oleh-oleh buah pepaya dari kampung.
Namanya
juga anak kecil yang sudah lama tidak ketemu sang nenek, maka Omas
minta ijin pada ibunya untuk tidur bersama neneknya. Si ibu
memperbolehkan sambil menasehati agar Omas tidak boleh ngompol, dan
kalau sudah kepingin buang air harus bilang sama nenek supaya diantar ke
kamar mandi. Dengan gembira Omas langsung meng-iya-kan dan tidurlah si
nenek dan cucunya.
Mungkin karena terlalu banyak makan pepaya
pemberian si nenek, tengah malam Omas mulai merasakan perutnya mules.
Karena ingat pesan ibu, maka Omas membangunkan neneknya yang sedang
lelap tidur..
Omas: “Nek, nek. Omas mau nyanyi.”
Nenek: “Cu, ini sudah malam. Jangan nyanyi sekarang nanti tetangga pada bangun. Besok saja yaa.”
Tapi
si Omas yang sudah mules berat memaksa neneknya untuk ‘nyanyi’ sekarang
juga. Karena saking sayangnya pada si cucu, akhirnya si nenek setuju.
Nenek: “Boleh nyanyi sekarang, tapi pelan-pelan aja nyanyi dikuping nenek.”
2. Cerita Lucu Jika Telinga Dipotong
Suatu hari di rumah sakit jiwa,
Dokter: “Andai kata sebuah kupingmu kupotong, kamu bagaimana?”
Pasien: “Aku bisa tuli,”
Dokter:
(Manggut-manggut, merasa segala-galanya sangat normal) “Kalau begitu.
andai kata sebuah kupingmu yang lain juga kupotong, kamu bisa
bagaimana?”
Pasien: “Aku bisa buta.”
Dokter: (Mulai merasa tegang) “Lho, kok bisa buta?”
Pasien: “Karena mataku bisa jatuh.”
3. Cerita Lucu Lubang Telinga
Ada
seorang wanita cantik namanya RatmiB29, ia pergi ke sebuah klinik.
Sesampainya disana sang Dokter tampan itu menyuruhnya berbaring untuk di
periksa di lubang telinganya. Tiba-tiba lampu mati.
Dokter: “Nona, tolong tuntun telunjuk saya ke lubang telinga Anda.”
RatmiB29: “Baik, Dok!”
Dokter: “Nona, seingat saya lubang telinga Anda tidak sebesar ini.”
RatmiB29: “Benar, Dok! Tapi seingat saya telunjuk Dokterpun tidak sebesar ini.”
4. Cerita Lucu Telinga Kemasukan Kacang Ijo
Pada
suatu hari ada seorang cewek datang ke dokter ahli THT, karena
telinganya tak sengaja kemasukan biji kacang hijau sewaktu dia membeli
sayur di pasar.
Dokter: “Selamat sore.”
Cewek: “Selamat sore, Dok.”
Dokter: “Ada keluhan apa?”
Cewek: “Telinga saya kemasukan biji kacang ijo, Dok.”
Dokter: “Silahkan. Saya periksa telinga Anda, (Setelah memeriksa) Wah ini mungkin harus dioperasi.”
Cewek: “Biaya operasinya kira2 berapa Dok?”
Dokter: “Yaa, sekitar Rp 3 juta.”
Cewek: “Waduh.. Mahal amat, Dok. Apa ga ada yang lebih murah atau gratis kalau bisa?”
Dokter: “Sebenarnya ada yg gratis, cuma modalnya sabar aja.”
Cewek: “Baik dok, saya akan sabar. Bagaimana caranya?”
Dokter: “Anda sirami telinga Anda dua kali sehari. Dan nanti jika sudah jadi toge, Anda tinggal tarik keluar.”
5. Cerita Lucu Telinga: Harus Pake Istilah
Ateng masuk ke kantor praktek seorang dokter terkenal yang ramai. Dengan ramah resepsionis bertanya kepada Ateng.
Resepsionis: “Apa keluhan Bapak?”
Ateng: “Ada yang tidak beres dengan titit saya.”
Resepsionis:
(Dengan suara setengah berbisik) “Bapak tidak boleh mengucapkan hal
tersebut secara blak-blakan di depan orang banyak.”
Ateng: “Loh. mengapa tidak? Anda menanyakan kepada saya apa masalah saya, ya saya jawab masalah saya.”
Resepsionis:
(Tersenyum) “Biasanya kita tidak pernah menggunakan bahasa seperti itu
di sini. Sekarang Bapak keluar dulu kemudian masuk lagi dan bilang ada
yang tidak beres dengan telinga Bapak.”
Atengpun keluar dari
ruangan tersebut. Setelah beberapa menit dia masuk lagi. Dengan
tersenyum resepsionis tersebut menyambutnya.
Resepsionis: “Ya pak, ada keluhan Bapak?”
Ateng: “Ada yang tidak beres dengan telinga saya.”
Resepsionis: “Kenapa telinga Bapak?”
Ateng: “Beberapa hari ini telinga saya tidak bisa kencing.”
Resepsionis: “@#^@&$*!!”
6. Cerita Lucu Daun Telinga
Seorang
pria mengalami kecelakaan yang sangat mengerikan, sehingga kedua daun
telinganya harus diamputasi. Namun demikian ia merasa sangat percaya
diri karena kemungkinan orang tidak memperhatikannya atau melihat
keanehan tsb. Dengan santunan yang ia peroleh dari asuransi kecelakaan,
pria tersebut membeli sebuah perusahaan komputer kecil.
Bisnis ini
sudah diidam-idamkannya sejak dulu, namun baru bisa diwujudkan sekarang
dengan sejumlah besar uang yang ia terima. Karena ia kurang mengerti
masalah komputer, maka pria tsb ingin memperkerjakan satu orang pegawai.
Lalu ia membuka lowongan dan memanggil 3 orang untuk diwawancarai.
Pria:
(Mewawancarai pelamar yang pertama. Ia puas dengan hasil wawancaranya.
Pada akhir wawancara) “Apakah kamu melihat sesuatu yang aneh pada saya?”
Pelamar pertama: ”Yahh. karena Bapak menanyakannya, maka saya katakan terus terang. Bapak tidak punya kedua daun telinga.”
Pria:
(Kecewa dan mengusir keluar pelamar pertama setelah itu memanggil
pelamar kedua dan pada akhir wawancara) “Apakah kamu melihat sesuatu
yang aneh pada saya?”
Pelamar kedua: “Saya lihat Bapak tidak punya daun telinga.”
Pria:
(Kecewa dan mengusir keluar pelamar kedua kemudian mewawancarai pelamar
ketiga yang terakhir. Pada akhir wawancara ia kembali menanyakan
pertanyaan yang sama).
Pelamar ketiga: “Bapak menggunakan kontak lens.”
Pria: (Tersenyum senang) “Bagaimana anda tahu saya memakai kontak lens?”
Pelamar ketiga: “Bapak tidak memiliki kedua daun telinga sehingga tidak mungkin memakai kaca mata.“
7. Cerita Lucu Tattoo Singa Tanpa Telinga
Suatu
ketika ada seorang lelaki yang menginginkan tatto gambar singa
dipunggungnya. Ia lalu pergi ke tukang tattoo yang paling hebat, dan
mengemukakan maksudnya. Ia lalu memilih sebuah gambar singa yang tampak
sangat gagah. Kemudian tukang tatto itu mulai bekerja. Tetapi segera
setelah merasakan beberapa tusukan jarum tattoo, lelaki itu mengerang
kesakitan,
Lelaki: “Engkau mau membunuhku?! Bagian mana yang sedang kau gambar?”
Tukang Tattoo: “Aku baru mengerjakan bagian ekornya.”
Lelaki: “Kalau begitu, hapus saja ekornya. Biarlah gambar singa itu tanpa ekor.”
Kemudian
tukang tatto itu bekerja lagi. Dan lagi-lagi si lelaki itu tak tahan
merasakan sakitnya tusukan jarum. Ia lalu menjerit,
Lelaki: “Wadow, sakit sekali. Bagian mana yang sedang kau gambar kali ini?”
Tukang Tattoo: “Kali ini, adalah bagian telinga singa.”
Lelaki: “Tinggalkan saja bagian itu. Biarkan gambar singaku tanpa telinga.” (sambil terengah-engah).
Maka,
tukang tatto itu mencoba lagi dengan hati-hati. Tetapi segera saja,
setelah jarum menusuk kulitnya, lelaki itu menggeliat lagi.
Lelaki: “Sekarang katakan, bagian mana yang sedang buat?”
Tukang Tattoo: “Ini adalah perut singa,” (dengan putus asa).
Lelaki: “Aku tak mau singa dengan perut!”
8. Cerita Lucu Telinga Terkena Setrika
Seorang
pria paruh baya datang mengunjungi seorang dokter yang tinggal didekat
rumahnya karena kedua telinganya terkena luka bakar. Lalu dia mengatakan
keluhannya pada sang dokter
Pria: “Dok tolong saya dok, telinga saya terkena setrika keduanya.”
Dokter: “Loh kok bisa telinga kamu terkena setrika?”
Pria:
“Begini dok, saya sedang menyetrika baju dan tiba-tiba HP saya
berdering. Reflex saja tangan saya bukan mengangkan telepon malah
mengangkat setrikaan dan menempelkannya ke telinga kanan saya.”
Dokter: “Lalu kenapa dengan telinga yang kirinya? Kok bisa terbakar juga?”
Pria: (Dengan sedikit muka marah) “Nah itu dia dok, si BODOH itu telepon saya lagi.”
9. Cerita Lucu Telinga: Mahasiswi cantik dan Dosen Ganteng
Seorang
mahasiswi cantik dan seksi tapi bodoh yang ujiannya terancam gagal
mendatangi dosennya yang terkenal ganteng ke ruangannya. Setelah
mahasiswi itu sampai di pintu ruangan dosen, dia melirik ke kiri dan ke
kanan untuk melihat keadaan sekitarnya. Ketika dilihatnya tidak ada
orang, ia segera menutup pintunya pelan-pelan, dengan percaya diri ia
hampiri dosen ganteng tersebut dan berlutut seraya bermohon di
hadapannya.
Mahasiswi: “Pak, saya bersedia melakukan apapun juga
asalkan saya bisa lulus ujian.” (sambil melirik penuh arti ditambah
dengan mengulumkan lidahnya ke bibir sensualnya itu).
Kemudian,
ketika si dosen tersebut terdiam seakan menahan sesuatu yang mulai
tumbuh di dalam dirinya itu, mahasiswi itu mendekati dosen, menatap
matanya yang penuh arti (lebih cocoknya gairah kali ya??), menyibakkan
rambutnya, dan mulai memainkan tangan nakalnya dengan secara perlahan
menyentuh hidung dan bibirnya tertuju ke telinga dosen ganteng itu.
Mahasiswi:
“Kalau Bapak masih belum mengerti maksud saya, saya akan menjelaskannya
asal, (Dengan perlahan, mahasiswi itu kembali mengatakan sesuatu dengan
lembut) “Saya bersedia melakukan apa saja yang Bapak mau, apapun itu,
termasuk yang ada dalam fikiran Bapak saat ini.”
Dosen Ganteng:
(Terkejut sampai-sampai seakan ia kesulitan untuk berkata-kata, lalu
membalas tatapan mahasiswi itu) “Apapun itu??”
Mahasiswi: “Ya Bapak, apapun itu!”
Dosen Ganteng: “Apapun itu, kamu mau melakukannya?”
Mahasiswi:
(Tersenyum, seakan penuh arti sambil berteriak dalam hati atas
kemenangannya merayu Dosennya agar bisa lulus ujian) “Apapun.”
Dosen
Ganteng: (Dengan perlahan dosen muda itu bibirnya menuju telinga si
mahasiwi dan berbisik). “Maukah kamu belajar lebih giat lagi agar bisa
menjawab soal ujian besok!?”
10. Kisah Lucu Telinga: Balas Dendam
Pulang
kerja, Ateng yang kelelahan sampai di rumah langsung tertidur. Tapi
tiba-tiba tidurnya terganggu oleh seekor nyamuk yang bermanuver di
sekitar telinganya. “NGIIIIIIIING..” Awalnya Ateng cuek cuma membalikkan
posisi tidurnya. Untuk sementara aman.
Tapi Untuk kedua kalinya
nyamuk itu datang mengganggu lagi, tidak menggigit tapi hanya
mondar-mandir di depan telinga Ateng. “NGIIIIIIIIG..” Ateng mencoba
mengusirnya dengan tangan, untuk 5 menit nyamuk itu pergi. Tapi kemudian
lagi-lagi datang utk ketiga kalinya. Ateng sangat geram, lalu ia duduk
dan memikirkan suatu pembalasan buat nyamuk itu.
Selagi Ateng
berpikir, nyamuk tadi tiba-tiba hinggap di paha Ateng dan menghisap
darahnya. Ateng punya ide, ia tidak akan memukul nyamuk itu, tapi
dibiarkan makan sampai kenyang. Ia pikir, setelah kenyang nyamuk ini
pasti mengantuk dan tertidur.
Ateng terus memperhatikan dengan
seksama, dan di saat nyamuk itu mulai mengantuk, ditandai dengan
kepalanya yang mulai mengangguk gak jelas, Ateng memanfaatkan situasi
ini. Pelan-pelan Ateng mulai mendekat ke arah nyamuk itu, Semakin
dekat,, Tambah dekat,, Dan
Ateng: “NGGGIIIIIIIIIIIIINNNNG!!”
(berteriak sekeras mungkin di telinga Nyamuk. Sambil tertawa puas)
“Rasain lu!! Emang enak apa lagi tidur trus di teriakin di telinga!!”
Kisah Inspiratif: Kisah Semangkuk Mie -
Pada malam itu, Ana bertengkar dengan ibunya. Karena sangat marah, Ana
segera meninggalkan rumah tanpa membawa apapun. Saat berjalan di suatu
jalan, ia baru menyadari bahwa ia sama sekali tdk membawa uang. Saat
menyusuri sebuah jalan, ia melewati sebuah kedai bakmi dan ia mencium
harumnya aroma masakan. Ia ingin sekali memesan semangkuk bakmi, tetapi
ia tdk mempunyai uang.
Pemilik
kedai melihat Ana berdiri cukup lama di depan kedainya, lalu berkata
"Nona, apakah engkau ingin memesan semangkuk bakmi?" " Ya, tetapi, aku
tdk membawa uang" jawab Ana dengan malu-malu
"Tidak apa-apa, aku akan mentraktirmu" jawab si pemilik kedai. "Silahkan duduk, aku akan memasakkan bakmi untukmu".
Tidak
lama kemudian, pemilik kedai itu mengantarkan semangkuk bakmi. Ana
segera makan beberapa suap, kemudian air matanya mulai berlinang.. "Ada
apa nona?" Tanya si pemilik kedai.
"Tidak apa-apa" aku hanya terharu jawab Ana sambil mengeringkan air matanya.
"Bahkan,
seorang yang baru kukenal pun memberi aku semangkuk bakmi ! tetapi,?
ibuku sendiri, setelah bertengkar denganku, mengusirku dari rumah dan
mengatakan kepadaku agar jangan kembali lagi ke rumah" "Kau, seorang
yang baru kukenal, tetapi begitu peduli denganku dibandingkan dengan ibu
kandungku sendiri" katanya kepada pemilik kedai
Pemilik
kedai itu setelah mendengar perkataan Ana, menarik nafas panjang dan
berkata "Nona mengapa kau berpikir seperti itu? Renungkanlah hal ini,
aku hanya memberimu semangkuk bakmi dan kau begitu terharu. Ibumu telah
memasak bakmi dan nasi untukmu saat kau kecil sampai saat ini, mengapa
kau tidak berterima kasih kepadanya? Dan kau malah bertengkar
dengannya"
Ana,
terhenyak mendengar hal tsb. "Mengapa aku tdk berpikir ttg hal tsb?
Utk semangkuk bakmi dr org yg baru kukenal, aku begitu berterima kasih,
tetapi kepada ibuku yg memasak untukku selama bertahun-tahun, aku
bahkan tidak memperlihatkan kepedulianku kepadanya. Dan hanya karena
persoalan sepele, aku bertengkar dengannya.
Ana,
segera menghabiskan bakminya, lalu ia menguatkan dirinya untuk segera
pulang ke rumahnya. Saat berjalan ke rumah, ia memikirkan kata-kata yg
hrs diucapkan kpd ibunya. Begitu sampai di ambang pintu rumah, ia
melihat ibunya dengan wajah letih dan cemas. Ketika bertemu dengan Ana,
kalimat pertama yang keluar dari mulutnya adalah "Ana kau sudah pulang,
cepat masuklah, aku telah menyiapkan makan malam dan makanlah dahulu
sebelum kau tidur, makanan akan menjadi dingin jika kau tdk memakannya
sekarang". Pada saat itu Ana tdk dapat menahan tangisnya dan ia menangis
dihadapan ibunya.
Sekali
waktu, kita mungkin akan sangat berterima kasih kpd org lain disekitar
kita untuk suatu pertolongan kecil yang diberikan kepada kita. Tetapi
kpd org yang sangat dekat dengan kita (keluarga) khususnya orang tua
kita, kita harus ingat bahwa kita berterima kasih kepada mereka seumur
hidup kita.
(sumber : jurukunci.net/2012/08/renungan-kisah-semangkuk-mie.html)
Sumber : http://riajenaka.com/2016/03/07/kumpulan-cerita-lucu-telinga/
Sumber : FB Cerita Lucu Penawar Stress