Jumat, 01 Mei 2015

RAHASIA KEHIDUPAN


Rahasia Pikiran
Sekarang kita membahas masalah tentang Pikiran, bagaimana Pikiran bekerja dalam kehidupan kita sehari-hari. Karena banyak sekali orang telah melakukan kesalahan dalam
Pola Pikir.... Sehingga terjebak dalam Pikirannya sendiri. Yang perlu kita ketahui.... Pikiran adalah Energi, berhati-hatilah dalam mengunakan Pikiran atau Energi kita. Kenapa Pikiran disebut Energi ? Begini... segala sesuatu yang kita lihat dibumi ini adalah Energi (udara, air, tanah, api, benda, dll), hanya berbeda tingkat kepadatan/berat jenisnya saja. Segala sesuatu bermula dari sebuah Pikiran... Bumi kita beserta isinya tercipta karena Pikiran/Energi sang pencipta (Tuhan)... Bangunan yang ada & semua benda yang kita lihat didalam bumi ini adalah perpaduan hasil karya Pikiran manusia.
Bangunan rumah & gedung yang kita lihat berawal dari Pikiran manusia (itu adalah hasil pola Pikiran yang berulang-ulang sehingga membentuk menjadi apa yang kita lihat sekarang). Misalnya arsitek yang mengkonsep didalam Pikirannya kemudian menuangkannya didalam kertas kemudian membangun sesuai apa yang ada didalam kertas gambar itu, begitupun kehidupan kita yang sekarang ini terjadi atas konsep dari Pikiran kita sendiri, baik itu Pikiran yang disadari atau tanpa disadari oleh kita, yang secara berulang-ulang.
Kehidupan kita yang sekarang ini atau masalah didalam kehidupan kita atau penyakit yang ada didalam diri kita.... adalah hasil dari Pikiran kita yang berulang-ulang pada waktu yang lalu atau sebelumnya (bisa 5 thn atau 10 thn yang lalu, bahkan lebih). Misalnya begini....kita yang sekarang menjadi Dokter, Direktur, Pegawai, dsb adalah konsep Pikiran kita, pada waktu kita masih remaja atau masa muda dulu. Kita mencipta (melalui visualisasi / bayangan / imaginasi) dalam benak Pikiran kita sendiri, baik kita sadari atau tidak.
Makanya kita harus selalu berhati-hati dalam bermain dengan Pikiran kita pada saat berhayal atau berimaginasi, gunakanlah selalu imaginasi / hayalan yang positif, karena hasil dari imaginasi yang berulang-ulang itu... akan muncul dalam kehidupan kita selanjutnya. Kalo gitu kita harus berhayal yang enak-enak aja dong supaya nanti bisa jadi orang kaya atau jadi pejabat...he..he... Yaa...Betul itu, kita harus bervisual menjadi yang terbaik dalam kehidupan ini sesuai keinginan Diri kita, makanya ada pepatah "gantungkanlah cita-citamu setinggi langit", kalo tidak sampai langit, ditengah-tengah langit juga lumayan, he...he...he...
Loh... Saya tidak mau jadi orang susah, tetapi kenapa kehidupan saya yang sekarang ini menjadi susah seperti ini...? Tadi sudah saya katakan bahwa kita mencipta kehidupan kita melalui "Pikiran yang disadari atau tanpa kita sadari" (Pikiran Sadar & tidak Sadar atau alam Sadar & alam bawah Sadar)... Mungkin dalam perjalanan hidup kita yang lalu tanpa kita sadari pernah terbersit/muncul pikiran yang selalu berulang-ulang sehingga membentuk kondisi kehidupan seperti yang sekarang kita hadapi (coba anda putar ulang memori kehidupan masa lalu sejak anak-anak (SD) hinga remaja (SMA), bahkan sampai perguruan tinggi, mungkin ada yang salah sehingga membentuk seperti yang sekarang ini).
Jadi bagaimana kita harus merubah kondisi kehidupan kita yang sekarang ini...? Itu Gampang... kita konsep ulang (Visualkan / Bayangkan / Imajinasikan) saja dengan yang baru & lebih baik lagi sesuai dengan apa yang kita inginkan/butuhkan dalam kehidupan yang sekarang. Misalnya tentang Jodoh, Rejeki, Kesehatan, Pekerjaan, Uang,... atau apapun yang berhubungan dengan kehidupan ini.
Caranya adalah.... Ehmm... Ini sebenarnya Rahasia looh... Karena ini adalah Ilmu tingkat Tinggi yang tidak akan pernah kita dapatkan di sekolah manapun & dengan cara apapun walaupun sudah berguru kesana kemari, kecuali dengan jalan membaca-membaca dan terus membaca dari buku-buku "pengembangan diri" yang berkwalitas & menyaringnya hingga kita mendapatkan Intisari dari ilmu tersebut, yang kita bisa dapatkan dari kebersihan Hati / Jiwa... sehingga munculah Ilham yang bisa memberikan jawaban terbaik dari 'arti Kehidupan' ini.
Tapi tidak apa... saya akan berikan Gratisss.. untuk anda Intisari 'Ilmu Tingkat Tinggi' ini, kepada kalian semua yang membaca tulisan ini (tapi ingat yaa kalo berhasil dapat rejeki bagi saya juga dong, he...he...). Kenapa saya katakan ilmu tingkat tinggi...? Karena seseorang yang menyandang gelar Profesor, DR, Ulama, Kyai, atau Paranormal sekalipun.... Belum tentu dalam kehidupannya yang sekarang mendapatkan 'Rahasia Hidup' ini, yang akan saya beberkan seperti kepada anda.
Oke.. kita lanjutkan yaah... Kalian sudah siapkan menerima Ilmu ini...? Bagus kalo kalian sudah siap menerimanya, karena ini adalah Awal dari Kesuksesan kehidupan Anda berikutnya.... Segala apa yang ada didalam kehidupan anda bermula dari sebuah Pikiran yang anda konsep terus-menerus & berulang-ulang beberapa tahun sebelumnya (termasuk kesuksesan, kesulitan, penyakit yang menggerogoti diri anda) semuanya bermula didalam Pikiran kita sendiri.
Contohnya penyakit TBC.... selain suasana rumah & lingkungan yg kurang sehat, ternyata yang lebih dominan adalah pikiran negatif berulang-ulang yang dipendam didalam diri kita sendiri, sehingga menyebabkan energi Pikiran negatif yg terpendam itu menjadi penyakit jasmani / badan didalam diri kita sendiri. Bukankah anda sering mendengar... "sudah lupakan saja kejadian masa lalu, jangan dipikirkan lagi".... Nah kalimat ini dimaksudkan untuk melepas beban Pikiran anda dari hal yg berbau negatif, agar tidak menjadi penyakit bagi diri anda sendiri. Kalau tetap anda simpan maka akan menjadi penyakit bagi Tubuh, Pikiran & Jiwa (stress, gila).
Oleh karena itu kita harus selalu positif thinking, husnudzon / berprasangka baik terhadap siapapun, tetapi tetap waspada.... Contohnya begini : Jika anda meminjamkan sejumlah uang kepada seseorang yang tidak terlalu dekat dgn anda, anda harus yakin bahwa orang itu akan mengembalikan uang tersebut... tetapi dengan catatan anda harus memberikan tanda terima uang tersebut (kwitansi pinjaman agar anda memiliki bukti telah meminjamkan uang tsb). Nah ini adalah contoh berprasangka baik, tetapi tetap waspada dengan adanya kwitansi sbg bukti serah terima uang tsb, kalo tanpa kwitansi namanya ceroboh atau teledor.
Jika anda telah menanamkan sugesti / keyakinan positif bahwa si peminjam akan mengembalikan uang anda, maka dengan sendirinya 'energi Pikiran positif' anda bekerja sesuai keinginan anda, biarpun si peminjam awalnya berniat tidak baik, tetapi dengan keyakinan, keikhlasan, kepasrahan, serta rasa Syukur yang tinggi anda... Maka kekuatan Pikiran anda akan bekerja sebaik mungkin untuk menyelesaikan masalah anda.
Kekuatan Pikiran sangat dahsyat apabila kita tahu rahasianya, penulis sendiri sangat kaget ketika sering menciptakan keinginan Diri untuk mendapatkan ini atau itu, hanya dengan hitungan jam, hari, minggu atau bulan untuk mewujudkan Keinginan, tergantung dari besar, kecil & jaringan atau network yg dimiliki oleh sang Pemikir sendiri.
Ceritanya begini... Ketika itu saya sedang menginginkan sebuah rumah, dengan bentuk yg sangat mewah (seperti rumah miliknya kerabat saya) ... Setiap hari saya memikirkan rumah itu, dengan tehnik Pikiran yang saya miliki (kekuatan mencipta) selama 1 bulan, saya berusaha menghadirkan rumah itu dalam kehidupan saya. Sekitar 3 bulan kemudian sang pemilik rumah tersebut meminta saya untuk menikahinya & tinggal bersama dirumah itu, Wah bujug buneng.... saya salah dalam mengkonsep Pikiran, mestinya saya membeli / membangun rumah baru didalam konsep Pikiran saya, bukan dengan cara seperti itu (menikahi sang pemilik rumah), kemudian saya menolaknya dengan halus untuk tidak menikahinya karena saya sudah mempunyai istri & anak. Untuk lebih jelasnya silahkan baca "Pengalaman Nyata" saya sendiri.
Nah... untuk itu kita harus berhati-hati dengan Pikiran kita, kita harus jelas mengkonsep Pikiran kita kearah mana yang akan kita tuju. Dengan kekuatan Pikiran kita bisa mencipta apapun yg kita inginkan dalam kehidupan kita, tetapi tentunya tidak untuk disalah gunakan. Pesawat terbang yang tidak disangka-sangka oleh nenek moyang kita, pada jaman sekarang kita dapat menikmatinya untuk keliling dunia... Itulah dahsyatnya kekuatan Pikiran yang dikemas dalam tehnologi. Siapapun bisa memiliki ilmu ini jika mengerti tehniknya dengan baik, untuk lebih detailnya silahkan baca "Kekuatan Pikiran" untuk mengetahui tehniknya secara jelas.


 Kekuatan Pikiran
Pikiran adalah hasil olah antara mata & otak, ketika kita melihat sesuatu baik itu benda atau masalah, otak kita langsung bekerja secara otomatis untuk memproses/menganalisa dari sesuatu yang kita lihat, hasil dari penilaian itulah yang disebut Pikiran, hasilnya bisa positif atau negatif tergantung sudut pandang dari orang tersebut yang memberi penilaian dari sesuatu yang dilihat & dirasakan olehnya.
Misalnya dia melihat seseorang yg baru dikenalnya, memiliki dandanan seperti seorang preman (rambut gondrong, pakaian kurang rapih/nyentrik). Jika si pengamat tersebut memiliki pola Pikir/sudut pandang yg negatif, maka dia akan menilai orang yg dilihat tersebut adalah preman. Tetapi bila si pengamat tersebut memiliki sudut pandang yang positif dia tidak akan menilai seperti itu, dia akan menggunakan otaknya untuk memproses hasil akhir yg lebih baik lagi untuk menilai orang yg dilihatnya tersebut,.... Oh mungkin orang itu adalah seniman dengan gaya yang nyentrik (suatu sudut pandang yg baik untuk tidak memvonis segala sesuatu yg dilihatnya).
Karena segala sesuatu yang ada adalah energi, dan energi selalu berubah bentuk dari bentuk satu kebentuk lainnya, begitu juga dengan sifat manusia akan mengalami perubahan sesuai kebutuhan/waktu/zamannya dari manusia itu sendiri. Maka dari itu jika kita melihat segala kelakuan/sifat manusia yang dihadapan kita, kita tidak boleh memvonis orang tersebut, karena mereka sedang melakukan suatu proses perkembangan didalam kehidupan Dirinya sendiri. Doakanlah/berkatilah agar mereka segera mendapatkan hidayah/petunjuk/jalan yang lurus & benar untuk mencapai kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya.
Disini saya ingin sedikit merubah sudut pandang pengamatan kita terhadap segala sesuatu, janganlah kita selalu berpikiran negatif/curiga terhadap segala sesuatu yg kita lihat atau rasakan, karena "Bawah Sadar" kita langsung menerima apa yang kita kirimkan/sugestikan. Misalnya kita berjalan disuatu daerah, kita berpapasan dengan beberapa orang, kemudian kita selalu berpikir bahwa orang-orang yang kita temui itu adalah orang jahat. Bawah Sadar kita merespon Pikiran kita untuk selalu dipertemukan dengan orang jahat (apakah itu copet atau rampok atau preman), maka setiap kita berjalan dimanapun selalu dipertemukan dengan orang-orang yg aneh sesuai dengan Pikiran kita. Maka dari itu kita harus selalu berpikiran positif & baik dalam segala hal agar menjadi baik adanya dalam kehidupan kita.
Kita selalu menemukan orang dengan pola pikir yang negatif terhadap sesuatu yg dilihatnya, Misalnya (saya akan memberikan contoh dari kekuatan pikiran yg negatif) : Jika didaerah rumah kita ada rumah yg sudah lama dikosongkan, dan setiap orang yg melewati rumah itu selalu memberikan kesan negatif terhadap rumah itu, bahwa rumah itu ada mahluk halusnya/setan, maka apa yg terjadi ?.... Benar, rumah itu akan segera diisi oleh mahluk halus sesuai apa yg dipikirkan oleh orang-orang yg melintas didepan rumah itu, (looh kok bisa yaa...?)
Begini..., seperti yg sudah saya jelaskan di Rahasia Pikiran bahwa Pikiran adalah Energi, segala apapun yg dipikirkan berulang-ulang di otak kita, maka akan memberikan dampak yg luar biasa dalam kehidupan kita, baik itu pikiran positif atau negatif. Dari beberapa orang yg melintas didepan rumah itu, telah memberikan energi negatif terhadap rumah itu, sehingga pikiran itu membentuk sebuah bola energi yg sangat kuat didalam rumah itu, kemudian bola energi itu menarik suatu bentuk kehidupan (energi halus/mahluk halus) seperti bentuk yg dipikirkan oleh orang-orang yg melintas didepan rumah itu, jika yg dipikirkan adalah kuntilanak atau genderuwo, maka bentuknya seperti itu juga, tapi kebanyakan mereka memikirkan mahluk halus yg tidak berbentuk (karena tidak mengimajinasikan) makanya ada yg tidak punya muka, atau hancur berantakan bentuknya (karena hanya imaginasi yg menyeramkan saja yg mereka bayangkan, ihh.. seram rumah itu, jadi penghuninya sesuai pikiran orang yang lewat).
Aneh yaa, Pikiran kok bisa menciptakan seperti itu...? Setan di Bali leak namanya, di Jawa sundel bolong atau genderuwo kebanyakannya, di Kalimantan, Irian, Sumatera,... Lain lagi namanya. Termasuk di Amerika atau negara barat lain juga namanya (frankestein, drakula, dll), sesuai dari bayangan & imaginasi dari setiap penduduk setempat yg membayangkannya, sesuai keyakinan mereka.
Karena "Manusia Adalah Apa Yang Dipikirkannya" atau "Kita Adalah Apa Yang Kita Pikirkan". Pikiran ini jika kita asah terus menerus dapat kita gunakan sebagai senjata bagi kehidupan kita, misalnya untuk kebaikan (ahli terapist yg menyembuhkan penyakit orang, pedagang atau marketing untuk berjualan, paranormal, dll). Jika untuk kejahatan, dukun santet mengirimkan sugesti negatif terhadap orang yg mau disantet secara jarak jauh hanya dengan kekuatan Pikirannya, tukang hipnotis/gendam untuk memperdayai korbannya hanya dengan kekuatan Pikiran negatif, dll.
Itulah Dahsyatnya kekuatan Pikiran, dapat menyembuhkan atau menyakitkan orang yg ditujunya. Tapi yg lebih dahsyat lagi Pikiran dapat kita gunakan dalam segala hal untuk kehidupan kita, kalau kita mengetahui cara kerjanya dengan baik & benar.... Misalnya untuk Kekayaan, Jodoh, Pekerjaan, Usaha, Uang, Kesehatan, Kecantikan/Daya Tarik, Penyembuhan, Relasi, dll... Yang berhububungan dengan segala aspek kehidupan kita.



Rahasia Kehidupan
Dahulu kala miliaran tahun yg lalu, sebelum adanya Bumi, Bulan, Matahari & planet lainnya, telah terjadi sebuah ledakan yg sangat dahsyat diluar angkasa, yg terkenal dengan nama "Big Bang" (dentuman/ledakan yg sangat besar). Sehingga dari hasil ledakan yg dahsyat itu pecahannya menjadi planet-planet yg ada sekarang, termasuk Bumi ini beserta planet disekitarnya. Meteor (batu-batuan yg beterbangan) hasil ledakan tersebut hingga saat inipun masih beterbangan diluar angkasa sana (sungguh luar biasa kehebatan Sang Pencipta).
Sudah lama sekali saya ingin menceritakan ilusi kehidupan ini, panggung sandiwara kehidupan ini, agar kita tidak saling menyakiti diri sendiri, orang lain & semua mahluk yang ada. Karena selama ini kita selalu merasa keterpisahan didalam hidup ini, antara manusia yg satu dengan yg lainnya, padahal kita berasal dari satu dunia yg sama (Bumi yg memberikan segala yg kita butuhkan didalam kehidupan ini). Apakah anda tidak percaya jika saya katakan bahwa kita ini sebenarnya adalah Satu ?... Antara manusia yg satu dengan yg dibelahan Bumi lainnya (negara barat, asia, timur tengah, afrika, eropa, dll), yaa...iyalah kan kita cucunya nabi Adam, hi...hi...
Mengapa saya katakan satu ?.... Karena kita terbentuk dari satu energi yang sama, apa bukti dari satu energi yang sama ?.... Kalau contoh secara ilmiahnya, ilmuwan barat telah mengambil contoh bebatuan dari bulan & luar angkasa, apa yg terjadi setelah dilakukan hasil penelitian yg sangat mengejutkan ?.... Bahan dasar batuan tersebut sama persis dengan zat yang ada didalam pohon yg ada dimuka bumi ini, berarti satu unsur segala yang ada dibumi ini dengan yg luar angkasa, ini adalah bukti secara ilmiahnya. Kalau contoh secara supra naturalnya, pernahkah anda mendengar ada manusia yg bisa menembus tembok besar di China ? atau seseorang yg bisa pergi dari satu tempat ketempat lainnya yg sangat berjauhan tanpa menggunakan kendaraan ?.... Karena mereka mengerti Rahasia adanya satu Energi Kehidupan yang sama, sehingga tidak menjadi masalah bagi mereka untuk melakukan hal-hal yg diluar akal sehat kita yg belum diberikan kunci rahasia kehidupan ini. Tapi suatu saat kelak kehidupan dunia ini akan berhasil membuka rahasia energi kehidupan itu sendiri.
Ahh itu kan cuma khayalan, isapan jempol saja, yaah itulah yg akan anda katakan, karena tidak ada pembuktian didepan mata anda sendiri. Tetapi menembus tembok besar di China itu bukan isapan jempol, karena dibuktikan dengan ditonton oleh orang banyak & disiarkan di televisi seluruh dunia & dia (David Copperfield) bisa terbang sungguhan didalam kotak kaca besar transparan (aquarium tanpa air) tanpa alat bantu & pernah terbang dialam bebas serta diatas panggung, hanya dia tidak mau mengatakan itu Asli & Nyata, dia mengatakan itu hanya ilusi & trik, agar tidak menakutkan bagi yg melihatnya & dia telah mengetahui rahasia energi kehidupan ini dengan baik, tetapi belum ada orang yg bisa membuktikan bahwa yg dilakukannya adalah trik semata-mata (jangan dihubung-hubungkan dengan bantuan Jin atau menggunakan ilmu hitam, karena dia telah mengerti rahasia energi kehidupan dengan baik yang digabungkan dengan tekhnologi saat ini untuk menghibur penonton).
Apabila kita telah mampu menyingkap rahasia kehidupan ini dengan baik, maka kehidupan dunia ini terasa hambar, tidak ada isak tangis yg terasa nyata, permasalahan yg mendebarkan hati kita, penjara yg menakutkan, dll. Ibaratnya seorang aktor komedi yg mengetahui bahwa dia hanya memerankan sebuah peran saja di dalam film, tidak ada yg perlu diseriuskan, sehingga tidak menjadi beban di Hati kita. Maka diciptakanlah didalam kehidupan dunia ini dengan berbagai macam agama, ras, suku, agar dunia ini benar-benar hidup & tidak monoton satu arah. Ada siang & malam, ada gelap & terang, ada baik & jahat, ada hitam & putih, dll. Seperti uang koin yang memiliki dua sisi (agar hidup ini terasa beraneka ragam).
Saya akan berikan contoh agar lebih jelas lagi mengenai Ilusi Pikiran & Sandiwara Kehidupan ini, untuk meyakini anda sekalian. Anda pernah mendengar orang yang bernama Rommy Rafael bukan ?... Sang master hipnotis (versi Indonesia), bagaimana dia menghipnotis/mensugesti pikiran sekian banyak penonton dalam acara shownya. Dia memberikan sugesti kepada bawah sadar orang yang dihipnotis, orang yang dihipnotispun merasakan dengan kuat sugesti yang ditanamkan kepada dirinya, entah itu sugesti kesenangan atau kesedihan yang diberikan sang master kepada medium tersebut, tetapi si medium itu benar-benar merasakan secara langsung sugesti tersebut (seolah-olah nyata).
Dari cerita diatas saya hanya mau menggambarkan bahwa, bagaimana seorang manusia yang mempelajari hipnotis dapat menghipnotis orang disekitarnya.... Nah apalagi Sang Pencipta kehidupan ini (Tuhan)...? Tentunya akan lebih Dahsyat lagi, karena seluruh dunia ini telah dihipnotis dengan suatu keadaan, kejadian, permasalahan hidup disekitar kita ini seolah-olah nyata... Padahal tidak demikian adanya (loh kok bisa ?). Yaa... karena kita sebenarnya tidak menjalaninya secara nyata hanya ilusi pikiran saja, padahal Ruh kita sebenarnya tidak kemana-mana (tetap di alam Ruh bersama Sang Pencipta). Anda pernah lihat film The Matrix (pemeran utamanya Keanu Reeves)...? Kira-kira begitulah kehidupan kita ini, kita tidak kemana-mana, hanya diam ditempat (Ruh kita), hanya pikiran kita sajalah yang bermain menampilkan ilusi kehidupan ini kesana kemari (hebat yaah...).
Maaf... Saya menceritakan Rahasia Kehidupan ini hanya untuk menyadarkan Diri kita saja, agar tidak melukai Diri sendiri & orang lain dengan keegoisan kita, hidup ini untuk berbagi dengan sesama, melayani sesama kita (boss melayani pelanggan, bawahan melayani majikan, istri melayani suami & anak-anaknya, dst. Karena Hidup adalah pelayanan bagi sesama mahluk hidup). Bagi yang belum bisa menangkap dengan jelas cerita ini, karena tingkat kesadaran & pemahaman spiritual yang kurang dalam, lanjutkan saja membacanya yaah, karena ini butuh pemahaman yang cukup sulit untuk membuka rahasia kehidupan ini (hanya orang tertentu yang dapat mengerti dengan jelas rahasia kehidupan ini).
Apakah kita bisa memilih untuk dilahirkan disebuah keluarga yg kaya, atau memilih terlahir dalam sebuah agama tertentu, negara tertentu, tidak bisa kan ?.... Jadi, janganlah kita saling menghujat sesama kita, karena kita adalah satu adanya, bukankah tertulis disalah satu Hadits, "Barang siapa yg menyakiti orang lain, dia sama juga dengan menyakiti diri sendiri" atau "Barang siapa yg mencoreng arang/membuat malu saudaranya, sama juga mencoreng dirinya sendiri". Dan disalah satu ayat kitab suci umat Islam berbunyi "Dan kutiupkan ruh Ku pada saat janin didalam kandungan" ('ruh Ku' Ini jelas adanya bahwa kita adalah satu sumbernya "Sang Pencipta" apapun agama & sukunya tetap satu Sumbernya) karena Dia yang memberikan zat Nya maka sifat Nya pun masuk kedalam Diri kita (Asma Ul Husna/sifat "Sang Pencipta" hanya kita tidak pakai Maha saja, pengasih, penyayang, pemberi, dll).
Misalnya anda dilahirkan dinegara komunis, sebuah pegunungan, jauh dari buku, ilmu pendidikan & aneka ragam agama. Kehidupan anda hanya dari rumah ke hutan mencari makan dengan berburu & berkebun. Anda berbuat baik kepada orang tua & setiap manusia disekeliling anda, hingga hari tua anda. Setelah hari tua anda kemudian dijemput oleh ajal, kemudian dikuburkan, setelah itu anda dibangunkan kembali di alam sana, kemudian dicemplungkan keneraka tanpa ada perhitungan baik & buruk amal anda, apakah anda akan komplain ?.... Yaa, tentu saja anda akan komplain, menanyakan kenapa anda dimasukan kedalam neraka bukan ?... Anda tidak akan mengatakan bahwa : "Ahh... ini kan sudah takdir saya untuk masuk neraka". Nb: Tolong baca surat Al-Baqarah ayat 62 (kitab suci Al-Quran) untuk pemahaman kita agar lebih baik lagi.
Tolong renungkan cerita tersebut diatas & jawab melalui akal sehat & hati nurani anda. Suatu saat "Rahasia Kehidupan" akan terkupas dengan sendirinya, seiring dengan bertambahnya tingkat kesadaran kita semua, Dunia beserta isinya adalah sempurna adanya sesuai zamannya. Semua tragedi kehidupan yang ada hanyalah suatu "Proses" pembelajaran/nasehat kehidupan bagi zaman berikutnya, agar menjadi lebih baik di kehidupan berikutnya.
Fir'aun, Hittler, dll, mereka hanyalah perantara pembelajaran bagi "sandiwara kehidupan" ini, agar menjadi contoh bagi kita semua mengenai adanya baik & buruk, hitam & putih dalam kehidupan ini, kebetulan mereka menjadi contoh yang Na'as dalam kehidupan mereka yang lalu, mulai sekarang hentikanlah menghujat, mencaci-maki sesama mahluk hidup, dari golongan, suku atau agama apapun mereka... (karena kita adalah satu adanya), percayalah!



Formula Pikiran
sekarang kita menuju inti dari pembicaraan ini, apakah anda sudah siap merubah kondisi hidup anda...? Bagus kalo sudah siap, perlu saya ingatkan kembali... Bahwa pikiran adalah energi, dan segala yang anda lihat dimuka bumi ini adalah "satu energi" /energi yg sama (lihat keterangan "Rahasia Kehidupan"), hanya berbeda tingkat kepadatannya saja antara yg satu dengan yg lainnya. Termasuk Pikiran kita adalah gelombang energi, yang apabila kita pikirkan sesuatu hal terus-menerus akan 'menjadi' seperti apa yg kita inginkan (daya cipta), asalkan kita tahu caranya dengan baik & benar (hanya utk kebaikan & kebenaran saja, serta bermanfaat bagi orang banyak).
Prinsip dari penciptaan ini ada 4 macam : Berdoa (meminta), Percaya (meyakini doa tersebut akan terkabul), Menerima (seolah-olah sudah mendapatkan apa yang kita minta), Syukur (mensyukuri apa yg kita minta seolah-olah telah kita dapatkan). Lah...wong doanya belum kita terima kok sudah disyukuri, piyee toh... ? (inilah tehnik memanipulasi Pikiran). Setelah proses mencipta dilakukan, jalani kehidupan anda seperti biasa. Nah inilah tehnik formula yg sangat dahsyat yg belum pernah kita terima dari guru kita pada saat sekolah dulu. Bagaimana kita bisa menciptakan hal apapun yg kita inginkan dalam hidup ini mewujud segera menjadi kenyataan, mari kita bahas satu persatu agar lebih jelasnya...:
Berdoa (meminta) : Cara berdoa yang baik & benar adalah dengan memuji kebesaran Tuhan didalam Hati kita, setelah itu bayangkan dengan jelas (didalam pikiran kita) apa yg kita butuhkan pada saat ini.
Percaya (yakin) : Meyakini bahwa doa kita pasti diterima.
Menerima : Seolah-olah kita sudah mendapatkan apa yg telah kita minta (kok aneh yaa...? padahal belum kita terima).
Syukur : Mensyukuri doa kita tersebut seolah-olah sudah kita dapatkan. (syukur adalah power agar terkabulnya doa kita).
Dari 4 prinsip diatas, apabila telah kita jalankan dengan baik, maka dampaknya dalam kehidupan kita adalah : Situasi, Kondisi & Orang yang akan didatangkan kedalam kehidupan kita melalui network/jaringan (orang/pertemanan/hubungan yg telah kita jalin/bentuk sebelumnya atau yang baru kita bentuk), didatangkan kedalam kehidupan kita karena telah melakukan proses doa/permintaan yg telah kita panjatkan. Bukan langsung dijatuhkan 2 karung Duit keatas kepala kita dari langit, he...he...
Pada suatu saat saya mencoba melakukan proses mencipta keinginan saya untuk mendapatkan uang sebesar 5 Milyar rupiah (wah.. gede banget boo....). Setiap malam saya kirimkan gambaran keinginan saya untuk mendapatkan uang tersebut agar terwujud nyata didalam kehidupan saya, kurang lebih 1 bln saya berdoa untuk mendapatkannya, apa yang terjadi saudaraku...?
Ketika saya sedang membaca buku disuatu cafe sendirian sambil menikmati secangkir kopi capucino, tiba-tiba ada 3 orang yg sedang membicarakan mengenai sebuah bank swasta yg akan dijual oleh pemiliknya, nilai jualnya sekitar 500 Milyar rupiah. Saya sengaja menguping pembicaraan mereka, karena mereka serius sekali ingin menjual cepat bank tersebut. Kemudian saya berpikir & teringat dengan visi saya untuk mendapatkan uang 5 Milyar rupiah (wah... jangan-jangan ini situasi, kondisi & orang yg didatangkan pada saya ?). Akhirnya saya beranikan diri untuk mendekati mereka & meminta informasi mengenai bank tersebut, untungnya mereka menerima kedatangan saya dengan senang hati, karena akan lebih mempercepat terjadinya proses penjualan bank tersebut secepatnya.
Dalam beberapa hari saya mencoba untuk menghubungi beberapa orang teman saya untuk mencarikan buyer yg sangat berpotensi untuk membeli bank tersebut. Setelah menunggu beberapa hari akhirnya saya mendapatkan kabar dari teman saya, ada buyer yg sangat berpotensi ingin membeli bank tersebut. Akhirnya kami mengadakan rapat antara calon buyer & pemilik bank tersebut, wah... mudah-mudahan berhasil semua usahaku ini (dalam hatiku). Setelah diperiksa semua data-data kepemilikan bank tersebut, akhirnya terjadilah penawaran harga dari pihak calon buyer bank tersebut. Tapi sayangnya tidak terjadi kesepakatan harga yg dapat dicapai oleh kedua belah pihak (wah... kelaut cooy uang 5 Milyar komisi ogut, hi..hi..hi..).
Nah, dari cerita diatas saya hanya ingin memberikan contoh kepada anda, bahwa tehnik doa yg sudah saya panjatkan itu bekerja di alam semesta ini (situasi, kondisi & orang yang akan didatangkan kedalam kehidupan saya). Pikiran itu seperti magnet, sejenis menarik sejenis. Karena orang-orang yg dihadirkan kedalam kehidupan saya adalah orang yg sejenis (mengharapkan uang besar untuk keperluan hidup) & prinsip ini benar-benar bekerja untuk kita, dan untuk keinginan jenis apapun. Hanya kita perlu tanggap dengan kejadian yg terjadi disekeliling kita, kalo saya tidak tanggap/merespon percakapan dengan orang yg di cafe tersebut, maka tidak akan terjadi sebuah transaksi yg mengarah kepada visi saya (andapun harus seperti itu).
Kenapa saya katakan pikiran itu seperti magnet ?.... Karena pikiran adalah energi, energi sejenis menarik energi sejenis, keinginan sejenis menarik keinginan sejenis, orang yg sejenis menarik orang sejenis. Misalnya : Preman disekitar kehidupan mereka adalah preman (karena preman gak bisa hidup disekitar ustad, bisa kepanasan dia, ha...ha...), pemabuk disekitarnya adalah pemabuk, penjudi disekitarnya yaa penjudi juga. Begitupun pengusaha disekitar mereka adalah pengusaha, pedagang disekitarnya adalah pedagang juga, ulama, dll.
Begitulah prinsip Pikiran itu bekerja didalam kehidupan ini (hukumnya pasti), tetapi jika anda ingin merubah konsep Pikiran anda, anda yg tadinya pemabuk ingin berhenti jadi pemabuk & ingin berkumpul bersama pengusaha (he...he... bisa juga sich), yaah kita tinggal merubah saja Pola Pikir kita yg lama, visualkan/bayangkan terus setiap malam keinginan anda dengan keyakinan penuh untuk merubahnya.



Pikiran Bawah Sadar
Sangat menarik sekali berbicara tentang "Pikiran Bawah sadar” atau ada juga yang menyebut “Bawah Sadar" karena belum ada penjelasan yg sangat akurat sekali mengenai "Bawah Sadar" (kita singkat saja BS), baik penulis buku dalam negeri maupun luar negeri, karena ini merupakan "Rahasia Alam Semesta" (Rahasia Tuhan). Karena didalam bunyi satu ayat di kitab suci umat Islam "Dan tidak kuberitahukan pengetahuan tentang "Ruh", kecuali hanya sedikit". Jadi yaa wajar kalo masih terdapat pro & kontra, karena ilmu itu sifatnya berkembang & bertahap, pendapat sekarang dengan 10 thn kemudian sudah berbeda. Saya akan coba menjelaskan semampu saya melalui pengamatan saya dari puluhan buku (dalam & luar negeri) yg telah saya pelajari & pengalaman Spiritual saya sendiri, yg saya rangkum menjadi tulisan saya ini, semoga bermanfaat bagi para pencari kebenaran dalam hidup ini.
Yang perlu kita ingat bahwa manusia adalah "mahluk 3 dimensi" (Tubuh, Pikiran & Jiwa atau Body, Mind & Soul) cukup 3 poin itu saja yg perlu kita ketahui, jangan dipecah bagian lagi mengenai Jiwa (beberapa keyakinan memecah lg menjadi banyak bagian dari sang Jiwa, kita anggap saja satu kesatuan dari Jiwa). Dimana Tubuh adalah badan/raga kita, Pikiran diproses oleh otak kita (tempat prosesor data) & Jiwa adalah ruh kita.... Seluruh pengalaman hidup disimpan didalam Jiwa (komponen BS). 3 bagian ini tidak dapat berdiri sendiri didalam kehidupan ini kecuali sang Jiwa bisa berdiri sendiri tapi tidak dialam dunia ini kalo sudah meninggalkan tubuh (seharusnya kembali ke Sang Pencipta kalo tidak nyasar, he..he...).
(Masa cuma 1 bagian (Jiwa/Ruh) saja sich...? Kata orang tua saya ada bagian diri yg lain, kata orang barat ada 4 s/d 9 bagian diri yg lain didalam diri kita....) Betul ada banyak bagian diri didalam Diri kita, kenapa bisa terjadi ?... Karena semua diri itu terbentuk akibat proses Pikiran kita sendiri, pada saat pertama kali kita turun kedunia dulunya, tadinya hanya 1 bagian Jiwa/Ruh saja, tetapi setelah kelamaan tinggal didunia, karena proses Pikiran penyesuaian dengan lingkungan yg sangat keras sehingga terbentuklah menjadi beberapa bagian (ada yg disebut si baik, ada si jahat, ada si keras kepala, ada si sombong, si penakut, si egois, dll), tapi pada dasarnya tadinya hanya satu bagian (Jiwa/Ruh), kemudian memecah menjadi beberapa bagian karena proses Pikiran yg berulang-ulang karena satu keadaan penyesuaian kehidupan didunia, sehingga terpecah & hidup didalam diri kita didalam satu kesatuan yang selalu mengiringi hidup kita, yang kita sebut lapisan Jiwa/Aura Tubuh (supaya gak bingung kita anggap saja satu bagian, Jiwa/Ruh).
Maka ada baiknya kita meleburkan menjadi satu bagian saja, dari setiap bagian diri yg terpisah-pisah didalamnya, dengan cara pensucian Diri, menerima apa adanya setiap bagian, memaafkan setiap bagian diri & memaafkan setiap orang yg terhubung dengan kita. Setelah mencapai pensucian Diri, maka kita akan menerima sang Jiwa yg aslinya (sang Bijaksana). Udah sampai disini dulu, takutnya gak nyambung obrolannya,
BS lebih mengerti bahasa visualisasi/gambaran/imaginasi, dibandingkan dengan kata-kata. Karena kalimat dapat berbeda arti sesungguhnya apabila diucapkan mulut & diproses di otak (ada pepatah "lain dimulut lain dihati"). Jadi biasakan proses permintaan kita melalui imajinasi/bayangan/visualisasi yang sangat jelas, sehingga gambaran itu dapat tampak jelas ditangkap oleh BS kita (makanya kalo kita berdoa gak perlu teriak-teriak, pasti nyampe, karena ada wakilnya di Hati kita, he...he...). Pantesan saya sudah berdoa bertahun-tahun kok gak dikabulin yaa...?, (karena yg diucapkan tidak dapat dimengerti dengan jelas, mulut ngomong apa... Pikiran melayang kemana-mana, jadi bingung deh si BS, nih orang minta apaan sih ? he...he...).
Posisi BS adanya didalam Batang Otak (diujung tulang leher penghubung ke otak kita), dan batang otak itu hidup karena dihuni BS, sifat BS ini seperti anak kecil (polos sekali), BS ini menunggu perintah dari kita selalu, kalo kita bilang A maka BS langsung menghubungkan kita dengan A yg kita maksudkan, kalo kita bilang B begitu juga. Tanpa memproses apakah A baik atau tidak untuk kita, makanya kita diberikan Otak kanan & otak kiri untuk memproses ulang apakah pikiran yg kita maksudkan baik untuk diri kita sendiri atau tidak. Makanya jangan asal mikir, karena BS akan segera merespon & menjalankan seperti apa yang kita pikirkan.
Oh iya... BS tidak mengenal kata "TIDAK" atau "JANGAN" (looh, maksudnya apa ?...). Jika kita mengucapkan sebuah kalimat : Saya "Tidak" mau makan es krim,... Maka perintah yg diucapkan, diartikan oleh BS adalah : Saya .... mau makan es krim (looh kok aneh yaa...?). Begini... BS ini hanya merespon pongkol/pusat kalimat yang kita tekankan saja. Jika kita mengucapkan kalimat diatas kepada anak kecil, pasti yg dibayangkan oleh anak kecil tersebut adalah es krim nya saja.
Makanya kalo kita selalu mengucapkan kalimat penolakan kepada seseorang, pasti orang itu akan mengulangi lagi perbuatan yg tidak kita inginkan tersebut... Misalnya kepada anak kita : kamu jangan begini...., kamu jangan begitu...., Besoknya dia mengulangi perbuatan tersebut, karena BS nya menerima itu sebagai perintah. Jadi gimana dong perintah yang baik & benar ?... "Nak kamu harus melakukannya seperti ini..." Kalo perintah ke BS, gambarkan saja didalam benak kita, gambaran yang sesuai keinginan kita, supaya pasti datangnya seperti yang kita inginkan.
Mau tahu sifat aslinya Bawah Sadar ?... Kita perhatikan saja seorang anak bayi yang baru berumur beberapa bulan,... Apapun yang diberikan kehadapannya, sang bayi langsung memasukan kemulutnya, itulah sifat BS... Apapun yang kita pikirkan berulang-ulang, yg ditangkap oleh sang BS, bahwa itu adalah perintah/keinginan kita... Jadi untuk menghindarinya, jangan memikirkan sesuatu hal yg negatif berulang-ulang bermain didalam Pikiran kita. Karena lambat-laun hal tersebut akan tercipta dalam kehidupan kita (baik itu penyakit atau permasalahan hidup). Makanya orang Jawa bilang "Positif Thinking Always" cooy, ho...ho...
Mungkin pernyataan saya ini akan mengejutkan anda sekalian... Bahwa Jiwa/Ruh atau Bawah Sadar atau Aura adalah satu kesatuan (loh kok bisa aura dibawa-bawa ?... Karena Aura adalah pancaran warna Jiwa kita), biar anda lebih kaget lagi.... Bahwa Jiwa bukan didalam Tubuh, tapi Tubuh kita dilapisi oleh Jiwa kita, yg berbentuk bola elips (lapisan Aura kita) & berpusat tepat ditengah dalam "rongga dada" kita (makanya kita selalu sesak napas kalo kita sdg banyak Pikiran atau masalah, karena Jiwa merespon apa yg sdg kita pikirkan), Jiwa memuat seluruh informasi kehidupan kita & Alam Semesta ini (perwakilan Tuhan), kita bisa mengetahui rahasianya hanya dengan pembersihan Diri & melalui kesadaran Jiwa kita (seperti orang-orang suci yang telah dibukakan pintu rahasia mengenai Alam Semesta ini, makanya BS sangat luar biasa kehebatannya bila kita telah mengerti tentang Nya.
Pada saat anda sedih, marah, gelisah, warna aura tubuh kita berubah-ubah sesuai kondisi Pikiran kita, karena BS ini menerima respon dari Pikiran kita (makanya berhati-hati dengan Pikiran kita), karena respon positif atau negatif akan selalu diterima dengan senang hati oleh BS kita. Contohnya: Jika kita memberi sugesti negatif kepada Diri sendiri "saya orang susah, saya orang miskin" maka warna aura dari tubuh kita akan berubah menjadi abu-abu (sesuai dengan sugesti yg diterima), misalnya pengemis atau gembel dijalanan, cahaya wajah mereka rata-rata kurang enak dilihat, karena mereka selalu mensugesti diri dengan kalimat yg kurang baik atau negatif, berbeda dengan artis atau bintang film, cahaya wajah mereka lebih enak dilihat, karena selalu menanamkan sugesti/kalimat positif terhadap Diri sendiri, inilah yg ditangkap oleh BS kita.
Ada sebuah cerita.... Dahulu kala ada seorang pertapa dihutan belantara, setelah bertahun-tahun bertapa. Suatu hari ada seorang ahli benda purbakala yg sedang mencari benda peninggalan bersejarah dihutan itu (iseng banget tuh orang, nyarinya dihutan, dimuseum aja lebih gampang kalee, he...he...). Kemudian mereka saling tegur sapa pada saat berpapasan. Wahai saudaraku sedang apakah gerangan anda dihutan ini ?... Saya sedang bertapa menjalankan sebuah amalan agar bisa berjalan diatas air... (wah hebat betul nih orang, mau jalan diatas air cooy).
Kalau boleh tau, amalan apakah yg anda baca agar dapat berjalan diatas air ? Kemudian si pertapa ini membacakan sebuah doa dalam bahasa kuno. Kebetulan ahli benda purbakala ini mengerti bahasa kuno. Wahai saudaraku dalam bacaan tersebut ada kesalahan dalam artinya, saya akan memperbaiki bacaan tersebut agar sesuai dengan apa yg anda harapkan. Oh boleh dengan senang hati kata si pertapa, setelah memperbaiki bacaan tersebut akhirnya si ahli purbakala itu pamitan untuk melanjutkan perjalanannya sambil menyusuri tepian danau dihutan itu.
Selang 5 menit kemudian sang ahli purbakala itu mendengar suara teriakan memanggil namanya dari arah belakang, ternyata sang pertapa berlari menuju kearahnya sambil berjalan diatas air danau tersebut... Kaget sekali sang ahli purbakala itu (bagaimana sebuah amalan yg salah diucapkan tapi bisa berhasil sesuai keinginan si pertapa tersebut ?....) Ada apa lagi tanya si ahli purbakala ? Maaf saya lupa tadi bacaannya yg anda ucapkan, akhirnya si ahli purbakala itu membacakan lagi amalan sang pertapa, setelah itu pamit untuk melanjutkan perjalanannya.
Nah bisa anda bayangkan cerita diatas tadi, bagaimana seorang pertapa yang dengan kesungguhan Hatinya mengamalkan bacaan tersebut hingga rela tinggal dihutan belantara sekalipun untuk mendapatkan ilmu tersebut, walaupun bacaan tersebut salah artinya, tapi dapat bekerja sesuai keinginannya. Itulah Bawah Sadar, dia dapat menangkap imaginasi / gambaran yg ada didalam Pikiran sang pertapa tersebut dengan baik, karena bahasa visualisasi lebih mudah ditangkap oleh sang BS kita (tapi anda gak perlu kehutan untuk menjadi sakti seperti pertapa itu, he…he...he...)




KEKUATAN PIKIRAN
“Hidup Anda merupakan cerminan dari apa yang Anda yakini di dalam batin. Dan apa yang Anda yakini di dalam batin, akan berada di bawah kontrol Anda,” ucap Rhonda Byrne — penulis buku The Secret. Menurutnya, kita akan menarik segala sesuatu menurut apa yang kita yakini. Setiap keadaan yang kita tarik dan kita alami, semua berasal dari apa yang ada di dalam batin kita sendiri.
Pikiran adalah bentuk energi paling kuat di alam semesta. Kekuatan dari pikiran dapat membuat hidup Anda menjadi beragam. Tidak ada yang dapat terjadi dalam hidup Anda jika Anda tidak memikirkannya terlebih dahulu. Pertimbangkan fakta ini: Anda dapat mengendalikan hidup Anda, lebih dari yang Anda bayangkan. Kemudian, Anda secara mudah dapat mengendalikan pikiran Anda dan mengarahkannya untuk mencapai tujuan-tujuan Anda.
Pikiran adalah kekuatan dibalik segala peristiwa baik di bumi maupun alam semesta. Kekuatan pikiran, seringkali melampaui keterbatasan fisik tubuh manusia. Ini adalah sumber yang tidak terlihat yang selalu memancarkan energi dinamis, dan mempengaruhi segala aspek dalam hidup Anda. Kreativitas, rasa humor, kepercayaan diri atau citra diri Anda, semua berasal dari kekuatan pikiran. Luar biasanya, apa yang Anda sebut sebagai kenyataan dalam hidup, semuanya hanyalah “kenyataan” menurut gambaran pikiran Anda sendiri.
Singkatnya, Anda adalah apa yang Anda pikirkan. Jika Anda berpikir Anda tidak cukup baik, maka Anda tidak akan merasa baik. Jika Anda berpikir Anda tidak akan mampu, tidak berbakat, tidak punya modal untuk memulai usaha, maka itulah yang pasti terjadi. Dan berlaku pula kebalikannya. Ini bisa kita buktikan dari kisah orang-orang sukses dunia. Mereka yang berhasil mengukir prestasi, pasti memiliki keyakinan sukses. Warren Buffet, legenda raja saham, bahkan pernah menyebut, “Saya selalu berpikir saya akan kaya. Dan tidak semenit pun meragukannya.” Dan, kenyataan itulah yang terjadi padanya.

Pikiran dan Hukum Tarik Menarik
Jika pikiran Anda positif, maka pikiran akan mentransmisikan kekuatan untuk membawa hal-hal positif ke dalam hidup Anda. Apa pun yang dapat Anda pikirkan — termasuk kesuksesan, kehormatan, uang, atau cinta — semuanya bisa menjadi milik Anda. Yang harus Anda lakukan adalah bertanya dan memusatkan pikiran Anda pada tujuan.
Di sisi lain, jika pikiran Anda secara konsisten negatif, maka Anda pun akan menarik hasil negatif ke dalam hidup Anda. Kalau Anda pernah bertanya-tanya, mengapa hanya hal-hal buruk yang terjadi? Mengapa Anda sering menemui ketidakberuntungan? Itu semua akibat dari kekuatan pikiran Anda sendiri. Bisa jadi tanpa sadar, Anda selalu lebih berfokus pada hal yang negatif daripada yang positif.
Kabar baiknya, itu semua bisa diubah. Anda dapat memiliki hal-hal yang Anda inginkan. Anda dapat memiliki kehidupan impian Anda. Yang perlu Anda lakukan hanyalah, memanfaatkan kekuatan pikiran Anda dan menggunakannya untuk menciptakan keuntungan.
Karena itu, camkan baik-baik dalam pikiran: Anda telah memiliki energi paling kuat yang berlimpah yang ada di alam semesta, yaitu pikiran. Terlepas Anda menyadarinya atau tidak, Anda sendirilah yang menarik semua hal yang datang ke dalam hidup Anda saat ini. Hal ini menandakan bahwa nasib Anda sepenuhnya berada di tangan Anda sendiri. Jadi, kenapa Anda tidak segera mengubah nasib Anda? Caranya? Mulailah dengan memikirkan hal-halmenarik dalam hidup Anda, yaitu semua hal yang baik, positif dan memperkaya.
Dunia fisik mengikuti dunia metafisik. Apa pun yang dimasukkan ke dalam pikiran akan membuat yang metafisik menjelma ke dalam bentuk fisik. Sebagaimana Anda, air, dan akar tanaman. Meskipun Anda tidak dapat melihat proses kerjanya, tetapi mereka bekerja. Dan dari situlah tanaman memperoleh nutrisi yang diperlukannya untuk tumbuh. Sehingga setiap usaha Anda menyiram dan merawat tanaman, meski tak terlihat, telah membuat tanaman tumbuh dan berkembang. Sehingga Anda dapat melihat tanaman tersebut tumbuh dengan indah. Yang dapat Anda lihat adalah efek dari perawatan dan pemeliharaan tanaman.
Cara yang persis sama dengan kerja pikiran. Anda tidak dapat melihatnya, tetapi Anda dapat melihat efek dari kekuatan pikiran melalui hal-hal yang berhasil ditarik ke dalam hidup Anda. Jika Anda ingin memiliki hal-hal yang baik dalam hidup Anda, Anda harus memberi makanan ke dalam pikiran, hal-hal yang baik pula. Pikiran tentang kesehatan, kebahagiaan, cinta, kemakmuran, dan kesuksesan adalah hal baik yang akan menjelma menjadi nyata.

Melatih Pikiran
Sadarilah bahwa Anda menciptakan hidup Anda dari dalam ke luar. Karena itu, usahakan setiap hari Anda selalu meluangkan waktu untuk diri sendiri. Gunakan waktu tersebut untuk merenungkan kehidupan Anda dan untuk menghargai hal-hal besar yang sudah ada. Rencanakan dengan bijak target masa depan Anda. Bermeditasilah dan bersihkan pikiran Anda dari semua pikiran yang tidak perlu, sehingga Anda dapat berfokus pada apa yang Anda inginkan bukan yang Anda khawatirkan. Dengan begitu, Anda akan menjadi lebih produktif dan memiliki lebih banyak ide. Dan dengan cara itu pula, Anda telah menghormati diri sendiri sekaligus memperkuat citra diri Anda.
Perhatikan pikiran Anda; Jika ada pikiran negatif yang melintas, segera hentikan. Anda secara sadar dapat memilih sebuah pikiran yang lebih baik, lalu kembali fokus pada pikiran yang baru. Bisa jadi berpikir negatif sudah telanjur menjadi kebiasaan lama, akibat pengaruh masyarakat di sekitar Anda. Itu tak menjadi soal, karena Anda dapat mengubah kebiasaan tersebut dengan relatif cepat jika Anda memiliki keinginan kuat. Cukup dengan sadar memilih pikiran yang baru, pada saat pikiran negatif datang — Anda akan terkejut — karena dengan cepat kebiasaan berpikir positif sudah menggantikan kebiasaan lama Anda.
Visualisasikan; Lihat diri Anda sendiri seakan-akan telah memiliki semua yang ingin Anda capai. Ini membantu Anda untuk tetap fokus dan berada di jalur tepat menuju tujuan. Hampir semua olahragawan ternama mengisahkan, bahwa mereka selalu melakukan visualisasi / imajinasi di sela-sela latihan. Karena, tubuh tidak bisa membedakan antara sebuah peristiwa yang benar-benar nyata, atau hanya simulasi dalam pikiran Anda.
Bersyukurlah dan jangan khawatir; Lihatlah di sekeliling Anda. Ada begitu banyak hal indah, salah satu di antaranya adalah Anda! Anda adalah seorang individu yang luar biasa terlepas dari situasi Anda saat ini. Jika Anda mungkin saat ini sedang menghadapi keadaan tersulit, jangan khawatir, karena itu dimaksudkan untuk mempersiapkan diri Anda agar berhasil mencapai tujuan-tujuan Anda kelak. Oleh karena itu selalu ingat target Anda, dan jangan biarkan semua itu hilang sebelum Anda berhasil meraihnya.
Untuk mengakhiri artikel ini, kami ingin menyampaikan sebuah kutipan: “Merenungkan dengan baik, adalah bijaksana; Membuat rencana, lebih bijaksana; Melaksanakannya dengan baik, adalah yang paling bijaksana dan sekaligus yang paling baik.” Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami ajak Anda untuk merenungkan, merencanakan sekaligus melaksanakan perubahan. Terutama dalam melatih dan mengembangkan kebiasaan berpikir positif, karena nyata-nyata lebih mendekatkan kita pada segala kebaikan.



Hebatnya Kekuatan Pikiran Manusia
Semua manusia tentunya diciptakan pikiran oleh Tuhan. Pikiran manusia hanya ada satu. Namun pikiran terbagi menjadi 2 bagian, yaitu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Dalam artikel ini, Saya akan mengulas tentang apa itu pikiran sadar dan pikiran bawah sadar. Selain itu, pada akhir artikel Saya juga akan menjelaskan tentang bagaimana cara melatihnya? Berikut ini adalah penjelasannya secara singkat.
Apakah para pembaca tahu apa fungsi dari pikiran sadar? Fungsi pikiran sadar adalah melakukan analisa, membandingkan informasi, mengambil keputusan, melakukan perhitungan matematika serta memberikan perintah kepada pikiran bawah sadar. Wow hebat, ibaratnya pikiran sadar adalah boss dari pikiran bawah sadar.
Menurut penelitian, kekuatan pikiran sadar hanya mempengaruhi 12 persen untuk mengendalikan seluruh tubuh. Selebihnya kekuatan terbesar terletak pada pikiran bawah sadar manusia. Besar kekuatan pikiran bawah sadar yaitu 88 persen mempengaruhi seluruh tubuh manusia. Wow sangat luar biasa bukan?
Namun sayangnya tidak banyak orang mampu memaksimalkan kekuatan pikiran bawah sadar mereka. Mengapa? Ada banyak faktor, salah satunya lingkungan serta program pikiran manusia.
Oke, kalau sedikitnya tadi sudah dibahas tentang apa fungsi pikiran sadar, sekarang Saya akan membahas secara singkat apa itu pikiran bawah sadar?
Pikiran bawah sadar adalah pikiran yang berfungsi sebagai pusat database (memori), kebiasaan, intuisi, serta seni. Segala kekuatan terbesar dan kebijaksanaan berada di dalam pikiran bawah sadar. Jika tiap manusia bisa memaksimalkan kekuatan pikiran ini, maka sangat memungkinkan bagi manusia dalam mencapai tujuannya.
Dari paragraf di atas, sudah jelas bahwa kekuatan pikiran bawah sadar manusia lebih kuat dibanding dengan kekuatan pikiran sadarnya. Tubuh manusia selalu bergerak sesuai dengan kebiasaan. Nah, kebiasaan itu ada pada pikiran bawah sadar.
Semua sudah terprogram secara berkala mulai dari lahir hingga saat ini. Semua data yang diperoleh lewat pengalaman terekam sempurna pada pikiran ini. Semua rekaman itu akan menjadi acuan manusia dalam melakukan aktifitas juga bagaimana cara berpikir.
Pikiran bawah sadar sangatlah pintar namun juga sangat bodoh. Mengapa saya bisa berkata demikian? Baik, sekarang mari kita coba buktikan. Kini coba tutup mata (ups, baca ceritanya dulu ya) kemudian bayangkan diri Anda sedang berada di luar rumah. Keadaan di luar sangatlah terik, panasnya matahari membuat sekujur tubuh terasa pusing dan haus. Sejauh mata memandang tidak ada satupun toko, warung,  atau bahkan kendaraan melintas . Akhirnya Anda memutuskan untuk pulang ke rumah dengan berjalan kaki di bawah teriknya matahari. Sesampainya di rumah, rasa haus semakin menjadi karena jaraknya begitu jauh. Lalu dengan bergegas Anda menuju lemari es dan membuka pintunya kemudian melihat ada sebuah jus jeruk dingin di dalam lemari es. Bayangkan rasanya jus jeruk itu terasa sangat segar juga asam sekali. Saat meneguk air jeruk itu Kemudian Anda memejamkan mata karena asamnya sari jeruk seperti jeruk yang baru saja diperas. Anda meneguknya dengan puas demi memuaskan dahaga.
Oke, barusan saja Anda telah melakukan tehnik visualisasi. Dari cerita di atas, sensasi apa yang Anda rasakan? Apakah ada air liur keluar dari dalam mulut. Hehehe…. Ya, sama saya juga. Dari hal ini bisa diambil kesimpulan bahwa, pikiran bawah sadar sangat mempengaruhi seluruh tubuh. Padahal secara fisik, tubuh asli tidak sedang berada di luar rumah atau bahkan melihat jus jeruk seperti cerita saya di atas.
Namun semua gambaran itu ada dalam memori, sedangkan memori ada di pikiran bawah sadar. Tapi, mengapa walau tidak melihat maupun atau merasakannya secara nyata namun air liur bisa keluar. Nah itulah bukti dari bodohnya pikiran bawah sadar. Terbukti bukan bahwa pikiran bawah sadar sangat bodoh namun sangat pintar. Pikiran bawah sadar tidak bisa membedakan mana gambaran asli dan mana gambaran visualisasi. Semua gambaran dianggap nyata oleh pikiran bawah sadar. Potensi atau kekuatan pikiran bawah sadar manusia sangatlah unik, dari proses ini dia bisa mempengaruhi kondisi tubuh manusia hanya dengan melalui proses visualisasi atau membayangkan.
Masihkah Anda ingat tadi di awal paragraf saya menyebutkan bahwa pikiran sadar bertugas memberikan perintah kepada pikiran bawah sadar. Ketika manusia dihadapkan pada satu masalah, pikiran sadarnya akan mencoba mengambil alih dalam menentukan mampu atau tidaknya mereka melakukan hal tersebut.
Maka, apapun yang pikiran sadar katakan, itu akan menjadi sebuah perintah kepada pikiran bawah sadarnya. Sebagai contoh, ketika Anda berpikir (pikiran sadar) “bisa”, maka pikiran bawah sadar akan memaksimalkan kekuatan dan potensi tubuh untuk mampu mencapai tujuan Anda sesuai perintah pikiran sadar.
Namun ketika pikiran Anda berkata “tidak bisa”, maka pikiran bawah sadar juga akan memaksimalkan kekuatan terbesarnya untuk mengkondisikan tubuh menjadi “tidak bisa”, sesuai apa perintah pikiran sadar. Jadi, Berhati-hatilah dengan pikiran Anda. Karena pikiran yang kita pikirkan akan mempengaruhi seluruh tubuh serta motivasi kita.

Jumat, 27 Maret 2015

BERGURU KEPADA ALLAH

Kalimat "berguru kepada Allah" mungkin masih terasa asing di telinga kebanyakan orang. Namun Abu Sangkan menggunakannya sebagai topik bahasan dengan melihat dari sisi lain dari setiap pengajaran suatu ilmu yang disampaikan oleh para guru maupun para pakar. Mereka adalah orang-orang yang mendapatkan ilmu dari membaca buku yang tersusun dari huruf-huruf maupun membaca dari setiap kejadian-kejadian unik dari fenomena alam semesta ini. Apabila kita perhatikan surat Al 'Alaq ayat 1-5, Allah menjelaskan apa yang dimaksud dengan kata "membaca" :

"Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah , Bacalah, dan Tuhanmu Yang Maha Pemurah, Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam, Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya" (QS 96:1-5)
Ayat di atas jelas sekali bagaimana Allah mengajarkan membaca dengan melihat suatu kejadian penciptaan "manusia" mulai dari bentuk mudhgah (segumpal darah) hingga menjadi bentuk manusia yang sempurna. Bila kita bisa ceritakan kembali proses kejadian tersebut kepada orang lain maka secara tidak sadar kita telah mengajarkan sebuah "ilmu".
Mari kita perhatikan dan renungkan bagaimana lebah menciptakan sarangnya dengan arsitektur yang indah, para semut yang bekerja dengan tekun dan kompak serta mengelompokkan dalam pekerjaan dengan menajemen yang sangat rapih. Dan kita perhatikan seperti apakah sarang semut itu? Mereka membuat sarang terdiri dari ruangan-ruangan yang berfungsi sebagai gudang tempat menyimpan makanan, ruang untuk menyimpan larva, ruang makan ratu semut yang dilayani semut pekerja dan tempat bertelur, kemudian telur semut tersebut dibawa oleh pekerja ke ruangan khusus penyimpanan telur. Ruang semut jantan dan ruang semut betina terpisah. kepompong yang sudah menjadi semut sempurna diletakkan pada ruangan tersendiri dan para semut ada yang bertugas merobek kepompong untuk mengeluarkan semut-semut yang masih bayi. Kita lihat di ruangan yang lain, semut-semut ini memelihara kepompong kupu-kupu hairstreak. Mereka merawatnya dan memberinya makanan layaknya bayinya sendiri. Mereka mengharapkan kelak anak angkatnya ini mampu membalas jasa baiknya dengan memberi madu yang manis.
Selanjutnya kita menuju istana rayap yang penuh keajaiban. Sebuah gundukan tanah sarang rayap, yang kelihatannya sepele ternyata ada sebuah kecerdasan yang mengalir pada diri para penghuninya... bagaimana tidak, saat suhu udara di luar bergerak antara 35 derajat (pada malam hari) hingga 104 derajat fahrenheit (pada siang hari), suhu di dalam sarang tetap stabil. Ternyata ada sebuah lobang angin di bawah, udara yang hangat di siang hari mengalir ke seluruh ruang. Sementara ruang-ruang itu telah basah oleh lumpur yang dibawa rayap dari genangan dibawah tanah, makanya di dalam sarang udara tetap lembab. Jadi tak heran jika jamur yang dibutuhkan rayap sebagai makanan tumbuh subur di sini.
Allah-lah yang bertutur kata kepada semua makhluknya. Allah yang memberikan wahyu kepada para Nabi, kepada ibu Musa, kepada lebah, kepada semut, kepada rayap, kepada langit dan bumi, kepada manusia, kepada pencuri sekalipun.
Allah mengajarkan manusia apa-apa yang belum diketahuinya. Dialah yang menuntun manusia, memberikan inspirasi, ilham dan wahyu. Tubuhnya patuh mengikuti perintah Tuhannya tidak terkecuali orang kafir. Sunnah-sunnah Allah berlaku kepada alam semesta baik yang mikro maupun yang makro. Marilah kita nukilkan apa yang tertera dalam kitab suci Al Qur'an setiap yang disebut wahyu itu adalah wahyu tasyri' atau wahyu syariat, tetapi ada wahyu ilham. dimana Allah memberikan perintah atau instruksi kepada makhluknya, Firman Allah Swt:
Dan Tuhanmu "mewahyukan" kepada lebah (QS 16:18)
Dan Kami "wahyukan" kepada ibu Musa (QS 28:7)
Dan Ia "mewahyukan" kepada tiap-tiap langit itu urusan masing-masing (QS 41:12)
Kata "wahyu" yang tertera dalam ayat-ayat diatas, secara tegas bahwa Allah tidak menutup-nutupi kepada pembaca, bukan siapa-siapa yang membisikkan dan menggerakkan tubuh manusia yang oleh pakar biasa disebut alam kecil atau gambaran mini tentang alam semesta. Dialah Allah yang bersembunyi di balik kasat mata manusia yang buta hatinya. Ia yang menggerakkan bumi, langit, bintang-bintang, matahari, dan mengajarkan lebah berdemokrasi dalam memilih pimpinan dan perundang-undangan pemilihan. Ia menuntun lebah-lebah ini untuk membuat konstruksi bangunan rumahnya yang indah. Masing-masing dibekali wahyu dari Tuhan untuk melaksanakan tugasnya dengan sempurna. Mereka seperti rasul-rasul sang utusan, mereka begitu mematuhi perintah-Nya tanpa membantah, sehingga jalan mereka tidak berbenturan dengan fitrah Allah Yang Maha Suci.
Dalam diri manusia terdapat suatu kesadaran, sesuatu yang tak dapat dikembalikan pada proses kimiawi atau fisis yang kita ketahui. Kita lihat dalam surat Al Hijr ayat 28-29 :
"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari Lumpur hitam yang berstruktur, maka apabila Aku telah meniupkan kepadanya roh-Ku, maka tunduklah kamu kepadanya dengan bersujud." (QS 15:28-29).
Jadi manusia diberi roh oleh Allah, diberi kesadaran serta kemampuan abstraksi dan berkomunikasi secara lisan maupun simbolik, kemampuan analisis dan sintesis, berakal dan berpikiran. Kesemuanya itu merupakan intrumen yang disediakan dalam rangka untuk menjalankan tugas kekhalifahan.
Dari semua uraian di atas mengenai bagaimana Allah mengajarkan manusia melalui kalam-Nya, mari kita merenungkan kembali dan melihat kebenaran dengan jujur, jangan kita membuat apologi untuk menghindar dari kebenaran yang nyata atas perbuatan Allah. Terkadang kita banyak terjebak oleh istilah yang membingungkan dan menjauhkan kita dari kegiatan Allah yang langsung kita bisa rasakan. Kebingungan kita bertambah tatkala ilmuwan-ilmuwan atheis mengatakan bahwa semua kejadian alam ini bisa bergerak dengan sendirinya atau biasa disebut "natural", insting atau gharizah. Namun Al Qur'an secara tegas membantah pendapat kaum atheis itu, bahwa Allah-lah yang mengatur semuanya ini, Allah-lah yang berbicara dan memerintahkan langit, bumi, atom-atom, kepada binatang serta tumbuh-tumbuhan, kemudian Allah berbicara kepada roh manusia melalui ilham dan wahyu. Lantas mengapa kita takut mengatakan "saya berguru kepada Allah" dalam segala hal, karena Dialah Yang Maha Mengetahui akan segala sesuatu yang nyata maupun yang ghaib.
Banyak orang meragukan bagaimana kalau kita "tersesat" dan ternyata syetan yang menjadi guru kita? Hal ini diungkapkan Syaikh Ar Rifa'i, dalam kitab Jalan Ruhani oleh Syaikh Sa'id Hawwa halaman 73 :
"Sebenarnya tujuan akhir para ulama dan para sufi adalah satu". Ini perlu kami utarakan disini, sebab beberapa ulama yang kurang faham selalu menghujat setiap orang dengan perkataan: ‘Orang yang tidak memiliki syaikh, maka syaikh-nya adalah syetan’. Ungkapan ini dilontarkan oleh seorang sufi yang berpropaganda untuk syaikh-nya yang alim atau dilontarkan oleh sufi yang keliru, yang tidak tahu bagaimana seharusnya ia mendudukkan tasawuf pada tempat yang seharusnya. Sebenarnya orang yang tidak memiliki syaikh adalah orang bodoh yang tidak pernah belajar, menolak dan lari dari pendidikan. Manusia macam inilah yang bersyaikh pada syetan !!! Sedangkan yang berjalan atas dasar ilmu pengetahuan, itu berarti imam dan syaikhnya adalah ilmu dan syariat".
Syaikh Abdul Qadir Jaelani mengisahkan perjalanan keruhaniannya yang ditulis dalam kitab "Rahasia Kekasih Allah", saat dimana ia bertawajjuh dalam tafakkur dengan khusyu', saat ia meluruskan jiwanya melayang menuju yang maha ghaib, saat ia melampiaskan rohnya yang penat terkungkung oleh sibuknya dunia, ia tinggalkan seluruh ikatan syahwati yang sering mengajak ke jalan kefasikan. Ketika roh sang Syaikh mulai ekstase dalam puncak keheningan dan kecintaan yang mendalam kepada Sang Maha Kuasa, baru selangkah rohnya meluncur lepas untuk memasuki kefanaan, tiba-tiba muncul cahaya yang terang-benderang meliputi ruangan alam ruhani Syaikh. Dan kepada sang Syaikh diwangsitkan sebuah amanah yang membebaskan darinya dari ikatan "syari'at Allah" dengan memberikan alasan bahwa sang Syaikh sudah mencapai kedekatan kepada Allah. Perjalanannya sudah sampai (wushul) dan tidak perlu lagi shalat, haji, zakat dan dihalalkan semua yang pernah Allah haramkan. Namun sang Syaikh ini rupanya telah memiliki ilmu ma'rifat kepada Allah dengan landasan Al Qur'an dan Alhadist, dimana ia diselamatkan oleh pengetahuan tentang Allah, bahwa Allah tidak sama dengan makhluk-Nya, tidak berupa suara, tidak satupun yang bisa membandingkan-Nya. Dia Maha Ghaib dan Maha Latif. Pengetahuan yang cukup, yang dimiliki sang Syaikh mengalahkan wangsit yang keliru tadi, dengan tuntunan syari'at yang ditentukan oleh Allah sendiri. Ia selamat dari jebakan syetan yang terkutuk. Allah-lah sebagai penuntun menuju hadirat-Nya. Dialah sang Mursyid sejati, tidak satupun manusia yang mampu menghantar roh manusia lain menuju ke hadirat Allah `azza wajalla.
Kita perhatikan para nabi seperti nabi Ibrahim, beliau mengetahui dengan jelas siapa yang menggoda ketika beliau mendapatkan perintah untuk mengorbankan putranya Ismail untuk disembelih. Namun nabi Ibrahim memiliki jiwa yang bersih dan berada pada wilayah keruhanian yang tinggi. Sehingga beliau mengetahui siapa sebenarnya yang menggodanya. Sebab kedudukan dimensi syetan masih berada jauh di bawah kedudukan orang mukmin yang mukhlisin (berserah diri kepada Allah). Hal ini juga pernah dialami oleh nabi Yusuf saat gejolak syahwatnya menguasai jiwanya. namun saat itu pula nabi berserah diri dengan ikhlas kepada Allah, sehingga Allah menurunkan burhan di hatinya, yang pada akhirnya nabi Yusuf selamat dari perbuatan mesum dengan wanita cantik jelita yang menggodanya. Hal ini pernah dikeluhkan oleh syetan kepada Allah bahwa dirinya akan selalu menggoda setiap anak cucu Adam sampai hari kiamat. Namun ia tidak mampu menjerumuskan kedalam kesesatan bagi orang-orang yang berserah diri kepada Allah.
(Disarikan dari Abu Sangkan, Berguru Kepada Allah)

Jumat, 27 Februari 2015

WASILAH, Cara Berjumpa Dengan Allah

Semua manusia di dunia ini meyakini bahwa Tuhan adalah sosok yang Agung, Mulia, Sempurna dan segala gelar hebat di sandang oleh-Nya. Kalau di dunia ada Raja maka Tuhan adalah Maha Raja Diraja. Tuhan Yang Maha Agung dan Maha Mulia tersebut, sebegitu tingginya sehingga hampir semua manusia merasa mustahil untuk berjumpa denga-Nya. Hanya golongan tertentu saja seperti Nabi yang diizinkan untuk menjumpai-Nya. Bahkan dalam pandangan kelompok tertentu dalam Islam, bahkan Nabi sendiri tidak pernah berjumpa dengan Allah di dunia, dalil tentang pengalaman Musa ingin melihat Tuhan dijadikan dalil untuk membenarkan pendapat mereka. Kelompok Mu’tazilah bahkan lebih ekstrim lagi, mereka berpendapat bahwa Tuhan tidak bisa dilihat atau dijumpai baik di dunia maupun di akhirat.

Kelompok yang paling banyak adalah yang berpendapat bahwa Allah tidak bisa dilihat atau dijumpai didunia namun Dia bisa dijumpai di akhirat setelah manusia meninggal dunia. Karena banyak bahkan sangat banyak, pada umumnya kita juga meyakini atau dipaksa meyakini bahwa Tuhan tidak mungkin dilihat di dunia dengan alasan Dia Maha Tinggi dan Maha Segalanya.

Disisi lain, kaum Sufi meyakini dan memang mengalami hal yang mustahil bagi kaum awam, yaitu berjumpa, melihat dan berdialog dengan Allah sebagaimana yang diceritakan para Tokoh Sufi dalam berbagai karyanya, salah satu Imam al-Ghazali yang melihat dan berdialog dengan Tuhan di dalam mimpi Beliau.
Pertanyaan yang paling menggoda kita adalah, kenapa ketiga kelompok ini yang sama-sama mengambil sumber ilmu dari Al-Qur’an dan Hadist bisa begitu jauh berselisih paham dan ini telah terjadi dari zaman dulu sampai sekarang. Jawaban normative karena pikiran manusia berbeda-beda dan kemampuan untuk menyerap ilmu dari sumber yang Agung (Al-Qur’an juga berbeda.

Bagi kelompok yang tidak meyakini bahwa Allah bisa di lihat di akhirat, dengan segala dalil menyerang kelompok yang meyakini bahwa Allah bisa dilihat di akhirat. Kaum Mu’tazilah menganggap keliru pemahaman Ahlu Sunnah Wal Jamaah yang meyakini Allah bisa dilihat di akhirat. Kemudian, orang yang meyakini bahwa Allah hanya bisa dilihat di akhirat menganggap keliru atau aneh bagi orang yang meyakini bahwa Allah bisa dilihat di dunia dan akhirat. Kalau kita terus menerus terjebak kepaa perdebatan tentang Tuhan, maka secara tidak sadar kita tidak pernah mau berusaha untuk menemukan kebenaran lain selain yang kita yakini.

Tuhan Maha Tinggi dan tidak seorangpun yang bisa menjangkat Zat Allah yang Maha tinggi tersebut, dan dalam hal ini kaum sufi yang meyakini bahwa Tuhan bisa dilihat juga berpendapat seperti ini. Tidak berarti bahwa ketika kaum sufi berkesempatan memandang Allah, lalu kedudukan Allah menjadi rendah. Semua manusia memposisikan Tuhan sesuai kadarnya masing-masing makanya dengan segala keyakinannya menampatkan TUhan ditempat yang tdak terjangkau agar kedudukan Tuhan tetap tinggi. Lalu, kalau Tuhan sudah sangat tinggi tidak dapat dijangkau, untuk apa adanya Tuhan?

Tuhan tidak sekedar sesuatu yang disembah, tapi Dia adalah sosok yang akrab dengan kita, tempat kita berkeluh kesah dan sahabat yang paling setia. Nabi Ibrahim menjadi “Khalilullah” Sabahat Allah karena kedekatan Beliau dengan Allah, lalu apakah hanya Ibrahim satu-satunya manusia yang layak menjadi Sahabat Allah? Nabi Muhammad terkenal sebagai “Habibullah” lalu apakah hanya Muhammad satu-satunya manusia yang layak menjadi kekasih Allah? Nabi Musa dikenal dengan “Kalamullah” orang yang diajak berbicara oleh Allah, apakah hanya Nabi Musa yang mengalami seperti itu. Bagaimana dengan kita yang awam, orang-orang yang bukan Nabi, apakah tidak boleh berhubungan dengan Allah dengan akrab?

Kaum sufi yang akrab dengan Tuhan juga tidak merasa dirinya hebat, tidak merasa dirinya suci dan mulia bahkan disetiap saat dengan kesadaran penuh dia merasa sebagai hamba yang hina, dhoif, papa tidak bisa apa, hanya karena kemuarahan hati TUhan saja yang membuat mereka bisa melakukan banyak hal di dunia ini. Kaum Sufi tidak pernah meyakini bahwa TUhan bisa menjadi manusi dan manusia karena kesuciannya bisa menjadi Tuhan, bahwa manusia itu bisa mencapai kedudukan mulia TUhan adalah pendapat diluarorang lain terhadap pemahaman Sufi. Kesalahan dalam memahami Wahdatul Wujud inilah kemudian yang membuat kaum sufi mendapat tuduhdan sebagai kelompok sesat dari orang-orang yang tidak memahaminya.

Kaum Sufi, dari manapun dia berasal dalam berhubungan dengan Allah tetap memakai meode yang diajarkan oleh Rassulullah yaitu lewat Wasilah. Karena tidak mungkin manusia bisa berhubungan dengan Allah tanpa ada unsur atau alat yang diberikan Allah. Dia yang Maha tinggi tidak mungkin dijangkau oleh manusia yang penuh dengan dosa dan kekurangan. Dalam hal ini seluruh manusia mempunyai kayakinan yang sama, termasuk Sufi. Allah yang Maha Pemurah memberikan “Alat Komunikasi” antara manusia dengan Dia yaitu berupa Nur Allah yang diberikan kepada Nabi Muhammad SAW. Nur tersebut setelah Nabi Muhammad wafat diberikan kepada para ulama pewaris Nabi, dengan itulah manusia bisa berhubungan dengan TUhan. Sebagai alat komunikasi, Wasilah bukanlah ciptaan manusia, bukan pula manusia, tapi dia adalah sesuatu yang berasal dari sisi Allah. Inilah yang disebut dalam Al-Qur’an sebagai Tali Allah, yang pangkalnya ada pada Allah dan ujungnya ada pada kekasih-Nya. Jangankan Allah yang merupakan Cahaya Maha Tinggi, berhubungan dengan cahaya yang nampak saja harus ada alatnya. Gelombang radio atau televisi ciptaan manusia tidak bisa diterima tanpa adanya alat penerimanya apalagi Cahaya Allah yang begitu Tinggi.

Nabi bukanlah sekedar penyampai wahyu, tapi Beliau adalah pembawa Wasilah yang berasal dari sisi Allah sebagai media penyambug manusia dengan Allah. Hubungan manusia dengan Allah adalah hubungan langsung, tanpa perantara. Hubungan langsung yang dimaksud tentu saja hubungan dengan menggunakan metode yag tepat, metode yang telah disampaikan dan digunakan oleh Rasulullah SAW. Umumnya hubungan langsung yang diyakini oleh manusia secara umum, dia merasa yakin aja bahwa Tuhan yang disembah itu benar. Mulai dari dia bisa beribadah, dia meyakini yang disembah dalah Allah. Apkah memang demikian? Dari mana dia bisa tahu kalau yang berdiri didepannya itu sosok Iblis yang juga terdiri dari cahaya. Berpuluh-puluh tahun dia meyakini telah menyembah Allah lewat Shalat dan ibadah lainnya, ternyata yang disembah Iblis karena dia tidak bisa membedakan antara Allah dan Iblis. Ibadahnya berupa shalat itu diberi ganjaran Neraka oleh Allah karena yang disembah bukan Allah.

Apakah Iblis tidak bisa masuk kedalam Mesjid? Jangankan dalam mesjid atau rumah kita, kedalam surga pun dia bisa bolak balik, bebas keluar masuk. Jadi, kesmbongan kita menolak wasilah, menyembah Allah dengan metode Rasulullah ini yang menyembabkan kita mudah disusupi setan yang sangat Halus. Ingat, Nabi Adam digoda oleh Iblis bukan di Pasar Malam atau di Mall, tapi di dalam Surga yang dipagari oleh para Malaikat.

Kaum Sufi tidak ragu sedikitpun dia dalam beribadah karena dia sudah bisa membedakan antara Allah dan yang bukan Allah karena dia telah berjumpa dengan Allah. Bagi mereka Allah bukan hanya Maha Gaib (Al-Ghaibi) namun juga Maha Nyata (AD-Dzahir) seperti yang tertulis dalam Asmaul Husna. Bagi orang yang baru menempuh jalan kepada Allah (Thariqatullah), paling tidak dia telah mempunyai pembimbing (Mursyid) yang setiap saat akan menuntun dan membimbing dia kepada Allah secara zahir dan bathin. Godaan dan gangguan secara bathin dengan izin Allah akan mendapat Syafaat ( Bantuan) dari Guru Mursyid yang rohaninya selalu bersama rohani Rasulullah dan otomatis selalu bersama Allah.

Jadi, belum terlambat bagi siapapun kita yang belum menggunakan metode berhubungan dengan Allah berupa Wasilah untuk segera mencari Guru Pembimbing agar ibadahnya menjadi sempurna dan diterima oleh Allah SWT.

sumber : http://sufimuda.net/2012/03/07/wasilah-cara-berjumpa-dengan-allah/