Sabtu, 07 Februari 2015

HANYA ADA TUHAN

Akhirnya...................
Jalan untuk bertemu Tuhan adalah jalan kemuliaan yang terangnya melebihi tujuh triliun sinar matahari. Namun di jalan itu terselubung penghalang, tirai, hijab yang tebalnya melebihi tujuh triliun tubuh matahari pula. Itu adalah jalan penaklukan keinginan yang luar biasa banyaknya. Bila tidak dibantu oleh Sang Konseptor Kehidupan ini (Tuhan) dijamin tidak mungkin kita dan semua makhluk mampu untuk menemui-Nya. Beruntunglah, Tuhan tidak pelit untuk menampakkan diri-Nya. Dia siap untuk membuka diri bagi mereka yang rindu perjumpaan.

Perjalanan untuk bertemu dengan Tuhan memerlukan proses, tahapan, tingkatan. Ini bertujuan agar manusia memiliki kesiapan mental, kesadaran dan pengetahuan sehingga mampu untuk melangkah ke tingkat-tingkat selanjutnya. Berikut akan aku paparkan proses yang kulalui untuk bertemu Tuhan. Karena urusan Ketuhanan sangat subyektif maka di sini tidak ada bahasa obyektif. Bila ada kesalahan itu semata-mata oleh kebodohan saya, dan bila ada benarnya itu semua karena hidayah dan petunjuk dari Tuhan.

Proses awal untuk bertemu Tuhan adalah memiliki niat untuk bertemu Tuhan. Ibarat engkau ingin bertemu dengan kekasih, maka pertama engkau harus memiliki niat awal dan memelihara niat itu seterusnya. Niat itu haruslah niat yang mantap, konsisten, tidak berubah-ubah. Tinggalkan niat-niat lain yang sifatnya sementara dan temporer. Engkau harus percaya bahwa memiliki niat untuk bertemu dengan Tuhan berarti memiliki niat untuk bertemu dengan Sumber dari Segala Sumber Hidup. Apabila niat sudah ditancapkan dalam hati, Tuhan tidak tinggal diam. Dia akan memberi petunjuk dan jalan yang harus dilalui oleh manusia. Satu petunjuk diberikan, manusia harus bersyukur dan selanjutnya dia perlu meneguhkan niat kedua untuk menjalani perjalanan selanjutnya. Perjalanan masih sangat sangat sangat panjang.

Apa tujuan untuk bertemu dengan Tuhan? Ingin sakti? Ingin memperoleh mukjizat? Ingin kebahagiaan? Ingin kekayaan? Ingin berkuasa melebihi kekuasaan yang dimiliki orang lain? Ingin keselamatan dunia dan akhirat? Ingin hidup kekal dan abadi? Ingin mencintai-Nya secara tulus? Itu semua adalah keinginan-keinginan yang biasanya hadir pada diri engkau sebagai manusia.
Bila tujuan engkau bertemu Tuhan masih diseputar keinginan-keinginan tersebut, Tuhan tidak mungkin ditemukan. Semua keingian di atas adalah hijab/tirai/penghalang yang mengganggu perjalanan. Menetapkan tujuan untuk bertemu dengan Tuhan sangat sulit untuk dijelaskan, sebab menetapkan tujuan membutuhkan pemurnian kehendak-kehendak manusia yang cenderung kotor, egois dan hanya untuk kepentingan sementara yang ujung-ujungnya sangat sepele dan iseng.

Menetapkan tujuan oleh karenanya membutuhkan pengetahuan. Pengetahuan itu diolah dengan pikiran, rasa, pancaindera yang tuntas dan total. Pengetahuan untuk menghayati darimana manusia berasal, dimana dia sekarang dan kemana engkau akan pergi. Pengetahuan tentang agama cukup penting untuk menetapkan tujuan bertemu Tuhan sebab agama menawarkan keluasan pengetahuan tentang hal-hal yang ghaib. Namun pengetahuan agama saja tanpa dihayati dan dijalani dengan sepenuh hati juga sia-sia karena bisa terjebak pada dogmatisme yang sempit. Bila diperkenankan oleh Tuhan, pada kesempatan kali ini saya ingin mengatakan kepada Pembaca yang Budiman bahwa tujuan untuk bertemu dengan Tuhan adalah “tidak ada tujuannya” kecuali untuk pertemuan itu sendiri. Bukan karena dilatarbelakangi oleh embel-embel keinginan apapun karena saat muncul keinginan di situ jebakan nafsu akan terjadi.

Bila tujuan untuk bertemu Tuhan sudah diketahui, sampailah engkau di tahap berikutnya yaitu memulai perjalanan. Daya-daya kemanusiaan yang sudah mulai hidup, kemudian dijalankan. Ada beragam cara untuk memulai perjalanan. Engkau perlu menjalani syariat agama sesuai dengan keyakinan terdalam di hati. Syariat adalah rambu-rambu/hukum boleh tidak boleh/ halal haram dan seterusnya. Namun, engkau boleh memiliki cara lain memulai perjalanan. Misalnya, engkau belum mengenal agama atau engkau tidak percaya lembaga-lembaga formal keagamaan karena merasa terhegemoni kebebasanmu untuk mencari dan mengekspresikan diri secara total, maka engkau boleh tidak memakai agama apapun.

Yang perlu engkau lakukan adalah memiliki cara otentik yang sesuai dengan jati dirimu. Perlu diketahui bahwa Tuhan Maha Suci, Maha Besar, Maha Segala Maha… tidak seperti manusia yang memiliki kesempitan pandangan dan keyakinan. Sehingga tidak pada tempatnya untuk menyalahkan dan memberi stempel dan cap kepada mereka yang tidak menggunakan cara-cara agama untuk bertemu dengan Tuhan. Sama dengan perjalanan menuju tempat dan waktu tertentu, maka perjalanan bertemu dengan Tuhan membutuhkan bekal. Bahkan bekalnya tidak sulit ditemui karena hanya perlu hati yang ikhlas dan sabar. Ikhlas dan sabar mudah diucapkan tapi sulit dilaksanakan bila belum sampai pada tahap spiritual selanjutnya.

Perjalanan untuk bertemu Tuhan bukanlah perjalanan meninggalkan dunia, meninggalkan keramaian, meninggalkan isteri dan anak. Perjalanan bertemu Tuhan adalah perjalanan hidupmu dan hidupku sehari-hari, mengarahkan tujuan dan menjalaninya sesuai dengan tahapan-tahapan perjalanan. Bila perjalanan kita masih sampai di dunia, ya berarti kita mengolahnya agar tujuan yang ditetapkan tidak salah arah. Dunia ini adalah terminal sementara untuk kemudian berlanjut ke perjalanan akhirat. Sebelum di dunia, kita berada di alam ruhani yang lain. Itulah sebabnya, alam dunia ini ruhani kita diberi tempat yang berupa jasad atau tubuh kita. Saat kita lahir di dunia, ruh itu ditiupkan Tuhan untuk kemudian menghuni rumah yaitu jasad. Umur jasad tidak lama dan ruh kemudian secara otomatis mengembara ke alam lain yang ghaib, yang tidak kasat mata, yang halusnya tidak bisa diraba. Namun bisa dirasakan keberadaannya dengan hati nurani yang hidup. Insya Allah…

Salah satu alat ruh untuk berkomunikasi dengan ruh-ruh yang lain adalah dengan kesadaran. Kesadaran yang hidup oleh pemberian dan karunia Tuhan. Tanpa ijin Tuhan, ruhmu dan ruhku tidak mampu untuk berbuat banyak untuk menimbang dan menilai apapun yang ada di semesta ini. Alam ruh adalah alam yang tiada batas, alam yang tidak mampu dirangkum lagi oleh keterbatasan ruang dan waktu, Alam ruh adalah alam yang tanpa dimensi lagi, alam yang tidak mampu dibahasakan lagi oleh otak dan pikiranku yang terbatas sebab ruh itu dalam genggaman-Nya.

Perjalanan hidup adalah perjalanan untuk bertemu dengan Tuhan. Rahasia demi rahasia pun terungkap satu demi satu. Kita menemukan makna dan makna itu memberikan kemanfaatan buat perjalanan hidup yang kekal. Tidak hanya kemanfaatan bagi hidupku, namun kemanfaatan bagi hidupmu, hidup semua ruh dan semua kekasih Tuhan. Aku ada demi engkau, demi mereka, demi alam semesta ciptaan Tuhan.

Akhirnya kita sampai pada akhir perjalanan bertemu Tuhan. Perjalanan itu ternyata perjalanan ruhani berakhir ke satu titik. Konsentrasi ke satu pusat pandangan namun menyebar seluruh titik di alam semesta. Tidak ada kau, tidak ada mereka, tidak ada aku dan tidak ada semuanya! SEMUANYA TIDAK ADA….

Ya Allah, aku tersungkur
Ya Allah, aku tidak merasakan apa-apa
Ya Allah, aku tidak ada
Ya Allah, mereka tidak ada
Ya Allah, semuanya tidak ada
Tidak ada apa-apa …
ALLAH, ALLAH, ALLAH................................................

PENCIPTAAN NUR MUHAMMAD

Suatu hari Sayidina Ali, karamallahu wajhahu, misan dan menantu Nabi Suci SAW bertanya,
"Wahai (Nabi) Muhammad, kedua orang tuaku akan menjadi jaminanku, mohon katakan padaku apa yang diciptakan Allah Ta’ala sebelum semua makhluk ciptaan?"
Beliau menjawab : "Sesungguhnya, sebelum Rabbmu menciptakan lainnya, Dia menciptakan dari Nur-Nya nur Nabimu."

Di Hadist yang lain, yang diiiwayatkan dari Abdurrazaq ra yang diterimanya dari Jabir ra, bahwa Jabir pernah bertanya kepada Rasulullah saw, "Ya Rasulullah, beritahukanlah kepadaku, apakah yang mula-mula sekali Allah jadikan?".
Rasulullah saw menjawab : "Sesungguhnya Allah ciptakan sebelum adanya sesuatu adalah nur Nabimu dari Nur-Nya."

Nur Muhammad itu sudah ada sebelum adanya segala sesuatu di alam ini. Nur Muhammad dianugerahi tujuh lautan : Laut Ilmu, Laut Latif, Laut Pikir, Laut Sabar, Laut Akal, Laut Rahman, dan Laut Cahaya.
Dia kemudian membagi Nur ini menjadi empat bagian Dari bagian pertama Dia menciptakan Pena. dari bagian kedua lawhal-mahfudz, dari bagian ketiga ‘Arsy”.
Kini telah diketahui bahwa ketika Allah menciptakan lawhal-mahfudz dan Pena. Pada pena itu terdapat seratus simpul, jarak antara kedua simpul adalah sejauh dua tahun perjalanan. Allah kemudian memerintahkan Pena untuk menulis, dan Pena bertanya, "Ya Allah, apa yang harus saya tulis?"
 Allah berfirman, “Tulislah : la ilaha illallah,Muhammadan Rasulullah”.

Atas itu Pena berseru, "Oh, betapa sebuah nama yang indah, agung Muhammad itu bahwa dia disebut bersama Asma Mu yang Suci, ya Allah".
Allah kemudian berfirman, "Wahai Pena, jagalah kelakuanmu ! Nama ini adalah nama Kekasih-Ku, dari Nurnya Aku menciptakan ‘Arsy dan Pena dan lawhal-mahfudz; kamu, juga diciptakan dari Nurnya. Jika bukan karena dia, Aku tidak akan menciptakan apapun”.

Ketika Allah SWT telah mengatakan kalimat tersebut, Pena itu terbelah dua karena takutnya kepada Allah, dan tempat dari mana kata-katanya tadi keluar menjadi tertutup/terhalang, sehingga sampai dengan hari ini ujungnya tetap terbelah dua dan tersumbat, sehingga dia tidak menulis, sebagai tanda dari rahasia Ilahiah yang agung.

Kemudian Allah memerintahkan Pena untuk menulis "Apa yang harus saya tulis, Ya Allah?" bertanya Pena. Kemudian Rabb al Alamin berkata, "Tulislah semua yang akan terjadi sampai Hari Pengadilan !”.
Berkata Pena, "Ya Allah, apa yang harus saya mulai?". Berfirman Allah, "Kamu harus memulai dengan kata-kata ini: Bismillah al-Rahman al-Rahim."

Dengan rasa hormat dan takut yang sempurna, kemudian Pena bersiap untuk menulis kata-kata itu pada Kitab (lawh al-mahfudz), dan dia menyelesaikan tulisan itu dalam 700 tahun.
Ketika Pena telah menulis kata-kata itu, Allah SWT berfirman "Telah memakan 700 tahun untuk kamu menulis tiga Nama-Ku; Nama Keagungan-Ku, Kasih Sayang-Ku dan Empati-Ku. Tiga kata-kata yang penuh barakah ini saya buat sebagai sebuah hadiah bagi ummat Kekasih-Ku Muhammad. Dengan Keagungan-Ku, Aku berjanji bahwa bilamana abdi manapun dari ummat ini menyebutkan kata Bismillah dengan niat yang murni, Aku akan menulis 700 tahun pahala yang tak terhitung untuk abdi tadi, dan 700 tahun dosa akan Aku hapuskan.”

“Sekarang (selanjutnya), bagaian ke-empat dari Nur itu Aku bagi lagi menjadi empat bagian: Dari bagian pertama Aku ciptakan Malaikat Penyangga Singgasana (hamalat al-‘Arsy); Dari bagian kedua Aku telah ciptakan Kursi, majelis Ilahiah (Langit atas yang menyangga Singgasana Ilahiah, ‘Arsy); Dari bagian ketiga Aku ciptakan seluruh malaikat (makhluk) langit lainnya.”
“kemudian bagian keempat Aku bagi lagi menjadi empat bagian: dari bagian pertama Aku membuat semua langit, dari bagian Kedua Aku membuat bumi-bumi, dari bagian ketiga Aku membuat jinn dan api.”

“Bagian keempat Aku bagi lagi menjadi empat bagian : dari bagian pertama Aku membuat cahaya yang menyoroti muka kaum beriman; dari bagian kedua Aku membuat cahaya di dalam jantung mereka, merendamnya dengan ilmu ilahiah; dari bagian ketiga cahaya bagi lidah mereka yang adalah cahaya Tawhid (Hu Allahu Ahad), dan dari bagian keempat Aku membuat berbagai cahaya dari ruh Muhammad SAW”.

Ruh yang cantik ini diciptakan 360.000 tahun sebelum penciptaan dunia ini, dan itu dibentuk sangat (paling) cantik dan dibuat dari bahan yang tak terbandingkan Kepalanya dibuat dari petunjuk, lehernya dibuat dari kerendahan hati. Matanya dari kesederhanaan dan kejujuran, dahinya dari kedekatan (kepada Allah). Mulutnya dari kesabaran, lidahnya dari kesungguhan, pipinya dari cinta dan kehati-hatian, perutnya dari tirakat terhadap makanan dan hal-hal keduniaan, kaki dan lututnya dari mengikuti jalan lurus dan jantungnya yang mulia dipenuhi dengan rahman.

Ruh yang penuh kemuliaan ini diajari dengan rahmat dan dilengkapi dengan adab semua kekuatan yang indah. Kepadanya diberikan risalahnya dan kualitas kenabiannya dipasang. Kemudian Mahkota Kedekatan Ilahiah dipasangkan pada kepalanya yang penuh barokah, masyhur dan tinggi di atas semua lainnya, didekorasi dengan Ridha Ilahiah dan diberi nama Habibullah (Kekasih Allah) yang murni dan suci.

Kemudian Allah SWT menciptakan sebuah pohon yang dinamakan Syajaratul Yaqin. Tangkainya berjumlah empat. Kemudian diletakanlah Nur Muhammad pada pohon tersebut. Namun, kehadiran Nur Muhammad, itu membuat pohon bergetar hebat hingga berubah menjadi permata putih. Sedangkan Nur Muhammad memuji bertasbih ke hadirat Allah Ta’ala 70.000 tahun lamanya. Pada permata tersebut, Nur Muhammad mencoba bercermin. Wajahnya begitu indah dilihat. Bentuknya seperti burung merak, dan pakaiannya demikian indah. Dihiasi dengan berbagai perhiasan. Kemudian ia bersujud lima kali.

Allah SWT melihatnya, membuat Nur tersebut merasa malu dan takut. Lalu keluar keringat dari kepalanya. Dari keringat tersebut Allah SWT menciptakan nyawa malaikat. Dari keringat wajahnya, diciptakanlah nyawa ‘Arsy, matahari, bulan, bintang, dan apa-apa yang ada di langit. Keringat dadanya menjadi bahan untuk menciptakan nyawa para rasul, nabi, wali, ulama, dan orang orang shaleh. Adapun keringat yang muncul dari keningnya, diciptakanlah nyawa orang-orang mukmin dari umat Nabi Muhammad saw. Dari keringat kedua telinganya, diciptakan oleh Allah SWT nyawa orang-orang Yahudi, Nasrani, dan orang-orang kafir, dan sesat. Sedangkan keringat kakinya di antaranya menjadi isi bumi.

Pada waktu selanjutnya Allah SWT menciptakan lentera akik yang merah yang cahayanya menembus ke dalam dan keluar. Lalu Nur Muhammad dimasukkan ke dalam lentera tersebut. Berada di dalamnya dalam posisi berdiri. Sementara nyawa-nyawa yang sudah tercipta berada di luar. Seluruhnya membaca "Subhanallaahi wal hamdulillaahi wa laa ilaaha illallaahu wallahu akbar". 1.000 tahun lamanya nyawa-nyawa itu diperintahkan Allah SWT untuk melihat ke diri Nur Muhammad.

Nyawa yang berhasil melihat kepala Nur Muhammad, maka ia akan ditakdirkan menjadi pemimpin/penguasa. Siapa yang melihat ubun-ubunnya, itulah mereka yang akan menjadi guru/pendidik yang jujur. Siapa yang melihat matanya, ia akan menjadi hafidz (penghapal Al Quran).
Mereka yang memandang telinganya akan menjadi mereka yang menerima peringatan dan nasehat. Adapun yang bisa melihat hidungngya, mereka itu akan menjadi ahli bicara atau dokter. Sedangkan mereka nyawa-nyawa yang berhasil melihat bibir Nur Muhammad, ia akan ditakdirkan menjadi seorang menteri. Nyawa yang melihat bagian giginya maka wajahnya kelak akan cantik rupawan, ia yang bisa melihat lidahnya, akan jadilah utusan/duta raja-raja. Apabila yang dilihat lehernya, ditakdirkanlah menjadi orang berdagang dan usahawan. Apabila tengkuk yang bisa dilihatnya, akan jadilah seorang tentara. Mereka yang berhasil melihat kedua lengan tangannya, maka akan jadi perwira. Jika sikut kanannya yang dilihat, Allah SWT akan menjadikan dirinya berkehidupan dalam dunia tekstil, sedangkan kalau sikut Kirinya, ia akan menjadi orang yang pernah membunuh. Serta, jika dadanya yang berhasil dilihat, maka ia akan menjadi ulama yang disegani. Bila bagian belakang, ia akan ditakdirkan menjadi para ahli sosial kemasyarakatan. Dan jika hanya bayangannya yang berhasil dilihat, maka ia akan menjadi orang yang berkecimpung dalam bidang seni.
 Barang siapa melihat tenggorokannya yang penuh barokah akan menjadi khatib dan mu’adzin (yang mengumandangkan adzan). Barang siapa memandang janggutnya akan menjadi pejuang di jalan Allah. Barang siapa memandang lengan atasnya akan menjadi seorang pemanah atau pengemudi kapal laut. Siapa yang melihat tangan kananya akan menjadi seorang pemimpin, dan siapa yang melihat tangan kirinya akan menjadi seorang pembagi (yang menguasai timbangan dan mengukur suatu kebutuhan hidup).
Siapa yang melihat telapak tangannya menjadi seorang yang gemar memberi; siapa yang melihat belakang tangannya akan menjadi kolektor. Siapa yang melihat bagian dalam dari tangan kanannya menjadi seorang pelukis; siapa yang melihat ujung jari tangan kanannya akan menjadi seorang calligrapher, dan siapa yang melihat ujung jari tangan kirinya akan menjadi seorang pandai besi. Siapa yang melihat dadanya yang penuh barokah akan menjadi seorang terpelajar meninggalkan keduniaan (ascetic) dan berilmu.
Siapa yang melihat punggungnya akan menjadi seorang yang rendah hati dan patuh pada hukum syari’at. Siapa yang melihat sisi badannya yang penuh barokah akan menjadi seorang pejuang. Siapa yang melihat perutnya akan menjadi orang yang puas, dan siapa yang melihat lutut kanannya akan menjadi mereka yang melaksanakan ruku dan sujud. Siapa yang melihat kakinya yang penuh barokah akan menjadi seorang pemburu, dan siapa yang melihat telapak kakinya menjadi mereka yang suka bepergian. Siapa yang melihat bayangannya akan mejadi penyanyi dan pemain saz (lute).
Semua yang memandang tetapi tidak melihat apa-apa akan menjadi kaum takberiman, pemuja api dan pemuja patung. Mereka yang tidak memandang sama sekali akan menjadi mereka yang akan menyatakan bahwa dirinya adalah tuhan, seperti Namrudz, Firaun, dan sejenisnya.
Kini semua ruh itu diatur dalam empat baris. Di baris pertama berdiri ruh para nabi dan rasul, a.s, di baris kedua ditempatkan ruh para orang suci, para sahabat, di baris ketiga berdiri ruh kaum beriman, laki – laki dan perempuan. Di baris ke empat berdiri ruh kaum tak beriman.
Semua ruh ini tetap berada dalam dunia ruh di hadhirat Allah SWT sampai waktu mereka tiba untuk dikirim ke dunia fisik. Tidak seorang pun tahu kecuali Allah SWT yang tahu berapa selang waktu dari waktu diciptakannya ruh penuh barokah Nabi Muhammad sampai diturunkannya dia dari dunia ruh ke bentuk fisiknya itu.

Diceritakan bahwa Nabi Suci Muhammad SAW bertanya kepada malaikat Jibril , "Berapa lama sejak engkau diciptakan?" Malaikat itu menjawab, "Ya Rasulullah, saya tidak tahu jumlah tahunnya, yang saya tahu bahwa setiap 70.000 tahun seberkas cahaya gilang gemilang menyorot keluar dari belakang kubah Singgasana Ilahiah: sejak waktu saya diciptakan cahaya ini muncul 12.000 kali."
"Apakah engkau tahu apakah cahaya itu?" bertanya Nabi Muhammad SAW
"Tidak, saya tidak tahu," berkata malaikat itu.
"Itu adalah Nur ruhku dalam dunia ruh, jawab Nabi Suci SAW”.
Pertimbangkan kemudian, berapa besar jumlah itu, jika 70.000 dikalikan 12.000 !

catatan :
Beberapa kalangan dalam ummat Islam mempersoalkan konsep Nur Muhammad (Cahaya Muhammad atau Ruh Muhammad) sebagai suatu konsep yang tidak memiliki dasar dalam ‘aqidah Islam. Padahal, berdasarkan data-data yang kuat, konsep Nur Muhammad adalah suatu konsep ‘aqidah Ahlussunnah wal Jama’ah yang diterima dan diakui oleh ijma’ (konsensus) ulama ilmu kalam dan ulama’ tasawwuf dalam kurun waktu yang panjang, sebagai suatu konsep yang memiliki sumber dalilnya dari Qur’an dan Hadits Nabi sallallahu ‘alayhi wasallam. Konsep ‘aqidah Nur Muhammad salallahu ‘alayhi wasallam menyatakan antara lain bahwa cahaya atau ruh dari Nabi Besar Muhammad sallallahu ‘alayhi wasallam adalah makhluk pertama yang diciptakan sang Khaliq, Allah Subhanahu wa Ta’ala, yang kemudian darinya, Dia Subhanahu wa Ta’ala menciptakan makhluk-makhluk lainnya. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebut Rasulullah sallallahu ‘alayhi wasallam sebagai Nuur (cahaya), atau sebagai "Siraajan Muniiran" (makna literal: Lampu yang Bercahaya).

MENGELILINGI LANGIT BERSAMA NABI SULAIMAN

“Dan sesungguhnya Kami telah memberi ilmu kepada Daud dan Sulaiman; dan keduanya mengucapkan. Segala puji bagi Allah yang melebihkan kami dari kebanyakan hamba-hamba-Nya yang beriman". (Q.S. 27:15)

Nabi Sulaiman adalah seorang nabi yang kehidupannya banyak diliputi oleh keajaiban-keajaiban. Dari mulai pengalaman mistisnya hingga kepemilikan kekayaan duniawinya begitu mencengangkan siapapun. Tentunya sebagai seorang nabi, itu semua adalah karena mukjizat yang datang dari Allah SWT semata untuk membuktikan kebenaran kenabiannya, yang memang kondisi pada jaman itu menghendaki seorang nabi memiliki keajaiban-kejaiban sedemikian. Berikut ini kisahnya ketika Sulaiman a.s. diajak oleh seorang Raja Jin untuk mengelilingi langit.

Sejak kecil Nabi Sulaiman a s. telah diperkenalkan kepada dunia-dunia lain selain dari dunia ini. Tersebutlah kisahnya ketika ibunda Nabi Sulaiman a.s., yang memiliki kenalan seorang raja jin yang bernama Thoyib, mengajukan suatu keinginan kepadanya,
"Wahai Raja, mengapa anakku, Sulaiman, kau diamkan saja. Ajaklah ia berkeliling-keliling untuk bertamasya melihat-lihat ke pulau-pulau yang ghaib-ghaib, agar ia tahu alam yang halus-halus di seluruh samudera dan di seluruh gunung yang penuh dengan keindahan dan penuh dengan keajaiban dilihat oleh mata biasa itu."

Hal itu disebabkan karena Sulaiman a s., meskipun masih remaja, akan tetapi sudah diangkat menjadi seorang raja. Tamu-tamu banyak berdatangan ke istananya. Ibunya khawatir menyaksikan Sulaiman kecapaian menghadapi tamu-tamu yang datang silih berganti itu. Agar anaknya dapat melepaskan sejenak kejenuhan kesehariannya, maka sang ibunda meminta Raja Thoyib untuk itu.
"Apa yang menjadi kehendak Sang Puteri akan saya laksanakan," demikian Raja Thoyib menyanggupi permintaan Ibunda Sulaiman.

Mulailah Nabi Sulaiman berangkat bersama Raja Thoyib ke alam lain dengan menunggang kereta kuda singgasana yang besar yang terbuat dari kaca yang bening seperti gelas, bercahaya gemerlapan dari kilaunya komala yang indah. Bagian depannya dilapis emas yang bercahaya pula. Melesatlah kereta kencana Nabi Sulaiman as. bersama Raja Thoyib ke angkasa. Selama tiga ratus tahun perjalanan, apabila dilakukan oleh makhluk biasa, namun oleh mereka hanya dalam sekejap saja.
Tempat yang pertama didatangi adalah hamparan samudera lautan yang biru bergantung di sebelah atas, terdapat pula gunung-gunungnya yang membiru. Nabi pun berucap syukur ke hadirat Allah SWT atas kebesaran alam yang dilihatnya. Ada pula laut yang berwarna kuning, bergelombang, berombak; ada juga lautan seperti emas bercahaya. Nabi pun keheranan, serta bertanya kepada Raja Thoyib,
"Paman Raja, laut apakah itu yang senantiasa bercahaya?" Jawab sang Raja, "Itulah asal muasal segala kencana dari kencana yang telah diciptakan sebagai keraton Banujin tatkala itu. Dinamakan dengan Sayhub. Adapun yang senantiasa bergerak-gerak putih bercahaya gemilang itu disebut dengan Samudera Kisthi, ialah asal-mula perak. Tetapi emas dan perak yang ada di dunia bukanlah berasal dari sini. Mereka itu bukan dari bumi. la adalah emas dan perak milik setan Sunu atau anak setan yang sekarang berdiam di tempat itu."

Samudera jin itu kelihatan begitu bening. Cahayanya berkilauan dan mengeluarkan bau harum. Terletak dekat Samudera Bubur Kemenyan. Tempat yang lainnya lagi adalah “Telaga Kastu", beningnya bagaikan beningnya kaca; wangi baunya semerbak di sekitarnya. Ada lagi Samudera Kembang di dekat tempat itu. Di dalam samudera ini merupakan tempat berkumpulnya kembang-kembangan dengan bunga-bunganya yang beraneka ragam, beserta kumbang-kumbangnya.
Tempat itu semua merupakan sarana atau tempat jin dan setan untuk mengambil bahan-bahan wewangian, dan Tuhan apabila berkehendak akan menyiramkan sari-sari bunga. Seperti hujan air mawar misalnya, airnya itu akan diambil dari sana, jadi merupakan persedian untuk hal itu.

Kemudian terlihat pula ada gunung-gunung ratna, gunung suwasa, gunung biduri, gunung angkik berhadapan dengan gunung belerang merah. Gunung kaca gemilang berkilap jernih. Itu adalah kaca cermin ketika terjadi, apabila terdapat bintang mendekatinya maka akan menjadi hancur. Apabila kelihatan dari dunia, benda itu akan memancar dan disebutnva dengan teja sulaksa.

Terlihat lagi sekelebat gunung baja, dan gunung batu berhadapan dengan kemenyan serta gunung rumput bertebaran amat sangat luasnya. Gunung rumput itu apabila sewaktu-waktu ada bintang berputar mendekati ia akan terbakar. Dengan terbakarnya rumput-rumput itu maka menimbulkan kepulan-kepulan asap. Dan apabila rumput habis terbakar maka asap pun akan berhenti pula," ungkap Raja Thoyib, ‘peristiwa ini di dunia oleh manusia terkenal dengan sebutan ‘Bintang Kukus’ atau ‘Bintang Berekor’, karena tentu saja mereka melihatnya dari jarak jauh."

Kemudian sekelebatan lagi melihat gunung timah, gunung tembaga, dan yang paling ujung kelihatan gunung mega, apabila didekatkan akan kelihatan hujan. Dan apabila tersibak oleh cahaya matahari akan menimbulkan pelangi yang indah sekali.
Katanya lagi, "Manusia di dunia menamakannya juga dengan pelangi atau bianglala. Sesungguhnya timbulnya bianglala ini disebabkan dari air hujan yang terbias oleh cahaya matahari, itulah maka timbul pelangi, apabila mendungnya itu luas, maka akan kelihatan pelanginya itu melengkung mengikuti biasan cahaya mataharinya.

Perjalanan mereka dilanjutkan kembali. Lalu ada lagi yang terlihat, yaitu gunung sinar. Sinarnya begitu dingin. Bertumpuk-tumpuk seraya berkerlap-kerlip; terang redup-terang redup. Ada lagi terlihat gunung embun. Airnya sangat dingin. Berhadapan dengan gunung api dan gunung bara. Di antara keduanya terdapat gunung belerang. Di sana keluar minyak yang meleleh. "Itulah sesungguhnya (gunung embun) yang memberi embun kepada dunia. Dan apabila Ilahi berkehendak, akan menghujani dengan api serta bara kepada yang telah dikehendaki Ilahi agar dilakanat-Nya. Itulah sebagai persediaannya dan sewaktu-waktu, saat-saat rembulan dekat melewatinya, asap belerang itu akan meleleh deras panas serta tinggi daya kekuatannya. Apabila jatuh ke dunia, misalnya, jatuhnya di gunung atau di lautan, suaranya bergemuruh terdengar oleh manusia. Manusia yang tidak menemui akalnya akan menamainya dengan ‘andaru’ jatuh."
Nabi Sulaiman tertawa lucu seraya berkata, "Yah, memang jauh sekali dari kebenarannya. Manusia di dunia banyak sekali salah terka."

Dalam perjalanan berikutnya, terlihat pula telaga susu. Di ujungnya kelihatan mengental. Sang Nabi pun bertanya, "Pamanku yang mulia, apakah itu sebenarnya? Lautan itu kelihatan amatlah sangat putih?"
Lalu Raja Thoyib menjawab, "Itu adalah samudera hayat. Kelak samudera hayat inilah yang akan menghujani tempat manusia-manusia yang telah mati, dan akan bangun hidup kembali. Peristiwa itu adalah kelak setelah hancurnya dunia (kiamat). Manusia menyebutnya dengan putih-putihnya langit dan kelihatan pada malam hari apabila cuaca terang dan bintang bergemerlapan. Mereka biasa mengatakannya dengan ‘kayu rapuk’, katanya.
“Manusia hanya beraninya mengira-ngira saja, sebab mereka tidak tahu sendiri," ungkap Raja Thoyib. Nabi Sulaiman tersenyum lalu terlihatlah di sebelah kanan ada lautan lagi yang melebihi hitamnya warna hitam. Begitu pekatnya terlihat.
"Lautan yang hitam airnya itu disebabkan terhalang oleh bayangan ikan Kuthil Bahmut. Merupakan ikat pinggang bumi dan langit," kata Raja Thoyib.

Ada lagi samudera yang berwarna merah dan mendidih. Samudera ini adalah berisi air darah. Ada pula samudera yang penuh dengan marjan, mutiara, dan akar bakar. Ada samudera yang tidak berisi air, melainkan cuma pasir belaka. Terdapat pula lautan biji-bijian, biji sawi, biji lada dan cabai. Di tempat itu biasa digunakan oleh jin dan setan mengambil bumbu-bumbuan. Ada juga lautan mustika putih dan buah majakan akar delima yang digunakan sebagai tempat jin dan setan biasa mencari kebutuhan akan rasa sepet.

Perjalanan pun dilanjutkan kembali lagi; lebih tinggi. Berkilat-kilatan bagaikan petir. Hingga sampailah di sebuah pulau. Mereka mendatangi kaki gunung Jabal Qaf’ yang begitu indahnya. Rumah-rumahnya terbuat dari emas, begitu pula lembah-lembahnya. Jalan-jalannya terbuat dari emas; serba lebar dan bersih mengkilat. Menur, intan di sepanjang jalan, pakajah jumanten, kerikil mirah dan mirah wulung. Gunung dan emas suasa. Angin mengalir semilir mewangi. Hujannya pun adalah air mawar yang begitu wangi. Air sungainya juga beraneka ragam warnanya Dengan ikan-ikannya yang aneh. Berbadan emas, bersisik kencana, beludru, halus, dan sebagainya.
Rajanya memiliki bala tentaranya yang sangat banyak. Mereka adalah dari bangsa makhluk halus. Seluruhnya berkudrat penuh kesaktian. Perumahannya pun menggantung di udara. Di bawah dan di atasnya memancar cahaya bagaikan bintang-bintang berkelipan. Bergerak dari bawah ke atas berurut.
Nabi Sulaiman begitu takjub menyaksikan keajaiban tersebut. Menurut keterangan, Raja Thoyib itu adalah negara Umared, negeri Buneja Wartaka. Rajanya bernama Sultan Nar Kurera.

Perjalanan dilanjutkan ke arah yang lebih jauh. Segera mereka mendapati sebuah hamparan luas bagaikan kilatan sutera dewangga yang temaram yang warnanya tak pernah luntur Nabi Sulaiman a.s. pun bertanya,
"Wahai Paman, tirai sutera apakah itu sesungguhnya? Bagaimana pula cerita asal-mulanya itu?"
Raja Thoyib menjawab, "la adalah batas dari keraton Saridatulu yang agung itu. Itu adalah sorga dari Sultan Nar Kurera dengan dibatasi oleh tirai-tirai yang indah itu. Selamanya tirai itu tak akan rusak dan luntur. Selamanya memiliki keajaiban. Kesaktiannya adalah seluruh setan tidak akan bisa memasuki ke dalam batas dari padang indah itu. Apabila ada setan yang memaksa ingin memasukinya maka setan akan termakan api dan hancur leburlah menjadi debu, tetapi masya Allah, memang serba ghaib, apabila debu-debu itu telah menjauh lagi dari tempat tirai itu, maka kembalilah setan itu hidup selamat kembali seperti semula.

Seluruh alam yang ada di sana adalah sama, ialah menuju ke tempat sorga dari keraton agung tersebut. Dan Anda ketahuilah, terlebih-lebih akan serba ghaibnya di dalam sana, disebutnya sebagai tempat sorga, tetapi anehnya apa-apa yang ada di sana serba bergelantungan tanpa gagang.
Dan ketahuilah pula bahwa mereka bergerak dan berusik bagaikan manusia. Apabila mereka itu dipanggil, maka akan mendekat dan apabila disuruh pergi mereka akan pulang menjauhi, dan pada berjalan. Dan ketahuilah, mesjid-mesjid yang berdatangan di ‘Arsy juga akan demikian halnya. Perumahannya juga akan demikian. Apabila diperintahkan untuk pergi, maka ia akan bergerak bergeser menjauh, bahkan gunung-gunungnya, apabila diperintahkan berjalan, bergeraklah mereka. Begitu pula pepohonan, kolam-kolam, tembok tembok batas akan dapat berjalan. Diajak berbicara pun akan melayani. Seluruh isinya yang ada di sana bisa berkata-kata. Apabila ditanya, mereka akan menjawab "

Nabi Sulaiman a.s bergumam di dalam hati, "Aku baru menemui hal-ihwal demikian. Kekayaannya tanpa tanding Serba ada, Raja Nur Kurera itu."
Bahkan makanan dan minuman apapun yang telah masuk ke dalam perut, bisa muncul kembali. Ada pula tulang-belulang burung yang dapat hidup kembali. Lalu terdapat duri-duri ikan yang, ketika dibuang ke air, tiba-tiba kembali hidup. Seluruh buah-buahan bergantungan pada tangkai dahannya. Dapat diperoleh cukup, dengan melambai-lambaikan tangan, maka mereka akan mendekat.
Yang aneh lagi, setelah dipetik, pada dahan itu akan segera tumbuh buah yang sama. Tidak ada pergantian musim, tanpa ada musim penghujan, kemarau, dan sejenisnya. Itulah kudrat Ilahi Yang Manakuasa.

Di kesempatan berikutnya, Raja Thoyib mengajak Nabi jalan-jalan ke sebuah tempat pemandian. Begitu indah rupanya. Telaga yang sangat luasnya. Airnya jernih bercahaya. Dari dasar telaga itu berkilauan yang berasal dari pancaran intan komala. Bertenda sutera dewangga berwarna biru laut sangat indahnya. Ciduk tempat mengambil airnya terbuat dari jumanten mulia.
Makhluk-makhluk di tempat ini diberi kelebihan oleh Allah SWT, yakni dapat berganti rupa. Seperti kelebihannya dari para malaikat. Pernah Nabi Sulaiman mengambil sejumput emas, lalu dibuangnya. Teryata emas itu merupakan penjelmaan seorang makhluk, dikarenakan begitu kuatnya ia melakukan tapa. la suci dan bisa menjadi apa pun yang bisa dilihat dan tampak di kejauhan bagaikan bintang dekat, namun tidak kena dicapai oleh kegelapan malam, la, karena kuat bertapanya, maka menjadi sangat lurus sekai dan waspada, la pun mampu memperoleh ilham dari Allah mampu mengetahui apa yang bakat terjadi di dunia sebelum terjadinya.

Ketika berpapasan lagi, ia telah menjelma sebagai seorang Panembahan bangsa Banujan yang tidak terkena mati melainkan nanti apabila hari kiamat. Namun, di hari akhirat kelak, ia akan ditakdirkan tidak bisa merasakan kehangatannya seorang lelaki.
Kini, Raja Thoyib dan Nabi Sulaiaman a.s. tengah menuju ke puncak bukit Jabal Qaf. Di tempat ini, penuh dengan bebatuan jumanten mulia yang menyorot mengkilat. Raja Thoyib berucap kepada Nabi Sulaiman a.s.,
"Duhai Nabi Sulaiman, ketahuilah itu! Biru-biru di angkasa yang terlihat dari bumi kita itu dan lautan-lautan yang ada di angkasa membiru itu adalah sorotnya Jabal Qaf. Kini telah kelihatan di sebelah kiri kanan di bawah dan di atas jagat raya ini, bumi pun telah kelihatan ada dalam ruang lingkup Jabal Qaf ini bagaikan sebuah piring terletak di atas meja."

Di puncak bukit ini mereka dapat melihat bulan dan matahari yang berada di bawah Jabal Qaf. Bila menengadah ke atas terlihat benda-benda bergemerlapan, banyak matahari, bahkan sangat-sangat banyak bulan, demikian pula bintang-bintangnya tidak terbilang. Ternyata menurut Raja Thoyib, itu adalah bayangan pantulan benda-benda ‘Arsy Allah dan serba bercahaya.
Mereka berdua didatangi oleh seorang raja mahluk banujan, saking hormatnya kepada Nabi Sulaiman as. Seluruh bangsa Banujan takluk kepada Nabi Sulaiman as. Nabi dan Raja Thoyib diiring menuju ke Keraton Ajrak dengan iring-iringan yang sangat fantastis. Keraton Ajrak begitu indahnya; melebihi keindahan yang pernah dilihat sebelumnya. Disuguhi dengan makanan yang beraneka macam. Makanannya bercahaya dengan cita rasanya yang berbeda.

Setelah puas di tempat ini, Nabi Sulaiman a.s. mengajak Raja Thoyib melanjutkan perjalanannya mengelilingi langit lagi. Perjalanan pun sampai di sebelah timur laut ‘Arsy. Di kerajaan Banujin. Alam ini telah tercipta sebelum bumi tercipta. Di tempat ini, lebih indah dibanding dengan tempat-tempat sebelumnya. Raja dan keratonnya pun demikian; lebih indah dan sakti dibanding dengan sebelumnya. Di sini merupakan alam Julfah, yaitu sebuah alam yang lebih halus dan tinggi perdabannya. Di alam ini segalanya serba emas Namun, ada yang unik, penghuni alam ini tidak mengenakan pakaian ke atasannya. Raja di sini adalah Raja Farkas.

Mereka berdua disuruh masuk ke dalam keraton Julfah yang begitu indah dan lebih lengkap. Satu singgasana dan keraton yang ada di sini ukurannya seperti luasnya bumi dan langit dunia (lapis pertama). Nabi Sulaiman a.s. dihadiahi pula sebuah singgasana. Langit di sini terbuat dari emas intan yang begitu indah. Di tempat ini, anginnya pun terasa manis dan wangi. Adapula rasa masam, gurih dan sebagainya. Hanya sekadar menikmati dari baunya saja, akan mengenyangkan perut.
Mereka berdua mencoba berkeliling melihat-lihat keadaan sekitarnya. Saat berjalan-jalan ini, mereka mendengar suara-suara tanpa wujud dari berbagai bahasa. Tanya sang Nabi kepada Thoyib,
"Duhai Paman, suara siapakah sesungguhnya itu? Bagaikan suara-suara di dalam negara, suara-suara ramai itu sangat jelasnya tetapi sungguh gaib, tanpa terlihat jenis dan wujudnya. Negara apakah itu sesungguhnya? Aku sangat ingin sekali mengetahuinya."

Raja Thoyib menjawab. "Itu adalah suara dari alam Asna. Ialah salah satu alam kehidupan yang di dalamnya banyak terdapat raja-raja yang lebih mulia dan sangatlah halusnya lebih dari alam kehidupan di alam Julfah ini. Padahal sesungguhnya sama saja mereka itu berwujud dan bernyawa. Bernyawa sukma sejati, mereka sejajar dengan seluruh isi ‘Arsy Ilahi. Di sana selamanya tanpa ada huru-hara dan kedengkian. Kiamat pun mereka tidak terkena kerusakan seperti halnya ‘Arsy yang pada saat-saat kiamat tidak kena kerusakan, abadi ajali selama-lamanya. Seluruh kehidupan selamanya akan selamat dan lestari setata dengan alam kehidupan sorga Ilahi.

Seluruh isi alam Asna sama dengan keadaan di sorga. Makan minumnya mereka itu tanpa buang (air) kotoran. Syahwat terasa sangat nikmatnya, tetapi tanpa mengeluarkan air mani. Apabila beranak, bagaikan diciptakan saja; tanpa lahir. Semua itu seperti adat kebiasaan sorga di Janatun Na’im yang kekal abadi ajali dan indah dan sukar untuk dicari bandingannya Maka Karenanya alam Asna tak terlihat oleh mata, sebab segala isinya merupakan nyawa halus”.

Demikian menurut cerita orang-orang kuno, Asna sesungguhnya tempat bermukimnya nyawa-nyawa yang tidak sembarangan, di mana masuknya di dalam jisim. Oleh karena itu, jadinya kemudian atas jasmani dan rohani. Semua nyawa bersukma asli masih nyawa yang murni, sejenis bangsa yang serba latif, bangsa luhung dan agung, sebagai bangsa kepangeranan. Abadi tidak kena rusak selamanya, ajali abadi (seperti di sorga yang dijanjikan) serba apa yang terjadi (ajeg kang sungkan dumadi). Semakin lama semakin berkembang dan meluas alamnya. Berbeda dengan adat-kebiasaan yang ada di dunia, semakin lama semakin rumit dan semakin berantakan tak karuan."
Nabi Sulaiman ingin sekali mendatangi alam tersebut. Raja Thoyib pun menerima ajakan itu. Dengan kereta kuda kencana tunggangannya mereka melesat pergi ke angkasa raya. Bagaikan kilat cahaya api meteor. Menuju arah barat. Dalam sekejap mereka pun telah sampai di alam Asna. Letaknya di sebelah selatan Gunung Erab. Tempat ini berada di barat daya letak ‘Arsy Allah Taa’la. Di sana jagad Asna terlihat semua.

Keadaan yang dilihatnya seperti intan keseluruhannya. Sorga Asna ini indahnya melebihi keadaan sorga yang ada di alam Julfah. Segala sesuatunya melebihi, bahkan lebih aheng (aneh dan mustahil) dan sakti. Apa yang mereka inginkan pasti dijamin kekabulannya (segala terkabul). Serba membahagiakan dan menyenangkan apa-apa yang telah diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa.
Mencipta singgasana dan alam serba sekejap, sekejap mata ada ciptaan Ilahi. Ciptaan-Nya semakin bertambah, apa yang dikehendaki akan tiba. Terkabul apa yang diminta. Tempat tinggal serba besar, luas, indah dengan kelengkapan sempurna segala isinya. Sangat takjub sang Nabi melihat betapa kekayaan dan kebesaran Ilahi dan berbagai jenis apapun yang ada kelihatan di sana.
Banyaknya alam yang ada, semua situasi dan keadaannya yang beribu-ribu macam. Keringat yang menetes saja akan menjadi segala macam keadaan yang menjadi ajaib. Kemudian apabila setelah selesai mandi, percikan airnya bisa menjadi apa saja, berupa keadaan yang aneh-aneh. Tiap hari semakin bertampah saja keadaan yang serba berkelipan dan berkilauan.

Semakin tambah banyak warna rupanya, bagaikan air sungai yang mengalir tanpa hentinya. Setiap harinya bertambah keadaan yang baru. Mereka yang baru berubah, besok lusa sudah bisa berubah lagi. Dan seterusnya bisa berubah-rubah rupa lagi. Kita bangsa manusia mungkin tidak akan bisa mengerti semuanya. Seluruh persediaan kebutuhan sehari-hari datang membanjiri. Tidak ada istilah berkurang. Abadi tidak terkena kematian. Di tempat ini cahaya berwarna-warni menghiasi.
Di bawah alam Asna, Nabi Sulaiman a.s. melihat terdapat seekor naga terbuat dari intan sebagai ikat pinggang jagad Asna. Naga ini luar biasa besarnya serta bercahaya, la mempunyai sorga dan tempat tinggal tersendiri di tempat yang lebih tinggi. Sinarnya bagaikan cahaya bumi kehijau-hijauan. Nabi pun penasaran menanyakan perihal naga tersebut.
"Sesungguhnya ia adalah raja Bitirin, raja dari segala naga yang ada di dalam sorga mereka. Semua naga akan setia dan sujud kepadanya," ujar Raja Thoyib. Kemudian sang naga memanggil Nabi Sulaiman a.s. dengan suaranya yang menggelegar bagaikan petir.
"Wahai Sulaiman, raja dari seluruh alam, hamba ucapkan do’a dan terimalah ucapan selamat hamba ini. Semoga hamba beserta seluruh naga yang ada di sorga hamba ini dapat diterima sebagai pengabdi dan memperhamba tuan," ucap sang Naga.

Di lain tempat, Nabi melihat sebuah telaga di angkasa. Terlihat pula ikan-ikan intan di dalamnya. Di bagian lainnya terlihat ikan yang begitu besarnya, begitu indahnya bercahaya. Teryata, menurut keterangan Raja Thoyib, itu adalah Raja Katari. la sebagai raja ikan-ikan yang ada di sorga mereka.
Ikan-ikan itu berkata, "Selamat dan berbahagialah wahai Tuanku. Terimalah hamba beserta seluruh ikan-ikan yang ada di dalam sorga hamba ini untuk mengabdikan diri patuh kepada Tuan."
Di tempat lainnya lagi Nabi melihat gunung permata yang sangat indahnya. Di sana banyak dihuni oleh raja-raja mulia, ratu-ratu sakti yang sangat berwibawa. Mereka mengenakan mahkota Badrul Aslaf, berselendang raprapir, indah dan halus, berkain panjang jubah dengan dilengkapi oleh busana permata mirah, la seperti seorang pembesar di alam Julfah. Di mana sesungguhnya alam Julfah itu adalah tiruan dari alam Asna.
Masih di dalam keraton alam Asna, mereka melihat sebuah gunung bercahaya, cahayanya seperti bintang. Terlihat ada juga seorang raja yang begitu gagah sempurna dengan pakaian yang begitu indah. Ada lagi yang pembesar yang lain lagi, namun berjenis wanita. Begitu sempurna kecantikannya.
"Duhai Paman Raja Thoyib, siapakah lagi Raja Puteri itu?" tanya Nabi Sulaiman a.s.
"la adalah Raja Puteri Kokiba, raja seluruh bintang," jawab Raja Thoyib. Raja Puteri pun memberi salam dengan sopannya. Membuat Nabi Sulaiman tertarik kepadanya. Namun, Raja Thoyib segera mengajak Nabi untuk melanjutkan perjalanan. Sang Puteri tadi ternyata mengikutinya dari belakang, seraya memanggil Nabi, "Duh, Tuanku yang mulia, janganlah Paduka Tuan jual mahal, hamba dekati malah pergi. Hamba ucapkan seluruh pengikut hamba ini, yaitu seluruh bintang mohon diterima pengabdiannya kepada Paduka Tuan." Nabi Sulaiman menyahut, "Terima kasih atas segala kerelaan dan keikhlasan Raja Puteri."

Kemudian mereka berlalu melanjutkan perjalanannya lagi. Dalam perjalanannya, mereka melihat gunung bercahaya; cahayanya itu seperti rembulan. Merupakan isi sorga mereka yang indah. Rajanya adalah seorang vvanita yang begitu cantiknya. Nabi a.s. mencoba bertanya kepada Raja Thoyib mengenai pemimpin itu. "la adalah yang terkenal namanya dengan Raja Sahira. Raja dari segala rembulan," ujar Thoyib. Puteri Sahira mendatangi Nabi, katanya, "Persilakanlah Paduka Tuan memerintah seluruh rembulan." Nabi a.s. menjawab. "Terima kasih atas kerelaan sang Raja Puteri."
Nabi dan Thoyib kembali melanjutkan perjalanannya mengelilingi alam-alam latif ini. Tidak lama kemudian, mereka menjumpai lagi sebuah gunung, tetapi kali ini cahayanya berwarna putih. Cahayanya seperti cahaya matahari berisi sorga kemuliaan mereka. Rajanya adalah seorang pria yang sangat tampan. Tingkahnya gesit dan begitu ramah Bola matanya gemerlap bulat jernih menyejukkan dipandang mata. Seperti biasa, Nabi a.s. pun bertanya kepada Raja Thoyib mengenai identitas raja tersebut. Dijawab oleh Raja Thoyib. "la adalah Raja Lera. Raja seluruh matahari.Raja Lera pun segera menyahut, "terimalah pengabdian hamba ini beserta seluruh matahari ini, Tuan." "Terima kasih atas kerelaan sang Raja" ujar Nabi Sulaiman as.

Di tempat lain, ditemuinya gunung petir guruh dan guntur Berisi sorga yang melebihi dari seluruh yang ada yang pernah dilihatnya Rajanya kelihatan begitu agung dan berwibawa. Rupanya melebihi dari yang Isinnya. la mengenakan mahkota Badrul Aslaf samir bakar yang dimuliakan, la senantiasa memegangi tongkat pusakanya. Tidak pernah jauh ia dari tongkat itu. la berperilaku seperti layaknya seorang suci. Tutup kepalanya berwarna putih, la sangat sakti, banyak ilmu serta gurunya. "la adalah Raja Pandita (yang bernama ‘ Alman) di seluruh jagad Asna ini, jadi asal-mula penghuni Asna adalah dari dia sesungguhnya, la sebagai guru raja-raja dan ratu-ratu di alam Asna ini. la pula yang menguasai gema," ujar Raja Thoyib, menjawab pertanyaan sang Nabi a.s.

Ada lagi seorang raja di dekatnya, yaitu Raja Sangekiru. la yang menguasai suara guntur dan petir. Pemerintahannya bernama negara Lukamani. Raja Sangekiru dan Raja Pandita selalu beriringan sebagai duet dalam mengurusi pemerintahannya. Raja-raja itu menyampaikan sanjungan kepada Sang Nabi dan Thoyib, "Hidup Nabi! Hidup Nabi!".
Lalu mereka bergandengan tangan, di mana Nabi berada di tengah-tengah. Tangan kiri Nabi, ‘Alman yang mengapit, yang lain adalah Raja Sangekiru. Selanjutnya mereka melesat ke angkasa raya. Thoyib sendiri mengikuti dari belakang. Hanya sekejap mata mereka sudah sampai di istana Raja Sangekiru. Di sini mereka, Raja Thoyib dan Nabi, dijamu sedemikian dimuliakannya. Makanannya pun serba aneh dan langka-langka serta mewah.

Sebagai rasa hormatnya, Raja Sangekiru mempersembahkan ciptaannya berupa singgasana yang sangat luasnya beserta perlengkapannya. Singgasana ini begitu sangat fantastis kehebatannya. Nabi sendiri begitu terpesona menyaksikannya, karena sepanjang perjalanannya ini, ia baru kali ini menyaksikan penciptaan singgasana yang meniru ‘Arsy Allah SWT. Keanehan dan keindahannya bermilyar-milyar rupanya. Luasnya berjuta juta milyar hektar
"Duhai Tuan, Raja dari seluruh alam. Terimalah itu sebagai persembahan hamba kepada Tuan Yang mulia, ialah sebuah ‘Arsy," tutur Raja Sangekiru.
"Terima kasih atas persembahan sang Raja. Dan aku sendiri bertanya dalam hati, sebab sang Raja berkehendak mengabdi kepadaku ini. Bukankah sang Raja tak kurang sesuatu apa, kesaktian sang Raja mampu inenciptakan singgasana yang begitu luasnya ini dikerjakan dengan hanya sekejap saja. Mengapa koq mau patuh kepadaku. Aku yang cukup sabar ini apa yang sesungguhnya dapat diharapkan oleh sang raja. Apakah tidak salah penglihatan sang raja dalam hal ini?" kata sang Nabi penuh tawadhu.
"Sesungguhnya Tuhan adalah Maha Pengasih dan Maha Pencipta alam semesta jagad raya ini. Masing-masing dari kehidupan di seluruh alam ini, siapakah yang tidak ingin mengabdikan dirinya kepada Tuan. Sebab semua mengetahui, bagi siapapun yang tidak mengabdi kepada Tuan, sudah pasti akan hancur lebur oleh sejuta guntur dan guruh. Dimana-mana seluruh kehidupan yang pernah ada, baik di tepi jurang maupun di dalam lembah sekalipun mereka hancur lebur, karena mereka tidak mau mengabdi kepada Tuan. Kepada tuanlah yang benar-benar mengerti kepada pesan itu, oleh karena itu, hamba mempercayakan kepada Paduka Tuan Sulaiman. Adalah karena hamba berdasar kepada kesamaan iman yang menuju kepada keselamatan serta kesentosaan dan itu semua adalah atas berkah Paduka Tuan juga," tutur Raja Sangekiru dengan penuh kerelaan mengakui kekuasaan Nabi Sulaiman a.s.

Kemudian di dekat mereka muncul sekelebat sosok bayangan perempuan. Dia adalah perempuan yang sakti dan amang-sangat cantiknya. Tubuhnya merupakan kesempurnaan sesosok tubuh perempuan yang tiada tandingannya Dia datang bersama rombongan pengiringnya yang seluruhnya adalah perempuan.
Makhluk penghuni alam Asna terkenal dengan sangat kuatnya dalam beribadah kepada Allah SWT Mereka tidak ingat lagi waktu dan diri mereka sendiri ketika beribadah. Ada yang beribadah non stop selama beratus-ratus tahun, hingga kulitnya menjadi putih mulus.
Kini, raja Thoyib dan Nabi Sulaiman a.s. melanjutkan perjalanannya turun ke bawah. Di sana ia menjumpai sebuah alam yang dipenuhi oleh raksasa-raksasa yang berwajah buruk-buruk. Sebagian dari mereka ada yang berwajah babi; sebagian yang lain berwajah anjing; yang lain lagi berwajah buaya dengan mulutnya yang sering menganga-nganga. Ada pula yang berwajah burung, gajah, menjangan, naga, dan lain sebagainya.

Sang Nabi a.s. bertanya kepada rekannya ini, "Mengapakah gerangan, wahai Paman Thoyib? Mengapa raksasa-raksasa itu tidak ada yang sama di masing-masing barisannya itu? Koq jelek jelek sekali rupa mereka dan bermuka hewan lagi."
Raja Thoyib pun menjawab dengan perlahan, "Mereka itu adalah raksasa yang terkena kuwalat yang terjadi ketika masa Raja Galanu dahulu. Oleh karena itu. mereka jelek-jelek.dan bermukim di situ begitu banyaknya tidak dapat diketahui berapa jumlahnya."
Raksasa-raksasa itu berlarian menuju ke arah mereka, ketika menyaksikan kedatangan Nabi a.s. dan Raja Thoyib. Suaranya bergemuruh membahana. Mereka semua mengucapkan salam hormat serta pengakuannya atas kekuasaan sang Nabi a.s.

catatan :
Demikianlah, sepenggal kisah perjalanan Nabi Sulaiman a.s. dan Raja thoyib berkeliling di langit luhur. Semua cerita di atas hanya amat sedikit saja dari fakta yang sebenarnya yang djalani oleh mereka berdua. Semua itu hanyalah kehendak dan kekuasaan Allah SWT semata agar kita lebih meyakini kebesaran Allah SWT yang tak terhingga, dan agar bangsa manusia tidak sombong, karena masih banyak makhluk lain yang jauh lebih cerdas dan fantastis dibanding manusia. Tentunya, dalam melihat hal-hal yang demikian itu hendaknya dengan mata keimanan, bukan lebih mengedepankan kajian rasional.

Sulaiman yang berarti juga raja pembawa keselamatan, karena pada masa pemerintahannya 973 – 933 SM, beliau selalu menekankan mengenai perdamaian. Beliau sudah menjadi raja sejak umur 18 tahun menggantikan ayahnya, Nabi Daud, yang wafat, la merupakan salah seorang nabi dari bangsa Israel yang terkenal dengan kecerdasan dan kebijaksanaannya dalam memutuskan suatu hukum.
Nabi Sulaiman pernah berdoa kepada Allah SWT meminta kerajaan yang tidak pernah ada yang menyamai setelahnya, seperti yang tertera di dalam Al Quran surat Shaad ayat 35: ia berkata: "Ya Tuhanku, ampunilah aku dan anugrahkanlah kepadaku kerajaan yang tidak dimiliki oleh seorang juapun sesudahku, sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Pemberi" Sehingga rakyat dan pemerintahan beliau meliputi pula alam lain.

Senin, 24 November 2014

No Caption

[3 Cewek Ini Rela Mati Demi gue]

Duluuuuu...pokonya duluuu banget.....dibilang ganteng emank sich rada2 mirip tomkrus
Kalo dibilang jelek gak juga tuh, buktinya 3 cewek rela mati demi gue...

Gini critanya :
Dulu waktu gue masih SMA (ketrima karna kasihan) ada 3 cewek yg rela mati demi gue.
Yang pertama sebut saja namanya Anita (nama yg sebenarnya)
gila mamen..! Body-nya yg bohai ditambah wajah yg imut bikin gue gemes pengen cubit tu pipi yg tembem pake catutan kuku (Ech...) tiap malem gue slalu sempetin telpon dia..

Gue : Hello Nita..!! Aku kangen nich..

Anita : HEY MONYOOONK..!! gak capek lu gangguin gue mulu..?!

Gue : Tapi aku kangen..

Anita : PLISS..!! Gak usah ganggu gue lagi, lama2 gue bisa stres Bunuh diri kalo terus2an kayak gini.
*tut.....tuuuut (hp-nya mati gan!)

Segitunya-kah Anita hingga rela mati demi gue??
(hati berkecamuk dlm kebingungan. *mau nangis bacanya)

Hari berikutnya gue mulai melupakan Anita dan tak mau dia bunuh diri demi gue, alhasil gue lebih intens tuk PDKT dengan Nila, dan dihari valentine gue branikan tuk menembaknya..

Gue : Nila maukah kau jadi pacarku?

Nila : HAH..!! Ngimpi..!! Dari pada jadi pacarmu lebih baik aku mati..!!

Lagi dan lagi seorang wanita rela mati demi gue, muncul pertanyaan besar dari dalam hati
"Apakah aku ini seorang Casanova..?? Hingga mereka mau mati demi aku?"

Sejenak aku tak mau mencari kekasih lagi, karna besok UAN mau gak mau gue harus blajar dengan giat agar bisa lulus nanti..
Disudut meja hpku berdering yg tak lain panggilan masuk dari Fina temen kelasku,

Gue : Halo Fin, ada apa?

Fina : Buku catetanku ada sama kamu ya??

Gue : Iya, emank napa?

Fina : BALIKIN SEKARANG JUGA..!! AWAS AJA KALO GW GK LULUS BESOK.. LU HARUS IKUT BUNUH DIRI AMA GW..!!

Sebegitu berarti-nya-kah diriku hingga dia mau mengajak bunuh diri aku bersama dia?
Fiuuuhh !! Itulah tiga cewek yg rela mati demi gue..
CAPEK TAU JADI DON JUAN

TAK PERLU BERSEDIH

Saya memang suka mengoleksi buku, khususnya buku Islam, apalagi jika sedang ada masalah berat, sekali ke toko buku bisa pulang membawa 10 buku sekaligus :D . Dari semua koleksi buku Islam saya, buku inilah yang paling sering saya buka dan baca kembali, buku dari Dr. Aidh al Qarni ini mempunyai tebal 567 halaman. Saya sangat menyukai cara penulisan beliau, khususnya cara beliau menyampaikan cerita dan mengutip Al Qur’an dan Hadits. Tidak salah jika buku ini mendapatkan gelar buku terlaris di dunia. Ketika saya merasa sangat sedih, bahkan buku ini dapat mengobati kesedihan seberat apapun hanya dengan membaca beberapa halamannya kembali, seolah-olah saya mempunyai seorang yang bisa menasehati dan menenangkan saya kapanpun. Bandingkan jika saya mem-posting kesedihan (kegalauan) itu di Facebook? mungkin saya akan bertambah sedih hehe
Dalam tulisan ini saya tidak berniat untuk me-review keseluruhan isi buku ini, atau istilahnya membedah buku. Saya hanya ingin mengutip beberapa kalimat yang terus saya ingat selama memiliki buku ini.
Tulisan beliau yang ini tentang bagaimana kita menyikapi permasalahan di dunia dan apa resep kebahagiaan :D
Dalam sebuah hadits sahih disebutkan: “Seandainya dunia ini di sisi Allah sama nilainya dengan sayap seekor nyamuk, niscaya Allah tidak akan pernah memberi minum seorang kafir walau seteguk air”. Menurut Allah, dunia tidak lebih berharga dari sayap seekor nyamuk. Inilah hakikat dunia, nilai dan timbangannya disisi Allah. Lalu mengapa harus takut dan resah karenanya?
Kebahagiaan adalah Anda merasa aman dengan diri, masa depan, keluarga, dan kehidupan Anda sendiri. Dan, semua ini terhimpun dalam keimanan, ridha kepada Allah, ridha terhadap ketentuan-Nya, dan qana’ah (merasa cukup dengan apa yang ada).
Kalau yang ini halaman yang selalu pertama saya buka kalau sedang dilanda masalah dan kesedihan berat, hehe
Mengapa Harus Bersedih Jika Anda Memiliki Enam Resep?
  1. Percaya sepenuhnya kepada Allah.
  2. Kesadaranku bahwa semua yang telah Allah takdirkan akan terjadi.
  3. Sabar adalah senjata paling ampuh yang dipergunakan oleh orang-orang yang mendapat ujian.
  4. Jika saya tidak sabar lalu apa yang bisa saya lakukan. Dan saya tidak akan terbantu hanya dengan perasaan resah.
  5. Mungkin saja saya akan berada dalam kondisi yang lebih jelek darpada kondisi saya sekarang ini.
  6. Dari waktu ke waktu jalan keluar akan selalu terbuka.
Kalau halaman yang ini halaman favorit saya untuk dibaca berulang-ulang kapanpun akan membuat hati lega.
Qadha’ dan Qadar
“Tiada suatu bencana yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri, melainkan dia telah tertulis dalam kitab (Lauh Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya.” (QS. Al-Hadid: 22)
Tinta pena telah mengering, lembaran-lembaran catatan ketentuan telah disimpan, setiap perkara telah diputuskan dan takdir telah ditetapkan. Maka,
“Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami, melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami.”“ (QS. At-Taubah: 51)
Apa yang membuat Anda benar, maka tak akan membuat Anda salah. Sebaliknya, apa yang membuat Anda salah, maka tidak akan membuat Anda benar. Jika keyakinan tersebut tertanam kuat pada jiwa Anda dan kukuh bersemayam dalam hati Anda, maka setiap bencana akan menjadi karunia, setiap ujian menjadi anugerah, dan setiap peristiwa menjadi penghargaan dan pahala.
“Barangsiapa yang oleh Allah dikehendaki menjadi baik maka ia akan diuji oleh-Nya.” (Al Hadits)
Percayalah dengan kebenaran qadha’ sebelum Anda dilanda banjir penyesalan. Dengan begitu, jiwa Anda akan tetap tenang menjalani segala daya upaya dan cara yang memang harus ditempuh. Dan bila kemudian terjadi hal-hal yang tidak Anda inginkan, maka itu pun merupakan bagian dari ketentuan yang memang harus terjadi. Jangan pula pernah berandai, “Seandainya saja aku melakukan seperti ini, niscaya akan begini dan begini jadinya.” Tapi katakanlah,
“Allah telah menakdirkan, dan apa yang Dia kehendaki akan Dia lakukan.” (Al-Hadits)
Sebenarnya masih banyak pembahasan di buku ini yang ingin saya kutip disini, mungkin bisa dilanjutkan di artikel berikutnya lagi nanti agar tidak membuat artikel ini terlalu panjang. :D

Jumat, 21 November 2014

CARA AKTIVASI WINDOWS 7

langkah-langkahnya,,download,,lalu matikan semua antivirus di laptop sobat dan install...password winrarr : s36kompi

insyaallah aktiv permanen...

download di windows 7 aktivator

CARA AKTIVASI MICROSOFT OFFICE 2010

Office 2010 Activator Terbaru (100% work)

office 2010 logo
Kesulitan mengaktifkan Microsoft Office 2010? Ini saya share office 2010 Activator yang sudah diuji dan bekerja dengan baik pada Office 2010 terbaru.
Jika belum punya office 2010 download dulu DISINI. Anda mungkin memerlukan alamat email yang aktif dan valid untuk menerima Serial Number. Jangan lupa menyimpan Serial Number yang diberikan karena akan diperlukan dalam proses install.
Setelah selesai di Install, Saatnya di aktifkan
  • Matikan Antivirus terlebih dahulu
  • Ekstrak dan jalankan Office 2010 Activator
  • Klik Ez-Activator
  • Tunggu
  • dan Selesai.
* Sudah diuji dan 100% work.

download disini

Selasa, 23 September 2014

Tujuh Menit Kehidupan Setelah Kematian


Tahukah kamu bahwa setelah mati, otak manusia akan tetap bekerja selama 7 menit? 
Dan dalam 7 menit ini, kamu akan mengulang kembali seluruh kejadian dalam hidupmu bagai sebuah mimpi.

Terlepas dari benar atau tidak akan adanya 7 menit kehidupan setelah manusia mati ini, saya akan coba menguraikannya kepadamu untuk dijadikan renungan.

1. Menit Pertama
Di menit pertama ini, kamu akan mengalami kembali masa ketika kamu baru dilahirkan ke dunia.
Disini kamu akan melihat wajah orang pertama yang kamu lihat ketika lahir, dokter/bidan yang membantu kelahiran kamu, atau untuk yang masih tradisional saya akan bilang itu dukun beranak.
Kamu akan melihat wajah seorang wanita yang telah menjadi ibumu untuk pertama kalinya.
Lalu kamu akan melihat wajah seorang pria yang telah menjadi ayahmu, yang tersenyum lebar.
Perasaan yang kamu rasakan saat melihat kedua orang tua di moment ini, tergantung pada apa yang kamu rasakan pada mereka disepanjang kehidupanmu.
Bisa jadi cinta,atau benci…

2. Menit kedua
Di menit kedua, kamu akan mengulang kembali berbagai keberhasilan yang pernah kamu raih,
merasa bangga, menjadi juara, mendapat penghargaan dan pujian dari orang lain.
Di menit kedua ini juga, kamu akan mengulang kembali pengalaman bersama
sahabat-sahabat kamu, dari yang terbaik hingga yang terburuk.
Masa ketika kamu bahagia dan tertawa bersama, menangis, bercerita,
saling mendukung, pertengkaran, berdebat, hingga perpisahan dengan mereka.

3. Menit Ketiga
Di menit ketiga, kamu akan mengingat orang-orang yang pernah kamu cintai.
Pada menit ini, kamu akan jatuh cinta lagi pada mereka semua.
Dimulai dengan cinta pertama, dimana untuk pertama kalinya kamu sadar bahwa kamu jatuh cinta.
Kamu akan ingat, bagaimana senyumannya bisa membuatmu gila. Bagaimana kamu rela melakukan apa saja untuk membuatnya bahagia. Bagaimana kamu tak bisa jauh darinya.
Dilanjutkan dengan masa ketika kamu patah hati, menjalani masa-masa sendirian, masa dimana kamu bersumpah bahwa cinta itu tak pernah ada. Kemudian sampai ketika kamu menemukan kembali orang yang membuat kamu jatuh cinta lagi.

4. Menit keempat.
Di menit ini, kamu akan kembali ke masa-masa terburuk dalam hidupmu.
Kamu akan kembali ke masa ketika kamu pertama kali merasakan kesedihan atau sakit hati.
Masa ketika kamu harus melihat orang-orang yang kamu sayangi meninggal dunia.
Masa ketika kamu pernah gagal, dimarahi, diejek atau dihina.
Kamu akan ingat, bagaimana kamu membenci seseorang, dan dia juga membenci kamu.
Kamu akan ingat bagaimana kamu menemukan seseorang yang kamu cintai, tapi tak bisa di miliki.
Mana yang paling menyakitkan dari semua itu? Kematian? Patah hati? Permusuhan?
Kamu sendiri yang menentukan.

5. Menit kelima
Di menit kelima, kamu akan ingat semua pelajaran yang pernah kamu dapat.
Apakah Pelajaran Sekolah? Bukan!
- Pelajaran besar tentang hidup. - Pelaran tentang kebahagiaan. - Pelajaran tentang kesedihan.
- Pelajaran tentang persahabatan. - Pelajaran tentang cinta. - Pelajaran tentang kebencian dan..
- Pelajaran tentang kehilangan.

6. Menit keenam
Di menit ini, kamu akan mengalami kembali segala sesuatu tentang dirimu.
Bagaimana kamu berbicara, berjalan, bernyanyi, tertawa, bermain gitar, menangis. Bagaimana bentuk fisik wajah atau tubuhmu. Apakah kamu mensyukuri atau tidak menerimanya? Putuskan sendiri!!

7. Menit ketujuh.
Di menit ketujuh ini, saya tidak menemukan dengan pasti apa yang akan di alami.
Di menit terakhir ini, kamu akan kembali ke kejadian yang paling berarti di sepanjang hidupmu. Bisa jadi kejadian baik atau buruk. Tak ada yang tahu pasti. Yang jelas kamu akan menemukan jawaban dari seluruh rahasia kehidupan. Jawaban yang tak pernah kamu dapat semasa hidup.

Kamulah yang menentukan bagaimana 7 menit terakhir kehidupan yang akan kamu alami.
Jalanilah hidup dengan sabar, syukur, dan tetap lakukan yang terbaik.

Forget who hurts you yesterday, but don’t forget who loves you everyday.
Forget the past that made you cry and focus on the present that completes your smile…

dan terakhir….
ARE YOU SURE YOU STILL  ALIVE , OR YOU JUST  FLASHBACK  YOUR  LIFE  ON THOSE  LAST SEVEN MINUTES ???!!!   WHO  KNOWS ?!!

-       if life so short,.
By ; Tuana Tuha Freedom 270415